minat-bakat02a

Ikigai, Basis Pengembangan Potensi Anak

Kamis, 7 Desember 2017, Rumah Inspirasi baru saja selesai menyelenggarakan webinar pengembangan potensi anak berbasis #minatbakat. Webinar ini merupakan rangkaian webinar “Mengembangkan Potensi Anak”.

Ikigai = Inspirasi Pengembangan Potensi Anak

Kami percaya, pengembangan potensi anak bukan sekedar pengembangan minat dan bakat saja. Pengembangan minat dan bakat adalah pintu masuk yang besar dan berharga. Tapi ada aspek-aspek lain yang juga perlu diperhatikan dan dikembangan.

Kami terinspirasi dengan konsep “Ikigai” yang berasal dari Jepang. Ikigai berasal dari dua kata, yaitu Iki = kehidupan dan Kai= hasil, buah. Secara keseluruhan, Ikigai bermakna “tujuan hidup”.

Apa yang membuat kita bangun pagi dengan semangat? Apa yang membuat kita menjalani keseharian kita dengan bahagia?

Ada empat aspek yang membentuk Ikigai, yaitu:

  • Hal yang Dicintai/Disukai
  • Hal yang Dikuasai/Ahli
  • Hal yang Dibutuhkan Dunia/Masyarakat
  • Hal yang Dibayar

Ikigai terjadi ketika keempat aspek tersebut beririsan. Seseorang akan mendapatkan kepenuhan saat dia melakukan pekerjaan yang disukai, dia ahli melakukan pekerjaan itu, pekerjaan itu bermanfaat bagi masyarakat, dan dia dibayar layak untuk melakukan pekerjaan itu.

Berdasarkan inspirasi Ikigai, Rumah Inspirasi mengembangkan kerangka pengembangan potensi anak yang memiliki 5 aspek.

  • Spiritualitas sebagai pondasi awal dan melingkupi seluruh proses pengembangan
  • Pengembangan berbasis minat-bakat untuk membangun kecintaan
  • Pengembangan berbasis kontribusi untuk membangun kebermanfaatan
  • Pengembangan berbasis keahlian untuk membangun kompetensi
  • Pengembangan berbasis potensi ekonomi untuk membangun adaptabilitas terhadap zaman

Pengembangan Minat-Bakat Anak

Pengembangan minat-bakat baru merupakan satu bagian dari proses pengembangan potensi anak. Masih ada proses proses pengembangan lain, diantaranya pengembangan berbasis kontribusi dan berbasis keahlian.

Mengapa pengembangan minat-bakat anak dilakukan? Supaya anak belajar mengenali tentang dirinya dan menjalani proses belajar dengan sukacita. Kita tak ingin anak-anak tumbuh seperti anak SMA yang tak tahu mau kuliah jurusan apa karena mereka tak pernah ditanya tentang hal-hal yang mereka sukai dan tekuni.

Bagi orangtua, proses mengenali minat-bakat anak adalah proses interaksi dan keterlibatan yang berharga bersama anak. Minat juga merupakan pintu besar untuk pembelajaran anak. Sebagai contoh, anak kecil suka kereta api (Thomas), maka aneka proses pembelajaran bisa dilakukan melalui tokoh Thomas ataupun kereta api.

Apakah minat anak terhadap kereta api (Thomas) akan menjadi profesinya kelak? Bisa iya, bisa tidak. Yang bisa kita pastikan, minat anak terhadap kereta api itu membuat anak bersemangat belajar dan ingin tahu segala hal yang berkaitan dengan kereta api. Misalnya: belajar membaca (bahasa), menonton film (bahasa Inggris), berhitung, cara kerja kereta (IPA), profesi di dunia kereta (IPS), jenis-jenis kereta, geografi, dll.

Ada 5 proses umum yang dilakukan orangtua untuk mengembangkan minat-bakat anak, yaitu:

  • AMATI: minat sebagai sebagai pintu masuk kegiatan
  • STIMULASI: penjajagan dan pengenalan kegiatan
  • PERLUAS: menambah variasi pengalaman anak
  • SELEKSI: proses alamiah menuju pendalaman
  • DALAMI: proses menuju keahlian

Detil proses memfasilitasi minat-bakat anak dijelaskan dalam ebook, podcast, dan webinar. Juga tantangan-tantangan yang dihadapi saat mengembangkan minat-bakat anak.

***

Webinar “Pengembangan Potensi Anak” akan dilanjutkan hari Kamis (14 Desember 2017). Sesi berikutnya akan membahaskan tentang “Pengembangan Potensi Anak Berbasis Kontribusi”.

Saat ini, pendaftaran peserta webinar masih bisa dilakukan. Setiap peserta akan mendapatkan ebook, podcast, slide, dan rekaman penuh webinar. Juga ada grup Telegram sebagai forum komunikasi, tanya-jawab dan diskusi bersama peserta webinar lainnya.

Informasi selengkapnya: http://pelatihan.rumahinspirasi.com

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.