Be;ajar Bisnis dengan Game Monopoly

Belajar Bisnis dengan Game Monopoly

Belajar Bisnis dengan Game MonopolyBelajar bisnis bisa dengan game. Sediakan papan permainan Monopoly, anak-anak pasti menikmatinya. Mereka bisa bermain game dan sekaligus belajar bisnis, matematika, dan logika.

Sebagaimana yang dilakukan Yudhis, Tata, dan Abby semalam. Mereka tiba-tiba menggelar papan Monopoly dan kemudian memainkannya bertiga di tempat tidur. Yang menarik buat kami semalam, anak-anak tak menggunakan dadu karena dadunya hilang entah di mana. Tapi mereka menggunakan program dadu yang dibuat Yudhis dari proses belajar pemrograman Java yang saat ini sedang ditekuninya.

Dari permainan Monopoly ini, anak-anak mulai belajar bisnis dengan cara sederhana. Mereka belajar menghitung uang, belajar bisnis properti, belajar tentang aturan main, dan tentu saja belajar strategi untuk memenangkan permainan ini. Walaupun kelihatannya sepele, mereka bisa belajar bisnis dengan memahami dan mensimulasikan prosesnya melalui cara yang menyenangkan.

***

Saat bermain Monopoly tadi malam, anak-anak melakukan permainan ini sendiri. Kami berada di ruang sebelah dan hanya menjenguk sebentar melihat kegiatan mereka. Sepanjang permainan, mereka tertawa-tawa bersama sambil menikmati permainannya. Proses kegiatan bermain game ini dipimpin oleh Yudhis dan Abby yang sudah memahami aturan permainan game Monopoli, sementara Tata ikut bermain sambil  belajar memahaminya.

Kegiatan ini sederhana. Anak-anak tidak belajar bisnis betulan. Yang mereka lakukan memang bermain Monopoly. Tetapi dalam pandangan kami, kegiatan bermain itu juga termasuk kegiatan belajar yang tak kalah pentingnya dengan kegiatan mengerjakan soal matematika di buku atau komputer. Bukan hanya belajar bisnis, banyak aspek yang bisa dipelajari anak-anak melalui game Monopoly.

***

Kami memang tak rigid dalam memandang proses belajar.

Dalam pemahaman kami tentang proses belajar, belajar itu  tak harus dengan cara serius (diam, mengernyitkan kening). Kriteria efektivitas belajar bukan terletak pada apakah prosesnya dilakukan dengan serius/tegang atau gembira. Belajar bisa dilakukan dengan bersenang-senang. Menurut kami, yang penting adalah pengalaman pembelajaran apa yang bisa diperoleh anak-anak. Justru, kalau proses belajarnya santai dan menyenangkan, proses penyerapan yang diperoleh bisa jadi  jauh lebih banyak daripada kalau proses belajar dilakukan dengan tegang dan membosankan.

 

Tulisan menarik lainnya

Share this post

1 thought on “Belajar Bisnis dengan Game Monopoly”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.