rockstar-vs-sparkle

Belajar kompetisi melalui pertandingan basket

Kompetisi bukan masalah yang terlalu penting dalam model homeschooling yang kami jalani. Hal yang lebih penting daripada kompetisi mengalahkan orang lain adalah kemampuan berkompetisi dengan diri sendiri dan kolaborasi.

Walaupun begitu, kami tidak alergi dengan kompetisi. Sesekali anak-anak terlibat dalam kompetisi untuk mengenalkan mereka dengan salah satu mekanisme sosial yang ada dalam kehidupan.

Tentang kompetisi, kami sudah pernah membuat posting tentang kompetisi:

 

Pertandingan Basket

rockstar-vs-sparkle

Saat ini, salah satu pintu bagi kami untuk memperkenalkan kompetisi adalah pertandingan basket. Yudhis dan Tata masuk sebagai anggota tim basket Rockstar Gym. Hari minggu yang lalu (7/12) mereka melakukan latih tanding (sparring) pertandingan basket melawan tim Sparkle, runner up kejurda basket kelompok umur DKI tahun lalu.

Ini adalah pengalaman pertama bagi Yudhis dan Tata mengikuti kompetisi dalam bentuk pertandingan antar-tim. Menurut pelatih basket, proses ini merupakan persiapan untuk kejurda basket kelompok umur bulan Januari yang akan datang.

Selain Yudhis dan Tata, ada beberapa anak homeschooling lain yang ikut tim basket ini. Ada Husayn, Difi, dan Dilan.

***

Mengutip kata Irma Nugraha tentang homeschooling, sosialisasi, dan kompetisi:

“Apakah kalau tidak sekolah berarti anak tidak tahan banting akibat lingkungan yang selalu bersahabat dan tanpa kompetisi?

Oh kalo itu mah, tinggal dibawa ke tempat yang dimaksudkan untuk bertanding dan berkompetisi.

Btw, imho belajar bukanlah kompetisi, jadi sekolah harusnya tidak dimaksudkan sebagai tempat berkompetisi. Ketika belajar, anak2 harus dibiasakan untuk berbagi dan saling mendukung, bukan mengalahkan anak lain di kelompoknya.”

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.