evaluation - self assesment

Belajar Menilai Diri Sendiri (Self Assesment)

Salah satu hal penting dalam menyiapkan anak-anak menjadi pembelajar mandiri adalah ilmu dan keterampilan berkaitan dengan diri (self management). Diantara unsurnya adalah kemampuan menilai diri sendiri.

Masih cerita tentang pergantian tahun, beberapa waktu yang lalu kami bersama-sama melakukan evaluasi kegiatan belajar anak-anak selama 2015.

Langkah yang kami lakukan adalah:

evaluation - self assesment
(c) imeimage.com

***

Rangkuman Kegiatan Tahunan

Pada awal Desember, kami meminta Yudhis dan Tata untuk mulai membuat ringkasan kegiatan yang mereka lakukan sepanjang tahun 2015. Lala menyarankan Yudhis & Tata menggunakan Realtime Board untuk membuat rangkumannya. Realtime Board dipilih karena bersifat visual dan cukup mudah digunakan anak-anak.

Proses membuat ringkasan dan menggali kegiatan yang dijalani selama 1 tahun tentu bukan sebuah hal yang mudah. Banyak hal yang sudah dilupakan. Proses ini menjadi lebih bagi Yudhis dan Tata karena mereka memiliki blog Dunia Yudhis dan Dunia Tata untuk mencatat blognya.

Presentasi Kegiatan Tahunan

Setelah menyelesaikan proses membuat rangkuman, Yudhis dan Tata kemudian bergantian melakukan presentasi berdasarkan materi yang sudah mereka buat. Kami hadir semua di
dekat komputer. Ada aku, Lala, Yudhis, Tata dan Duta.

Dalam proses evaluasi, kami menanyakan dan mengeksplorasi pengalaman mereka:

  • bagaimana kesanmu?
  • apa yang kamu rasakan?
  • pengetahuan/pelajaran apa yang kamu peroleh?
  • menurutmu bagaimana?
  • dst

Penilaian Terhadap Diri Sendiri

Pada bagian terakhir, kami mengajukan beberapa pertanyaan kepada Yudhis dan Tata berkaitan dengan refleksi mereka terhadap dirinya sendiri selama 1 tahun. Beberapa
pertanyaan yang kami ajukan:

  1. Apakah kamu merasa sudah bekerja keras sepanjang tahun ini?
  2. Apakah waktumu sudah terkelola dengan baik?
  3. Apakah target-target yang kamu tetapkan sudah tercapai?
  4. Bagaimana perkembangan lifeskills-mu selama tahun ini?
  5. Seberapa sering kamu punya inisiatif sendiri tentang kegiatan & proses belajar yang ingin kamu lakukan/ketahui/kuasai?
  6. Apakah kamu merasa cukup kreatif dalam kegiatan dan pekerjaan-pekerjaanmu?
  7. Bagaimana kualitas output yang kamu hasilkan?
  8. Overall bagaimana melihat dirimu sendiri? Kamu nyaman? Puas? Ada yang perlu diperbaiki?

Untuk setiap pertanyaan, selalu ada pertanyaan lanjutan: berapa kamu menilai dirimu sendiri dalam skala 0-10? Mengapa kamu memberikan nilai itu?

Setelah Yudhis dan Tata menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kami memberikan feedback kepada mereka. Inti feedback-nya adalah memberikan apresiasi, semangat, dan
mengingatkan hal-hal tertentu yang menurut kami penting diperhatikan.

Terakhir, kami menanyakan: sebutkan 5 momen yang membuat dirimu bangga (proud moment).

Tulisan menarik lainnya

Share this post

5 thoughts on “Belajar Menilai Diri Sendiri (Self Assesment)”

    1. Tergantung kesiapan anak mbak. Semakin kecil, semakin sederhana prosesnya. Yang penting diulang-ulang terus prosesnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.