Yudhis Selesai Magang STAR di Student Job

Selama 6 bulan, Yudhis mendapatkan kesempatan magang dan belajar di program STAR (Student Associate Program) yang diselenggarakan oleh Student Job Indonesia. Yudhis lolos menjadi peserta walaupun dari sisi usia sebenarnya belum masuk.

Dan, tanpa terasa program 6 bulan itu sudah berakhir.

Kegiatan Mentoring STAR

karya-star

Selama 6 bulan mengikuti proses magang, banyak kegiatan yang dilakukan Yudhis dalam program STAR (Student Associate Program), antara lain:

  • mengerjakan assignment

Karena Yudhis memilih bidang desain gratis, maka tugas yang diterimanya dari Student Job juga berkaitan dengan membuat desain, misalnya: poster kegiatan, quote, dan lain-lain. Hasil desain Yudhis benar-benar digunakan oleh Student Job.

  • membantu kepanitiaan

Selama rentang waktu 6 bulan kegiatan magang, Yudhis ikut membantu dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Student Job, misalnya dalam kegiatan STU-di dan Gala Dinner.

  • workshop pengembangan diri

Ada beberapa workshop untuk peserta magang program STAR ini, antara lain: membuat curriculum vitae, mencari & merealisasikan ide bisnis, leadership & people development, public speaking, digital marketing

  • diskusi dan mentoring

Kesempatan besar dari proses magang di STAR adalah menyerap ilmu, pengalaman, perspektif, dan energi para founder startup yang menjadi mentor, antara lain: Annisa Purbandari (CEO & founder Student Job Indonesia), Rhein Mahatma (cofounder StartupBisnis.com), Riza Fahmi (founder AppsCo), Sidnei Budiman (founder Dealoka), Alicia van Akker (founder RMC & Co).

***

Kesan tentang Pengalaman Magang

gala-dinner-student-jobs

“Apa yang mengesankan bagimu tentang proses magang dalam program STAR ini?” tanyaku kepada Yudhis.

“Aku senang mendapatkan banyak kesempatan kegiatan dan belajar,” kata Yudhis.

Ada beberapa hal yang dirasakan bermanfaat oleh Yudhis, antara lain:

  • kesempatan terlibat dan menjadi panitia dalam beberapa kegiatan
  • kesempatan ngobrol-ngobrol bersama para mentor
  • jaringan teman-teman baru yang memiliki minat sejenis
  • peluang-peluang baru yang terbuka

Peluang baru yang sudah dirasakan Yudhis dari proses berjejaring ini antara lain mendapatkan tiket gratis acara IdeaFest dan kesempatan hadir dalam presentasi 16 finalis Bootcamp 1000 Startup Digital di kantor Kominfo Jakarta.

***

Lesson Learned

foto-graduation-bareng-ka-nisa

Dalam konteks homeschooling, program magang memang merupakan salah satu pintu besar untuk pengembangan diri dan proses belajar anak-anak. Proses ini biasanya dijalani anak-anak saat mereka remaja dan sudah memiliki beberapa keterampilan yang bisa dikontribusikannya.

Yang kami rasakan, Yudhis mengalami percepatan-percepatan kematangan psikologis. Dia sudah bisa pergi ke manapun sendirian naik kendaraan umum dan mengelola dirinya. Kepercayaan dirinya meningkat. Dan dia mendapatkan aneka peristiwa dan perspektif yang memperkaya pengalamannya.

Beberapa tips bagi orangtua yang ingin menempuh magang sebagai kegiatan pembelajaran anak-anak:

a. Siapkan Anak agar Layak untuk Magang

Kunci pertama adalah menyiapkan kelayakan anak untuk magang karena magang itu berbeda dengan kursus. Kalau kursus, kita membayar dan ada guru yang mengajari anak-anak kita. Kalau magang, anak kita ikut mengkontribusikan kemampuannya pada sebuah proyek sambil mendapatkan feedback.

Kesiapan yang diperlukan ada 2, yaitu kesiapan attitude dan kesiapan keterampilan. Keduanya perlu disiapkan, bukan hanya salah satu.

b. Terlibat dalam komunitas

Saat anak sudah memiliki minat tertentu, tantangan orangtua adalah mencari komunitas dengan minat sejenis. Proses mencari komunitas itu bisa dimulai dengan mengikuti kegiatan-kegiatan, pameran, gatherings yang diselenggarakan oleh komunitas. Cari terus sampai ketemu beberapa komunitas yang kita merasa cocok.

c. Orangtua berjejaring

Berbeda dengan sekolah yang menjadi pemeran utama dalam proses belajar anak, dalam homeschooling banyak tugas yang menjadi tanggung jawab dan beban orangtua. Salah satunya adalah membuka pintu-pintu peluang bagi anak. Pertemanan dan jejaring akan membukakan pintu-pintu kesempatan baik bagi diri kita maupun anak-anak kita.

d. Memantau media & mengikuti kompetisi

Pantau berita-berita terkait dengan minat anak, terutama dari media sosial seperti Facebook dan Twitter. Ikutkan anak dengan kompetisi, workshop, pameran dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan minat anak.

***

Kita tak pernah tahu dari mana peluang magang dan pembelajaran untuk anak-anak datang. Dalam pengalaman kami, peluang itu bisa terbuka dari mana-mana. Sebagai contoh, kesempatan magang STAR di Student Job Indonesia ini kami dapatkan dari berita di media sosial yang kami ikuti.

Jadi, 2 kunci besarnya adalah (membuka/mencari) kesempatan dan kesiapan (anak).

 

Cerita Yudhishttp://duniayudhis.com/2016/student-associate-program-star-perjalanan-mentorship-6-bulan/

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Yes kak Yudhis! Semoga makin banyak pintu terbuka untukmu!

Tinggalkan komentar Anda

*