Belajar apa saja, di mana saja, kapan saja, bersama siapa saja, dengan cara apa saja.

Karena pendidikan adalah hak bukan kewajiban, karena belajar adalah sukacita bukan beban.

Contoh Praktek Keluarga Homeschooling

Setiap keluarga homeschooling memilih homeschooling dengan alasan berbeda-beda. Setiap keluarga memiliki visi pendidikan yang ingin diraih melalui homeschooling. Setiap keluarga memilih dan mengembangkan model homeschooling yang berbeda. 

Setiap keluarga tentu saja memiliki pengalaman homeschooling yang berbeda pula.

Kami memiliki 3 anak, Yudhistira (2001), Tata (2004), dan Duta (2008). Seluruh anak kami menjalani pendidikan mandiri melalui homeschooling dan tidak pernah bersekolah. 

Berikut ini beberapa contoh kegiatan dan praktek homeschooling ala keluarga Sumardiono. 

Kegiatan yang kami tampilkan di halaman ini dipilih secara acak. Jika Anda merefresh halaman ini atau mengunjungi di waktu lain, contoh kegiatan yang ditampilkan di halaman ini kemungkinan akan berbeda dari sebelumnya.

 

Yudhis

Yudhis adalah anak tertua kami. Lahir pada 2001, Yudhis menjalani homeschooling dalam seluruh proses belajarnya hingga SMA. Yudhis telah menjalani Ujian Paket A (SD) dan Paket B (SMP).

Anda juga bisa membaca cerita pengalaman Yudhis melalui blog Dunia Yudhis

Tata

Tata adalah anak kedua kami. Lahir 2004, Tata masih menikmati dan menjalani kegiatan homeschoolingnya, baik secara mandiri maupun bersama teman-temannya di Klub Oase.

Kegiatan Tata juga dapat dibaca di blog Dunia Tata.

Duta

Duta, anak ketiga kami lahir tahun 2008. Duta sangat menyukai dunia basket. Selain itu, Duta juga sedang belajar catur dan suka masak serta bermain Minecraft.

BELAJAR HOMESCHOOLING

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.