Scratch

Hari Pertama Belajar Scratch

Kemarin aku menemani Yudhis untuk belajar logika dan pemrograman dengan Scratch. Inilah pengalaman kami hari ini:

Awalnya aku download software-nya di Scratch Download. Ukuran file-nya 33 MB (3.3 MB).

Setelah itu aku langsung menginstalnya di komputer. Aku biarkan Yudhis untuk mengeksplorasinya sendiri.

Begitu di depan komputer, Yudhis langsung mencoba Scratch dan terjun bebas, klik sana-sini dan langsung menggambar seperti storyboard. Maunya bikin game perang-perangan.

Tapi dia gagal karena belum tahu bagaimana membuat animasinya berjalan, he..he.. Nggak apa-apa, terlalu semangat…

Lalu, aku beri dia ide untuk membuat proyek sederhana. Tak perlu menggambar dulu, tapi hanya menggunakan sprite (tokoh) yang sudah disediakan. Lalu, tokohnya dibikin berjalan keliling arena hingga kembali ke tempatnya.

Untuk proyek ini, dia berhasil tapi tidak puas. Gerakan tokohnya terlalu cepat dan dia tak menemukan cara mengontrol kecepatan gerakan tokohnya.

Begitulah Yudhis terus mencoba mengeksplorasi Scratch sendirian. Sementara dia terus mencoba macam-macam, aku download tutorialnya.

Ada tiga yang aku download, yaitu:
Getting Starting Guide
Scratch Reference Guide
Scratch Card

Aku langsung print ketiganya di kertas A5.

Kemudian Yudhis juga melihat tutorial Scratch:
Learning How to Make a Game

Ada satu lagi contoh game Scratch yang dilihat Yudhis, tapi aku lupa tautannya. Dari sinilah kemudian Yudhis dapat ide membuat semacam quiz. Dari proyek ini, Yudhis belajar tentang logika: IF..THEN..ELSE.. Proyek tentang quiz inilah yang kemudian dikerjakan Yudhis sampai selesai.

***

Setelah itu, Yudhis mencoba satu-persatu petunjuk yang ada di Scratch Card yang baru aku download dan print. Ada 12 kartu kecil aneka ragam contoh aplikasi Scratch. Nah… dari proses ini dia semakin mendapat gambaran tentang cara kerja Scratch.

“Wah… aku semakin ngerti sekarang, pak,” kata Yudhis. “Tapi aku sudah dulu. Aku mau baca istirahat sambil baca panduannya dulu..”

He..he.. gaya Yudhis. Dia mau baca Starting Guide dan Reference Guide Scratch yang baru aku download dan print.

**

Overall, hari ini sukses dan menyenangkan. Yudhis menikmati eksplorasi Scratch walaupun belum menguasai mainan barunya itu.

Bagaimana teman-teman yang lain. Adakah teman-teman Yudhis yang sedang belajar Scratch juga? Bagi-bagi cerita dan pengalaman donk…

Tulisan menarik lainnya

Share this post

5 thoughts on “Hari Pertama Belajar Scratch”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.