Kejurda-catur-Duta01

Anak Bertanding, Bapak Gemeteran

Menemani anak bertanding ternyata benar-benar menguras emosi dan energi. Walaupun berusaha tampil cool, hatiku deg-degan dan kakiku gemeteran karena tegang setiap melihat Duta bertanding catur.

***

Kejurda Catur DKI 2017

Kejurda Catur DKI 2017 diselenggarakan di Wisma Catur KONI DKI, Jakarta Pusat pada 8-9 Juli 2017. Duta mengikuti pertandingan kelompok umur 9 (KU-9) dengan jumlah peserta 22 anak.

Di hari pertama Kejurda Catur DKI Duta berhasil meraih 1.5 poin dalam permainan dua babak karena menang sekali dan draw sekali.

Di hari kedua, Minggu (9.7.2017) pertandingan dilanjutkan dengan permainan 4 babak yang dimulai sejak pukul 11.00.

Pertandingan Catur yang Ketat

Karena berhasil menahan seri Baren di babak pertama dan mendapatkan poin 1.5, Duta memulai pertandingan hari kedua dengan ceria.

Keceriaan dan ketenangan Duta terbawa dalam meja pertandingan. Dua babak pertama berhasil dimenangkannya sehingga Duta mendapatkan 2 poin menjadi 3.5. Dua babak terakhir berlangsung dengan ketat dan dramatis.

Dengan kemenangan 2 kali berturut-turut, Duta terangkat hingga bertanding di meja satu dengan unggulan pertama, Riza Raditya Rieko, karena sama-sama memegang skor 3.5. Dalam pertandingan yang ketat, Duta kalah strategi dan pengalaman hingga akhirnya kalah.

Yang lebih menegangkan adalah babak terakhir. Nilai para pemain sangat ketat. Jika menang, Duta bisa berada di peringkat 2-4 (tergantung hasil pemain lain). Tapi jika kalah, Duta berada di peringkat 7.

Di pertandingan terakhir, Duta berhadapan dengan Morado Simanjuntak, teman sebaya Duta yang sudah malang melintang dalam kompetisi catur. Pertandingan juga berlangsung dengan ketat. Memegang bidak putih, Duta & Morado bermain hati-hati dalam opening hingga middle game. Setelah melakukan pertukaran bidak karena saling memakan, Duta sempat memiliki keunggulan posisi. Tapi dengan pengalamannya Morado berhasil membalikkan kondisi sehingga akhirnya Duta mengajukan tangan berjabat tangan pertanda menerima kekalahan karena melihat posisi rajanya sudah tak dapat lagi diselamatkan.

***

Lesson Learned

Kekalahan itu menyedihkan dan menyakitkan. Tapi kita tak boleh hancur karena kekalahan. Seperti nasihat Winston Churchil, “Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.”

Itu adalah salah satu proses mental penting yang dipelajari Duta hari ini. Isunya bukan hanya sekedar kalah (atau menang), tetapi bagaimana menyikapi kekalahan.

Setelah kekalahan pertama melawan Riza, Duta sangat sedih. Sebagai pendamping, aku hanya mengajukan pertanyaan tentang apa yang dirasakan Duta dan memberinya ruang untuk bersedih. Setelah makan buah dan makanan kecil yang dibawa dari rumah, Duta kembali happy dan siap bertanding.

Setelah kekalahan kedua melawan Morado, Duta juga sedih sekali. Dia ingin pulang naik taksi, tapi aku menguatkan Duta dengan mengingatkan hal-hal yang membahagiakan hatinya seperti bonus 2 jam bermain Minecraft karena sudah menang dua kali. Kami tetap pulang denagn jalan kaki dan naik Trans Jakarta. Di Trans Jakarta, Duta sudah tenang dan bisa mengobrol dengan santai.

Kebahagiaan semakin bertambah karena sesampai rumah Duta langsung bermain Minecraft 2 jam hasil perjuangannya hari ini… 🙂

Tulisan menarik lainnya

Share this post

3 thoughts on “Anak Bertanding, Bapak Gemeteran”

  1. Mantep, seneng liat cara memotivasi Duta. apalagi tetap pulang jalan kaki n naek trans. konsisten banget. Thank you Sharingnya…

  2. Duta uda besarrr hehe..
    Dulu pertama ngikutin blog yg lama masih duta masih unyu2..

    Seneng liat duta uda bisa lomba catur

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.