Demi Waktu

Demi Waktu

Demi WaktuSeperti biasa, kalau lagi padet begini waktu serasa berjalan cepat.. terlalu cepat malah. Serasa 24 jam dalam sehari itu tidak cukup untuk merampungkan apa-apa yang direncanakan. Apalagi aku sedang berusaha untuk menikmati segala momen, means.. berusaha untuk secara 100% mencurahkan energi, rasa dan perhatian pada satu kegiatan di satu waktu. Hal ini banyak bagusnya, tapi ada juga efek sampingnya, banyak hal yang terdelay.. tertunda karena keasikan menikmati satu kegiatan.

Yah, namanya juga sedang belajar. Masih belum balance, masih belum sempurna antara menikmati momen dengan menepati schedule. Saking cepatnya waktu berjalan, kadang fesbukan (lewat hp) aja nggak sempet.. hehe..

Kalau lagi begini kadang-kadang aku merasa jadi egois, karena sepertinya waktu dan energiku habis untuk mengurusi keluargaku saja. Sementara di luar sana banyak orang yang sedang kesulitan terkena musibah bencana alam. Rasanya ingin berbuat sesuatu untuk mereka. Rasanya ingin berbuat sesuatu lebih dari sekedar menyumbangkan uang, rasanya ingin lari ke tempat-tempat itu dan berbuat sesuatu. Tapi boro-boro melakukan hal-hal seperti itu. Mendapatkan waktu untuk diri sendiri saja rasanya mahal sekali…

Demi waktu yang tak pernah kembali..
Tuhan, ajarilah hamba untuk dapat memanfaatkan setiap detik yang Kau berikan pada hamba dengan sebaik-baiknya.
Ajarilah hamba untuk selalu pandai bersyukur atas setiap berkah yang Kau sampaikan pada hamba.
Mampukanlah hamba untuk mengembalikan setiap kebaikan yang sampai kepada hamba kembali kepada semestaMu.
Amin

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.