Guru dan Kupu-kupu

kupu2Kemarin aku menulis tentang seorang guru yang kasihan kepada muridnya yang tidak bisa mengerjakan soal ujian nasional. Karena rasa kasihannya, dia menolong muridnya dengan cara memberikan contekan jawaban soal ujian.

Tulisan itu mengingatkan aku tentang kisah kepompong dan kupu-kupu.

Pada suatu hari, ada sebuah kepompong yang sudah matang dan siap menjadi kupu-kupu. Pada awalnya, kepompong itu merekah sedikit dan kemudian keluarlah kepala kupu-kupu. Setelah itu, sedikit demi sedikit kepompong itu semakin merekah dan badan kupu-kupu mulai keluar dari kepompong.

Proses keluarnya seluruh badan kupu-kupu itu tak berlangsung cepat. Kupu-kupu itu terlihat susah paysh mengeluarksn badannya dari kepompong. Setiap selesai satu bagian, dia berhenti dan seolah nenghimpun tenaga untuk tahap selanjutnya. Begitu yang terjadi terus-menerus.

Seorang abak kecil melihat proses yang dialami kupu-kupu itu. Dia merasa kasihan pada kupu-kupu. Diambilnya gunting dari rumah, kemudian dirobeknya sisa kepompong yang masih belum terbuka. Ketika seluruh kepompong terbuka, dia berseru lega dan bersorak gembira karena merasa telah menolong kupu-kupu.

Tapi apa yang terjadi?

Kupu-kupu itu tak bisa terbang. Sisa badannya menggelembung. Kupu-kupu itu gagal untuk lahir sempurna. Anak kecil itu kaget dan sedih setelah mengetahui bahwa niat baik dan pertolongannya justru mencelakakan kupu-kupu.

Ternyata, proses keluar dari kepompong yang sulit itu adalah proses alam yang diperlukan untuk mengeluarkan cairan-cairan dari dalam tubuhnya. Proses itu terlihat menyakitkan, tetapi diperlukan untuk membuatnya lahir menjadi kupu-kupu yang indah dan sempurna. Pertolongan yang tidak tepat, walaupun dengan niat baik, bukan membantu tetapi justru mencelakakan.

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.