kue

Duta dan Komunikasi

kueSeminggu terakhir aku perhatikan Duta semakin banyak mengucapkan kata-kata sederhana. Seperti “ba-a-a” untuk bapak Aar, “titing” untuk bude Titing, “cici” untuk bude Cici dan hari ini ada dua kata yang lebih jelas, yaitu “mandi” waktu dia sedang mandi dan “sedikiiiit” waktu Duta minta kue ke Mayang (oma Sayang).

Jadi ceritanya.. seperti biasa, setiap kali Duta berkunjung ke Mayang (tanteku yang terkena sakit kanker payudara stadium lanjut) yang saat ini hanya bisa tiduran saja di tempat tidur, Duta pasti minta makanan. Dan malam ini Duta melihat ada sebungkus kue di sebelah  Mayang. Lalu dengan sedikit merajuk Duta minta kue itu ke Mayang.

Awalnya Mayang bilang, “jangan.. itu punya Mayang”, trus Duta bilang “sedikiiiiiit” sambil tangannya maju meraih kue dari tangan Mayang. Trus Mayang bilang lagi, “Besok aja ya..”, eeh Duta jawab lagi, “sedikiiiiiit”.. karena itu terjadi berulang-ulang akhirnya Mayang nggak tega dan memberi Duta setengah potong kue, “Nih sedikit aja ya”. Haap.. sepotong kue itu langsung masuk mulut Duta, trus dengan tampang memelas Duta kembali menatap Mayang, “sedikiiiiiiit”.. Dapet lagi deh 2 potong kue.. hehehehe

Tulisan menarik lainnya

Share this post

1 thought on “Duta dan Komunikasi”

  1. Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul ” Duta dan Komunikasi “.
    Saya juga mempunyai E-book yang Pengertian Komunikasi/Definisi Komunikasi judul artikel yang anda buat. E-book Komunikasi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.