Prinsip Pendidikan Montessori

5 Prinsip Utama Pendidikan Montessori

Pendidikan Montessori adalah praktik-praktik pendidikan yang dikembangkan berdasarkan pemikiran tokoh pendidikan Italia, Maria Montessori.

Pendidikan Montessori biasanya banyak diimplementasikan di tingkat pendidikan usia dini, TK, hingga SD. Gagasannya sering diadopsi dalam bentuk sekolah Montessori (TK Montessori, SD Montessori) maupun homeschool yang menggunakan model/metode Montessori.

Prinsip Pendidikan Montessori

Lima Prinsip Utama dalam Pendidikan Montessori adalah:

Prinsip 1: Menghormati Anak (Respect for the Child)

Menghormati Anak adalah prinsip utama yang mendasari seluruh metode Montessori. Montessori percaya anak-anak harus dihormati (ini bukan praktik umum di awal abad kedua puluh saat Montessori hidup). Rasa hormat ditunjukkan kepada anak dengan tidak mengganggu konsentrasinya. Rasa hormat juga ditunjukkan dengan memberikan anak kebebasan untuk membuat pilihan, melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri, dan belajar untuk diri mereka sendiri.

Guru mencontohkan rasa hormat terhadap semua siswa serta resolusi konflik secara damai, dan harus belajar mengamati tanpa menghakimi.

Prinsip 2: Pikiran Penyerap (The Absorbent Mind)

Pendidikan Montessori didasarkan pada prinsip bahwa, hanya dengan hidup, anak-anak terus belajar dari dunia di sekitar mereka. Melalui indera mereka, anak-anak terus-menerus menyerap informasi dari dunia mereka. Mereka kemudian memahaminya karena mereka adalah makhluk yang berpikir.

Prinsip 3: Periode Sensitif (Sensitive Periods)

Pedagogi Montessori percaya ada periode tertentu di mana anak-anak lebih siap untuk mempelajari keterampilan tertentu. Ini dikenal sebagai periode sensitif, dan hanya berlangsung selama diperlukan bagi anak untuk memperoleh keterampilan.

Urutan terjadinya periode sensitif serta waktu periode bervariasi untuk setiap anak. Melalui observasi, guru Montessori harus mengidentifikasi periode sensitif pada siswa mereka dan menyediakan sumber daya bagi anak-anak untuk berkembang selama waktu ini.

Prinsip 4: Lingkungan yang Disiapkan (The Prepared Environment)

Metode Montessori menyarankan bahwa anak-anak belajar paling baik dalam lingkungan yang telah disiapkan untuk memungkinkan mereka melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri. Selalu berpusat pada anak, lingkungan belajar harus mendorong kebebasan bagi anak-anak untuk mengeksplorasi materi pilihan mereka.

Di lapangan, gagasan ini sering diimplementasikan dengan menyediakan alat-alat belajar yang ukurannya disesuaikan dengan anak. Guru harus mempersiapkan lingkungan belajar dengan membuat materi dan pengalaman tersedia bagi anak-anak secara tertib dan mandiri.

Prinsip 5: Pendidikan otomatis (Auto education)

Pendidikan otomatis, atau pendidikan mandiri, adalah konsep bahwa anak-anak mampu mendidik diri mereka sendiri. Ini adalah salah satu kepercayaan terpenting dalam metode Montessori. Guru Montessori menyediakan lingkungan, inspirasi, bimbingan dan dorongan bagi anak-anak untuk mendidik diri mereka sendiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.