Expect less, get more

Salah satu sikap yang kami coba bangun dalam interaksi kami dengan anak-anak adalah berusaha memberikan porsi yang sesuai untuk mereka, tanpa membuat target rigid, terutama yang berhubungan dengan waktu pencapaian. Kami memiliki gambaran tentang standar kualitas untuk hal-hal yang mereka pelajari. Tetapi, kami tak menentukan kapan standar itu akan mereka raih.

Stimulus, Stimulus dan Stimulus

Yang kami lakukan adalah memberikan stimulus dan stimulus. Satu stimulus memicu sebuah pencapaian, disusul dengan stimulus lanjutan untuk menuju jenjang berikutnya. Kecepatan stimulusnya tergantung pada kecepatan pencapaian anak.

Model yang seperti ini ternyata cocok untuk keluarga kami. Kami lebih relaks menjalani proses belajar dengan anak-anak karena kami tak merasa terbebani. Pengetahuan tentang tujuan dan standar kualitas itu ada di kepala kami menjadi sebuah pengetahuan sadar, tetapi tak membebani hati kami. Dengan sikap pandang ini, kami bisa menularkan energi relaks dan bahagia kepada anak-anak.

Karena membawa energi bahagia dan bukan pressure/stress pada anak-anak, kami melihat anak-anak juga menjadi senang dan semangat beraktivitas/ belajar. Daya tahan (endurance) mereka untuk berkegiatan menjadi tinggi.

Kondisi ini tak selalu sempurna dan tak selalu berjalan seperti itu. At least, kesadaran itu ada pada kami  dan kami berusaha untuk kembali ke posisi itu kala kami tiba-tiba tersadar sedang kusut yang energinya menular pada anak-anak.

**

Fokus pada Kualitas Stimulus, bukan Target

Dengan lebih berfokus pada stimulus (dan bukan pada ekspektasi hasilnya), ternyata yang terjadi bukan hasil yang rendah. Tapi justru sebaliknya, hasilnya menurut kami efektif. Mungkin ini terjadi karena anak-anak melakukan aktivitasnya dengan gembira sehingga efektivitas proses penyerapannya menjadi tinggi.

Sebagai contoh sederhana, kami tak pernah punya program khusus untuk belajar membaca bagi anak-anak. Kami tak mengajari mereka membaca sejak bayi sebagaimana yang dilakukan dalam metode Glenn Doman. Tetapi, kami menggunakan berbagai aktivitas yang terintegrasi dalam proses sehari-hari.

Kami tak memberikan target kapan anak-anak bisa membaca. Yang kami lakukan hanya membangun lingkungan yang kondusif, memberikan stimulus dan stimulus, bermain dan bermain. Ternyata, Yudhis dan Tata mulai bisa membaca sekitar umur 4 tahun, lebih cepat dari perkiraan kami, yaitu 6-7 tahun seperti anak-anak pada umumnya.

Hal ini berlaku juga untuk hal lainnya. Misalnya, dalam peningkatan kemampuan mereka berbahasa Inggris, belajar teknologi, matematika, ketrampilan, dan lainnya.

**

Sudut pandang dan pendekatan ini cocok untuk keluarga kami.  Tapi jangan lupa, tiap keluarga mempunyai gaya dan cara yang berbeda-beda. So, jangan lupa mencari yang sesuai untuk keluarga Anda.

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

2 thoughts on “Expect less, get more”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.