Yudhis menang Kompetisi Pemrograman Besut Kode 2016

Setelah menjalani kompetisi selama sekitar 3 bulan, Yudhis memenangkan kompetisi pemrograman “Besut Kode 2016” yang diselenggarakan Wikimedia, induk dari Wikipedia (ensiklopedia online). Dia membawa pulang hadiah berupa laptop bersama 2 pemenang lainnya.

yudhis-besut-kode-02

***

Kompetisi Menguji Daya Tahan

Kompetisi Besut Kode bukan perlombaan adu cepat menyelesaikan sebuah masalah pemrograman. Kompetisi ini sebenarnya setengah mentoring dan berlangsung secara maraton, 3 bulan.

Dalam kompetisi ini, para peserta diperkenalkan dengan dunia open source, mendapatkan tugas pemrograman untuk diselesaikan, dan sekaligus diberikan feedback oleh para mentor. Mereka belajar mengenali standar kerja open source sambil meningkatkan kemampuan pemrograman dengan bahasa Phyton.

Besut Kode adalah kompetisi pemrograman tingkat SMA. Pada awalnya, kompetisi ini diikuti 87 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Saat mentoring terakhir, yang tersisa ada 9 orang.

Jadi, kompetisi ini memang menuntut daya tahan atau endurance, sebuah kemampuan yang krusial di dunia nyata dan perlu dimiliki anak-anak. Pemenangnya tak ditentukan melalui lomba dalam satu hari, tetapi setelah melewati aneka penugasan.

***

Hadiah Pemenang Besut Kode 2016

yudhis-besut-kode-03

(c) Wikimedia

Ada 3 laptop yang disediakan untuk Pemenang Besut Kode 2016. Yudhis menjadi salah satu pemenang laptop ini. Selain itu, ada 2 orang yang dipilih untuk magang berbayar di di Wikimedia.

Walaupun hadiah laptop itu membahagiakan, menurutku hadiah terpenting dalam proses ini adalah proses mentoring yang diberikan oleh John Vanderberg dan Tasya Rukmana. Mentoring itu masih terus berlangsung walaupun kompetisi Besut Kode sudah usai. Sebab, 9 orang peserta yang bertahan hingga akhir mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi Google Code-in, sebuah kompetisi pemrograman untuk anak SMA yang diselenggarakan oleh Google.

Tentang kompetisi Google Code-in, Yudhis diingatkan oleh John bahwa peluang untuk menangnya kecil. Sebagai pemula di dunia pemrograman open source, Yudhis sangat menyadari kemampuannya dan merasa tak masalah untuk kalah. Yang berharga dari proses Google Code-in adalah pengalaman dan pertumbuhan selama proses kompetisi berlangsung. Dengan usia masih 15 tahun, Yudhis masih memiliki kesempatan 2 kali lagi mengikuti Google Code-in di tahun-tahun berikutnya.

***

yudhis-besut-kode-01

(c) Wikimedia

Anyway, selamat ya Yudhis… Semoga Besut Kode menjadi pengalaman berharga dan menjadi bekal untuk berkarya kebaikan buat sesama dan semesta. Amin šŸ™‚

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*