Internet and Teenager (c) Gemma Thorpe via Flickr

Internet untuk anak usia 12-14 tahun

(c) Gemma Thorpe via Flickr

Usia ini termasuk masa pra-remaja. Pada usia ini, anak membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan.

Internet sebagai alat bantu
Inilah saatnya mengenalkan Internet sebagai alat bantu untuk tugas sekolah atau belajar mereka. Pada usia ini, sudah saatnya pula memperkenalkan manfaat Internet untuk menunjang hobi mereka. Dengan mengedepankan aspek pemanfaatan yang positif dari Internet, anak dapat mengembangkan wawasannya bahwa Internet bukan sekedar ajang bermain game dan bergaul (social networking).

 

Membangun koridor kebebasan
Ketika anak sudah online, peran orangtua adalah membangun koridor bagi anak. Berapa lama bermain, apa saja yang perlu diperhatikan, dan sebagainya. Koridor ini akan menjadi pegangan bagi anak untuk menilai apa yang baik/benar dan yang jelek/salah.

Memperkuat nilai-nilai keluarga
Usia remaja adalah saat penanaman nilai-nilai anak mulai meluas kepada teman-teman pergaulan. Untuk menguatkan anak, keluarga perlu membangun kedekatan dan memperkuat nilai-nilai keluarga di rumah.

Mendorong kegiatan luar
Selain aktivitas berinternet, doronglah anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan lain, terutama yang bersifat fisik. Ajak mereka berolahraga dan melakukan kegiatan outdoor untuk mengembangkan fisik mereka.

Nilai-nilai Kredibilitas
Ajarilah anak-anak tentang nilai-nilai kredibilitas. Apa yang mereka lihat dan baca belum tentu benar, demikian pun pendapat teman-temannya. Perkuat anak untuk mempercayai nilai-nilai yang diajarkan keluarga.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.