Yudhis-GameMaster-KDM600px

Belajar menjadi relawan boardgame

Homeschooling saat anak remaja sedikit berbeda dengan saat mereka usia Sekolah Dasar dan preschool. Saat usia remaja, kegiatan banyak berkaitan dengan pengembangan diri, menekuni hal-hal yang menjadi minat anak dan akan dijadikan modal untuk berkarya di masyarakat.

Semakin banyak usia, anak-anak remaja juga memiliki kesempatan makin besar untuk terpapar dengan dunia nyata, khususnya yang terkait dengan dunia profesi dan kemasyarakatan.

Dalam pengalaman kami, beberapa jenis kegiatan pembelajaran di dunia nyata anak remaja homeschooling antara lain dilakukan melalui proses magang, shadowing, menjadi relawan, dan service learning.

(c) Photo by Yayasan KDM

Membangun jejaring di komunitas Boardgame

Salah satu kesukaan Yudhis saat ini adalah boardgame. Dia suka bermain boardgame dan kemudian mulai aktif mencari “play day”, hari bermain boardgame bersama para pemain antusias boardgame.

Proses ini membuat Yudhis berkenalan dengan para boardgame designer dan komunitas boardgame di Indonesia. Mereka, biasanya para pekerja muda, menjadi teman bermain sekaligus mentor bagi Yudhis yang usianya jauh lebih muda.

Selain itu, Yudhis juga merintis komunitas boardgame bersama Zaky Mubarak dan Kaysan yang diberinama Paradox Boardgame Club (Paradox BGC). Walaupun didirikan oleh 3 anak homeschooling, kegiatan Paradox bisa dihadiri oleh siapapun. Paradox biasanya mengadakan kegiatan di Taman Baca Garasi, rumah Kaysan, di daerah Perumahan Jatinegara Baru, Jakarta Timur.

(c) Photo by Yayasan KDM

Belajar menjadi relawan

Kegiatan bermain di komunitas boardgame dan perkenalan dengan para boardgame designer membuka peluang-peluang baru bagi Yudhis. Salah satunya adalah peluang menjadi relawan.

Hari Minggu, 28 Januari 2018, Yudhis bersama 3 temannya (Zaky, Kaysan, dan Sarah) mendapatkan kesempatan untuk menjadi relawan dalam kegiatan bermain game bersama anak jalanan di daerah Bekasi. Kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka ulang tahun Yayasan KDM, sebuah LSM yang bergerak dalam pemberdayaan anak-anak jalanan.

(c) Photo by Yayasan KDM

Dengan pengalaman menjadi relawan, kami berharap Yudhis terpapar dengan dunia nyata dan kegiatan sosial yang akan memperkaya hidupnya, menguatkan keterampilannya untuk melayani orang lain serta berkontribusi untuk kebaikan.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.