fbpx

Free Printable – Jurnal Refleksi Anak 2019

Seperti biasa, kami menjadikan momen akhir tahun sebagai momen refleksi. Kami melakukan refleksi sebagai pribadi, refleksi sebagai orangtua dalam berproses bersama anak-anak, juga melakukan refleksi bersama anak tentang proses homeschooling yang mereka lalui di tahun ini.

Evaluasi dalam Homeschooling

Dalam tradisi sistem persekolahan yang pernah kita jalani dulu pada waktu muda, setiap kali selesai melakukan pembelajaran kita menjalani proses evaluasi.

Evaluasi biasanya dilakukan dalam wujud tes yang menilai pemahaman kita tentang materi yang diberikan. Evaluasi identik dengan tes atau ujian, berlangsung dalam berbagai bentuk, mulai ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, serta ujian kenaikan kelas.

Evaluasi biasanya identik dengan penilaian terhadap hasil, dilakukan secara eksternal oleh pihak lain, biasanya oleh guru, dan hasilnya diwujudkan dalam bentuk nilai rapor yang seringkali disusun dalam bentuk peringkat atau rangking satu kelas.

Itulah bentuk evaluasi yang umum dan kita kenal di dalam sistem sekolah.

Bagaimana kalau di dalam homeschooling?

Di dalam proses homeschooling, ada 2 proses penting di ujung pelaksanaan homeschooling yaitu evaluasi dan refleksi.

Sebagaimana sistem persekolahan, evaluasi berfokus pada penilaian hasil belajar. Biasanya dilakukan dengan mengerjakan soal yang disediakan PKBM untuk keperluan pembuatan rapor. Tapi, pembuatan rapor tak hanya berdasarkan soal saja. Bahan untuk membuat rapor bisa juga disusun dari portofolio karya anak.

Berbeda dengan evaluasi di sekolah yang sangat erat kaitannya dengan rapor dan kenaikan kelas, evaluasi dalam proses homeschooling ditujukan untuk menjadi masukan peningkatan kualitas keterampilan anak.

Dengan evaluasi dari pihak luar, diharapkan anak dapat memperbaiki kualitas karyanya agar menjadi lebih baik di waktu yang lain.

Selain evaluasi, ada satu proses penting yang dilakukan dalam homeschooling yaitu refleksi.

Berbeda dengan evaluasi yang dilakukan oleh orang lain, refleksi dilakukan oleh diri sendiri. Refleksi bisa dilakukan oleh anak maupun oleh orangtua.

Dalam refleksi, tidak ada nilai yang dijadikan rapor karena tujuan refleksi bukanlah untuk mendapatkan nilai. Tujuan refleksi adalah membangun kesadaran internal tentang kualitas dan mencari feedback yang terus-menerus untuk meningkatkan kualitas, baik kualitas proses maupun kualitas hasil.

Jadi, perbedaan antara evaluasi dan refleksi terletak pada orang yang melakukannya. Evaluasi dilakukan oleh orang lain. Sedangkan refleksi dilakukan oleh diri sendiri. Evaluasi anak dilakukan orangtua atau orang lain. Refleksi anak dilakukan oleh anak, refleksi orangtua dilakukan oleh orangtua sendiri.

Membangun Budaya Refleksi dalam Homeschooling

Refleksi adalah sebuah proses yang sangat penting dalam proses homeschooling.

Mengapa proses refleksi penting bagi orangtua dan anak homeschooling? Hal mendasar dalam proses ini adalah membuat kita lebih menghargai dan memberi makna pada hari-hari yang berlalu. Selain itu, proses ini juga membuat kita:

  • Tidak tergantung pada penilaian orang lain
    Refleksi adalah proses membangun penilaian pada diri sendiri. Penilaian dalam proses refleksi akan menjadi dasar untuk pengambilan keputusan, baik untuk perbaikan proses yang sudah dilakukan maupun dalam penyusunan rencana ke depan. Proses peningkatan diri tak tergantung pada penilaian yang dibuat orang lain.
  • Belajar objektif dan tidak defensif
    Proses refleksi mendorong seseorang untuk mengkonfrontir hal-hal yang pernah dilakukan dan dialaminya. Proses ini akan membuat seseorang berani melihat proses yang dialaminya, baik keberhasilan maupun kegagalannya.
  • Mengasah keterampilan manajemen diri
    Dengan membiasakan anak melakukan refleksi, anak akan memiliki budaya dan manajemen diri yang bagus. Dia akan semakin sadar kekuatan dan kekurangannya, sehingga terus bisa berproses memperbaiki diri.

Demikian pun jika refleksi dilakukan orangtua, orangtua bisa membangun kesadaran untuk terus meningkatkan kualitas dalam proses pendampingannya terhadap anak-anak. Refleksi juga membantu kita sebagai orangtua untuk merencanakan kegiatan homeschooling di tahun/periode berikutnya agar proses homeschooling menjadi lebih lancar.

Free Printable - Jurnal Refleksi Anak 2019

Untuk memudahkan proses teman-teman membuat refleksi & merancang program homeschooling di tahun berikutnya, kami membuat kelas online Membuat Jurnal Homeschooling yang berisi teknis membuat refleksi & membuat rencana homeschooling.

Materinya berupa video petunjuk, aneka Lembar Kerja untuk orangtua dan remaja, ruang tanya-jawab dan grup Whatsapp untuk proses pembimbingan.

Khusus buat teman2 peserta Newsletter via WhatsApp RumahInspirasi, kami memberikan hadiah akhir tahun berupa materi Jurnal Refleksi untuk Anak (silakan cek pesan dari kami). Bagi yang belum mendaftar Newsletter silakan mendaftar melalui tautan berikut ini dan pastikan untuk menyimpan nomor 087877009997 dalam daftar kontak Anda. 

Newsletter Rumah Inspirasi

Informasi seputar homeschooling & parenting melalui WhatsApp

Dalam refleksi ini, anak menentukan 9 hal yang menjadi kenangan mereka di tahun 2019. Kami menyediakan 70 icon yang mungkin bisa melambangkan hal-hal yang menjadi kenangan mereka di tahun 2019, tapi kalau tidak ada selalu bisa mengambil icon dari internet atau menggambar sendiri.

Di halaman dalam anak menuliskan keterangan dari icon/gambar yang mereka pasang di bagian luar. 

Materi ini sederhana tapi dalam pengalaman kami cukup bisa memancing anak melakukan refleksi dari tahun yang hampir berakhir ini.

Tutorial Membuat Jurnal Refleksi Anak

Sebelum mulai ajak anak ngobrol tentang pentingnya melakukan refleksi buat mereka. Bantu anak mengingat momen-momen penting apa yang mereka alami di tahun ini dan apa yang penting. 

Cetak materi refleksi dalam kertas A4. 

Potong bagian A & B seperti ini. Bagian A menjadi tempat anak menuliskan keterangan. Bagian B diisi dengan icon/gambar. 

Simpan refleksi anak. Kalau aku, aku simpan refleksi Yudhis, Tata & Duta di buku jurnalku seperti ini. Mungkin ini hal sederhana untuk saat ini, tapi aku yakin suatu hari akan jadi harta berharga seperti test pack mereka dulu yang juga masih tersimpan di buku jurnal lamaku hehehehehe.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.