IXL-K1-Duta

Duta Menyelesaikan IXL Math K-1

Beberapa hari yang lalu Duta menyelesaikan kegiatan belajar matematika di IXL Math untuk kelas satu (K1). Siangnya Duta datang kepadaku.

“Aku dapat hadiah apa? Kemarin waktu Tata selesai, Tata dapat es krim, ” kata Duta menagih hadiah kepadaku, padahal kami tak ada kesepakatan tentang hadiah ini.

Hehehe.. aku tersenyum melihat tingkah Duta yang selalu minta diperlakukan sama dengan kakak-kakaknya.

Jadilah sore itu kami membeli es krim. Bukan hanya Duta yang mendapat es krim, tapi Tata yang menemani Duta juga mendapat es krim. Dan Duta tak mempersalahkan Tata yang juga mendapat es krim.

IXL-K1-Duta

***

Proses Duta menyelesaikan latihan matematika di IXL ini bukan jalan yang singkat dan mudah. Prosesnya berkelok-kelok sebelum akhirnya Duta menyelesaikannya semua.

Selama proses belajar matematika di K1, Duta menyelesaikan 6518 soal matematika yang terdiri 191 skills, mulai counting number and number pattern, addition, subtraction, estimation, place values, geometry, spatial sense, data and graph, time, money, dan sebagainya.

Ada beberapa pelajaran yang kami ambil dari proses Duta ini.

a. Pendampingan adalah keharusan

Proses belajar matematika menggunakan matematika online bukanlah sebuah proses online untuk mendidik anak menjadi pembelajar mandiri. Ada peran orangtua yang sangat krusial, terutama di awal proses saat anak mulai belajar menggunakan materi online seperti IXL.

Peran paling krusial adalah orangtua harus mencoba dan memahami dulu proses menggunakan materi online (dalam hal ini IXL Math). Pengetahuan tentang proses ini yang ditransfer kepada anak dengan menyertakan sudut pandang keasyikan menggunakan tools ini.

Hal krusial berikutnya adalah kehadiran orangtua. Orangtua perlu hadir dan menemani proses anak-anak. Dalam pengalaman kami, setiap waktu belajar anak perlu ditemani sekitar 15 sampai 30 menit.

b. Komitmen bersama orangtua dan anak

Yang kami lakukan bersama Duta dalam proses belajar IXL Math ini adalah mengintegrasikan dengan jadwal kegiatannya. Pada awalnya, pada saat Duta sedang bersemangat dia memasukkan jadwal IXL setiap hari. Tetapi beberapa bulan setelahnya, ketika dia mulai menemui soal-soal yang sulit, Duta mengubahnya menjadi 2 hari sekali.

Karena jadwal belajar IXL Math menjadi komitmen bersama, tugasku adalah menemani dan mengingatkan. Jika Duta lupa, aku mengingatkan dia tentang kewajibannya ini. Tapi ada kalanya aku lupa mengingatkan karena kesibukan pekerjaaan. Saat tiba-tiba ingat, ya kami kembali lagi
komitmen bersama. Pokoknya berusaha maju terus.

c. Mulai belajar dari materi yang mudah

Saat mendampingi Duta, tugas utamaku adalah memilihkan materi yang “mudah” atau “menantang” buatnya. Pengalaman pertama dan kesan utama yang perlu dibangun adalah “proses belajar ini gampang dan asyik”. Jadi kepercayaan diri anak menempati tempat sangat tinggi dalam proses balajar ini.

Kalau ada bagian yang terlalu susah, aku lewati dan mencari materi yang kira-kira bisa dikerjakan Duta. Sedikit demi sedikit, Duta meningkat pemahamannya dan semakin siap mengerjakan soal yang lebih sulit.

d. Membantu dan memberi contoh praktis

Untuk soal-soal yang belum difahaminya, aku mengajarinya dengan menggunakan benda-benda sekitar, misalnya koin atau contoh keseharian yang cukup dikenalnya.

Untuk soal cerita, aku melakukan penceritaan ulang (paraphrase) menggunakan kalimat sederhana yang kira-kira bisa difahami oleh Duta.

e. Belajar konsisten walau harus berkelok-kelok

Proses belajar yang dialami Duta panjang dan berkelok-kelok. Prosesnya tak berurutan seperti anak sekolah. Kadang Duta pindah chapter. Saat macet, Duta pindah ke materi kelas 2, bahkan kelas 3 pada bagian yang lebih mudah.

Buatku, yang penting maju terus dan tidak berhenti. Kalau sudah berhenti, jalan laginya lebih susah dan membutuhkan energi lebih besar. Dan jika aku sudah lebih longgar dari kesibukan kerja, aku menemani Duta menyelesaikan soal-soal yang dianggapnya sulit.

f. Pilih alat yang sesuai dengan anak

IXL Math adalah salah satu tools untuk belajar matematika. Banyak cara belajar dan alat belajar yang bisa digunakan. Jika anak Anda tak cocok dengan IXL Math, bukan berarti anak Anda bodoh atau lemah di bidang matematika. Mungkin hanya belum menemukan alat belajar yang cocok dengan dia. Atau, bisa jadi sang anak memang belum siap mempelajarinya.

So, take it easy. Jangan terlalu terbeban jika anak Anda tidak cocok dengan IXL. IXL Math adalah alat belajar menggunakan komputer dan agak abstrak. Jika anak Anda butuh benda konkret, maka Anda perlu mencari sarana belajar lain yang lebih sesuai.

Ingin belajar menggunakan IXL Math? Silakan tinggalkan pesan di bawah.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

92 thoughts on “Duta Menyelesaikan IXL Math K-1”

  1. Selamat siang…
    Pak Aar dan Bu Lala yang baik,
    saya dulu pernah gabung ixl math bersama rumah inspirasi…
    kemudian sempat vacum, karena anak saya (isam, 7,5thn) waktu itu ga mau
    sekarang dia semangat lagi, mau daftar ixl math lagi…
    mohon saya beri info apabila sudah dibuka pendaftarannya…
    kl bisa via WA saja ya (085103134911) , karena saya sekarang jarang online
    Kurang lebihnya saya mohon maaf dan terima kasih

    Salam
    Handi Suseno – Gresik

  2. Mas Aar, saya mau memulai konsep homeschooling untuk anak saya umur 6thn 3 bulan.. mohon informasinya mas. Terimakasih

  3. Pak…, boleh mohon info ttf ixl math? Anak saya usia 7,5 tahun…, saya mau pindahin anak saya dr sd formal ke homeschooling, terimakasih

  4. Selamat pagi mas Aar, anak saya homeschool sekarang usia 6 & 9 tahun mau daftar untk belajar dg ixlmath mohon info nya mas,

  5. Siang Pak Aar,
    Mohon info terkait ixl math, saya tertarik dengan konsep belajar math ini untuk anak saya 4,5 tahun. Terima kasih banyak atas atensinya

  6. Bunda kalau hendak gabung gmna caranya d ixl? Satu kali join bisa untuj berapa murid bunda? Mendapat fasilitas apa saja yg bisa d akses? Makasih bunda.. marissa wa di 0818399948 thank u

  7. Venny puspitasari

    Salam pak Aar,
    Saya ingin mendaftarkan anak saya umur 7th untuk ikut ixl dan readingeggs. Mohon infonya..terima kasih

  8. Mas, saya berminat untuk mendaftarkan anak saya ikut reading eggs dan ixl math….caranya gmana mas? Terima kasih

  9. Murdahlena Dwi Putri

    Salam kenal pak Aar…Anak saya umur 7th agust nanti, tdk mau sekolah dan agak lambat bicara (skrng masih ada jg ucapan yg kurang jelas) bisakah dia ikut readingeggs, trimakasih.

  10. Pak Aar,
    saya ingin ikut mendaftar untuk Reading Eggs, Reading Eggspress dan IXL.
    Mohon bantuan untuk diemail prosedurnya.

    Sekalian barangkali bapak tahu apakah untuk IXL saya bisa gabung tapi tetap melanjutkan akun IXL sebelumnya yg sedang Grade 3 namun expired bulan Mei lalu. Saya sedang tanyakan juga ke bagian support namun belum ada jawaban.

    Terimakasih,
    -dewi-

    1. @Dewi: pendaftaran bisa dilakukan. Silakan cek email.
      Akun IXL Math setahu saya tidak bisa ditransfer, apalagi akunnya sudah expired. Jadi, akan dibuat akun baru.

  11. Pak Aar,
    Anak kami umur 6th.
    saya ingin ikut mendaftar untuk Reading Eggs, Reading Eggspress dan IXL.
    Mohon bantuan untuk diemail prosedurnya.

  12. Ini buat anak umur berapa ya? Anak saya 3tahun. Apakah anak harus bisa lancar membaca dulu? Atau hanya perlu dampingan org tua untuk translate?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.