Belajar Budaya Toleransi dan Apresiasi

Natal2012cSalah satu nilai-nilai yang kami ajarkan kepada anak-anak adalah keterampilan sosial untuk berhubungan dengan orang lain. Dalam konteks sosial, anak-anak bukan hanya belajar tentang kelompok yang sama dengan mereka, tetapi juga belajar tentang kelompok yang berbeda dengan mereka.

Bagaimana menyikapi perbedaan? Kami mengajarkan dua prinsip utama kepada mereka, yaitu toleransi dan apresiasi.

Toleransi dalam konteks berarti menanamkan nilai bahwa perbedaan (keyakinan, agama, pendapat, politik, suku, dll) adalah hal yang wajar di dalam kehidupan. Perbedaan dilihat dalam sudut pandang setara. Identitas yang satu tak lebih baik atau lebih buruk daripada yang lain. Seseorang lebih baik atau lebih buruk karena perbuatannya, bukan karena identitasnya.

Selain toleransi, nilai-nilai yang kami tanamkan kepada anak-anak adalah apresiasi. Di dalam perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat, selalu ada hal yang bisa kita pelajari dari yang berbeda dengan kita. Orang yang berbeda dengan kita pasti memiliki kebaikan & kelebihan. Apresiasi adalah kesediaan melapangkan hati dan kerendahan hati untuk melihat hal-hal positif itu.

Kami berharap, anak-anak selalu merasa nyaman bergaul dengan siapapun. Dan siapapun merasa nyaman bergaul dengan mereka. Itu adalah bagian dari kedewasaan iman dan kemampuan mereka membawakan diri secara sosial.

***

Kami beruntung memiliki keluarga yang toleran sekaligus beragam. Keberagaman menjadi ruang belajar yang bagus dan mudah untuk anak-anak. Tak perlu teori dan doktrin, anak-anak bisa belajar melalui praktek keseharian yang mereka lihat dan rasakan.

Seperti yang terjadi kemarin. Tanggal 24 Desember menjadi hari berkumpul di rumah salah satu keluarga yang merayakan Natal. Anak-anak bertemu Eyang, Om, Tante, dan para sepupunya. Pada saat bersamaan, mereka belajar tentang Natal. Mereka belajar dan merasakan suasana Natal sebagaimana mereka belajar dan merasakan suasana Idul Fitri di waktu yang lain.

Natal2012a

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.