no-sugar

Hidup Tanpa Gula, Seberapa Mungkinkah?

Pagi-pagi sudah ditag Wiwiet tentang film FED UP yang memaparkan betapa buruknya efek gula pada tubuh. Aku yakin sebagian besar orang sudah tahu tentang ini. Tapi menonton trailernya sekali lagi dan membaca artikel lanjutannya tentang betapa bahaya kecanduan gula sama bahayanya dengan cocaine membuatku kembali memikirkan seberapa mungkin sih hidup tanpa gula?

Fed Up adalah sebuah film dokumenter yang ditulis oleh Stephanie Soechtig. Film ini menyajikan bukti bahwa sejumlah besar gula dalam makanan olahan menjadi akar dari masalah obesitas yang dialami Amerika.

Beberapa bulan yang lalu, teman-teman mengajakku untuk mengikuti South Beach Diet di mana ada sebuah fase selama 14 hari kita tidak makan gula sama sekali termasuk buah-buahan. Dan itu rasanya susah sekali. Mungkin karena pola makan di rumah juga masih bertaburan gula. Apalagi aku sangat suka minum kopi instan yang manis. Tapi mungkin karena dilakukan rame-rame jadi semangat dan ternyata bisa 14 hari tanpa gula. Tapi setelah itu bagaimana?

no-sugarMungkin karena memang dasarnya keluarga kami suka makan enak, paling jauh adalah mengurangi. Kesuksesan terbesarku adalah setelah fase tanpa gula selama 14 hari itu adalah saat ini aku bisa menikmati kopi (tubruk) tanpa gula, bahkan sekarang dalam satu bulan mungkin hanya 1-3 kali menyeduh kopi instan manis. Aku pun kini bisa menikmati enaknya minum raw juice (walau masih belum berhasil menjadikan raw juice sebagai kebiasaan).

Melihat trailer tadi dan membaca (kembali) artikel seputar bahaya gula, menyadarkan kembali untuk membuat pilihan yang benar setiap makan. Sebuah hal yang sangat sulit buatku yang suka masak dan suka makan. Rasanya sih ngeri membayangkan betapa banyaknya gula yang aku konsumsi setiap hari. Apalagi budaya Indonesia yang masih dekat dengan nasi. Tapi mudah-mudahan kalau sering menyadarkan diri sendiri dengan film seperti ini, semoga suatu hari bisa sampai juga di pola makan yang lebih baik.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.