Belajar Bersyukur

Kemarin Yudhis mendekati Lala yang sedang menggoreng kentang di dapur. Aku kebetulan sedang berada di dekatnya.

“Bu, boleh bagi kentangnya?” tanya Yudhis melihat kentang goreng hasil kupasan dan potongan sendiri yang baru selesai digoreng. Kebetulan Lala sedang ingin makan kentang goreng. Tadi Yudhis ke toko dekat rumah untuk mencari kentang beku siap goreng, tapi sedang kosong.

“Boleh..,” kata Lala sambil meneruskan membuat masakan untuk makan siang.

Yudhis mengambil beberapa potong, memakannya, dan kemudian berkomentar,”Wah… kentangnya enak, Bu.”

“Bagus, Dhis,” kata Lala mengapresiasi Yudhis. “Itu namanya bersyukur.”

“Memang enak, kok..,” kata Yudhis. Padahal, kentang itu adalah kentang biasa. Dan rasanya pasti lebih enak kentang beku yang mirip di restoran cepat saji. Tapi Yudhis tak membandingkan kentang sederhana itu dengan kentang lain yang lebih enak. Dia tak berkomentar negatif. Bahkan, dia memujinya. Buat kami itu adalah sebuah nilai lebih yang sangat pantas diapresiasi.

“Iya… itulah yang dinamakan bersyukur. Selalu berterima kasih atas apapun yang ada di hadapan kita,” imbuh Lala.

Aku yang mendengar percakapan antara Yudhis dan Lala menambahkan dengan pujian, “Bagus, Dhis!”

“Kalau kamu melihat segala sesuatu yang ada di hadapanmu dengan penuh syukur, kamu akan selalu bahagia,” aku mendekat sambil mengusap kepalanya dan berjalan melewatinya. “Percayalah! Kalau kamu selalu melihat hal positif pada semua yang diberikan Tuhan kepadamu, kamu tak akan pernah susah seumur hidupmu. Itulah hal sederhana yang menjadi kunci kebahagiaan dan sering dilupakan orang.”

***

Percakapan itu hanya berjalan sebentar, tak sampai 5 menit. Kami melihat momentumnya, kami memanfaatkannya untuk meneguhkan nilai-nilai moral yang ingin kami ajarkan kepada anak-anak. Peneguhan itu berupa pujian, apresiasi, dan bahasa non-verbal lainnya untuk menunjukkan bahwa kami menyukai sikapnya.

Inilah diantara proses belajar dalam pendidikan karakter di rumah yang berjalan sepanjang waktu, selama bertahun-tahun, selama anak berada didikan kita.

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

4 thoughts on “Belajar Bersyukur”

  1. Assalamu’alaikum, Terimakasih untuk semua konten rumah inspirasi, semuanya bermanfaat dan menjadi bahan masukan buat blog baru saya. Mohon supportnya.

  2. suka..bgt baca postingan mas Aar dan Mb lala, selalu menginspirasi dan mengingatkan saya untuk selalu berinteropeksi. interaksi dgn anak2 memang membutuhkan kesabaran yg luar biasa dan sebagai orang tua justeru kita harus terus belajar dan belajar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.