Angkutan Kejujuran

Ini sudah yang kesekian kalinya aku naik metromini yang tidak punya kenek alias semua penumpang membayar langsung ke pak supir.

Metromini sejatinya memiliki kenek karena bentuknya yang besar dan panjang dengan 2 pintu sangat memudahkan orang keluar masuk sesukanya tanpa membayar.

Tapi metromini arah Tebet ini menurutku unik karena supirnya dengan berani bawa mobil tanpa kenek. Bagaimana kalau ada orang yang langsung turun? Pak supir pasti tak akan bisa berbuat apa-apa karena sibuk menyupir.

Belum lagi kalau ternyata ada yang membayar tidak sesuai tarif. Pakai kenek saja terkadang aku masih mendengar keneknya bilang “kurang pak, seribu lagi”. Lha ini bagaimana?

Ternyata, dari sekian kali aku naik metromini tanpa kenek ini, aku mendapati bahwa semua (paling tidak sepanjang pengamatanku) penumpang membayar ke pak supir. Bahkan kelihatannya si supir tidak terlalu peduli kalau uangnya kurang. Dia mengembalikan uang kalau jumlahnya lebih. Tapi kalau ada yg membayar kurang dia terlihat pasrah saja.

Hebat sekali, batinku. Waktu awal duduk di metromini seperti ini aku pikir mungkin keneknya lagi sakit. Tapi kalau sering seeperti ini, menarik juga menyimak kepasrahan sang supir metromini dalam mencari rezeki.

Dibalik kesederhanaannya, dia pasti seorang pekerja keras yang menyerahkan jalan rezekinya sepenuhnya pada Tuhan.

Aku juga kagum dengan para penumpang metromini ini. Di tengah kota Jakarta yang konon rentan dengan kejujuran ternyata masih banyak orang-orang yang tak mau mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Mendadak hatiku hangat oleh harapan bahwa suatu hari bangsa ini akan kembali dipenuhi orang-orang yang jujur. Semoga…

IMG_4661.JPG

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

1 thought on “Angkutan Kejujuran”

  1. Betul bu, sering juga ketemu metromini seperti itu. Ada juga elf 56 yang jurusan cileungsi-uki dimana para penumpangnya saling mengumpulkan ongkos untuk kemudian diberikan ke supirnya. Bentuk kerja sama yang sudah jarang di kota besar dan tanpa sadar memunculkan interaksi di antara penumpang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.