Wisata belajar (3): Perjuangan Membangun Mimpi

Belajar Homeschooling ala keluarga mbak Septi & mas Dodik

Banyak sekali hal yang kami pelajari dari proses yang dijalani mbak Septi dan mas Dodik. Salah satunya adalah mengenai prinsip-prinsip parenting dan proses membangun mimpi yang mereka jalani.

Ditemani oleh flipcart, malam itu mbak Septi menjelaskan tentang 4 pilar yang menjadi pondasi tindakan dan gerakan-gerakan yang dilakukannya. Semua kegiatan yang berpusat pada anak itu harus mengandung:
* intelectual curiosity
creative imagination
art of discovery
noble attitude

Kalau satu saja diantara keempat komponen itu tak terpenuhi, maka kegiatan itu tak cukup feasible untuk dilakukan.

Tentang membangun mimpi, keluarga mbak Septi menjalaninya dengan mengajak anak-anaknya untuk bermimpi sejak kecil. Kemudian, tugas orangtua adalah “menstrukturkan” serta memfasilitasinya. Tahapan-tahapan pengembangan mimpi yang dilakukan adalah:
Dream it
Share it
Do it
Grow it

Yang pertama anak didorong untuk berani bermimpi besar, melakukan hal yang disukai sekaligus berdampak pada masyarakat (Dream it). Kemudian anak difasilitasi untuk menceritakan dan membahaskan mimpinya sehingga semakin lama semakin menjadi bagian dirinya (Share it). Tahapan berikutnya adalah merealisasikan mimpi (Do it) dan memelihara serta mengembangkan mimpi itu menjadi kenyataan (Grow it).

***

Dalam konteks homeschooling, kami belajar tentang proses dan pengalaman yang telah dijalani mbak Septi dan mas Dodik. Selain mendorong anak-anaknya untuk membuat mimpi mereka sendiri, mereka memfasilitasi proses pewujudan mimpi itu hingga menjadi kenyataan dengan membukakan akses. Juga, mereka membiasakan anak-anak untuk belajar melalui live-in (magang) pada ahlinya.

Tentu saja memfasilitasi dan mengeksekusi sebuah mimpi bukanlah hal yang mudah. Sebagaimana kisah Ara yang punya mimpi mengembangkan industri sapi dan penguatan masyarakat pedesaan. Mimpi Ara untuk pengembangan desa itu sangat besar. Dia ingin mengembangkan 6 emas pada sapi di pedesaaan:
1. Emas Putih (susu sapi)
2. Emas Hitam (kotoran sapi)
3. Emas Kuning (kencing sapi)
4. Emas Biru (biogas)
5. Emas Merah (daging sapi)
6. Emas Hijau (agrowisata dan penghijauan lingkungan)

Pada awalnya, ide itu tak berjalan dengan mudah. Niat baik saja tidaklah cukup membuat sebuah gagasan berjalan di lapangan. Diperlukan konsistensi dan kerja keras untuk membuktikan dan menunjukkan bahwa niat baik itu memang betul-betul membawa manfaat dan kebaikan untuk orang lain.

Menyikapi niat Ara untuk meningkatkan kualitas peternakan sapi yang ada, pada awalnya penduduk desa sama sekali tak tertarik untuk terlibat. Mereka terlanjur tidak percaya dengan LSM yang dianggap sering memanfaatkan mereka untuk kepentingan sendiri. Untuk membuat masyarakat mau menerima, dibutuhkan waktu 1 tahun melalui pendekatan-pendekatan yang intensif membangun kepercayaan (trust) melalui berbagai kegiatan nyata, termasuk terlibat dalam kegiatan keramaian masyarakat desa dengan mendalang (salut untuk mbak Septi yang belajar khusus untuk mendalang agar bisa terlibat dan berkontribusi dalam kegiatan masyarakat desa).

Baru setelah masyarakat melihat konsistensi dan itikad baik keluarga ini, sedikit demi sedkit mereka mau mendengarkan. Pelatihan demi pelatihan tentang pengelolaan sapi mulai diselenggarakan, manfaat diciptakan juga untuk anak-anak dengan mengajari mereka Jarimatika, dan seterusnya. Barulah setelah itu ide ini mulai memijak dan sampai saat ini masih terus berproses menuju mimpi yang direncanakan Ara.

Inilah video tentang Moo’s Project, proyek sapi yang sedang dilakukan oleh Ara:

Bersambung keWisata Belajar (4): Sharing Homeschooling di Lebah Putih

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Araaa memang kereeennn…. Semangaatt Nak..!!(^.^)/..

  2. Pak Aar.. Bu Lala.. Kalau boleh, ijin share di blog saya.. ^.^

  3. Terima kasih liputannya mas Aar. Sungguh2 menginspirasi dan menyemangati! Indonesia butuh anak2 yang bersemangat dan bercita-cita besar seperti Ara. Go Ara, Go Anak Indonesia, Kita Bisaaaa!!

    • Betul mbak Ira. Kita butuh sering ketemu sehingga bisa anak-anak juga bisa saling belajar, mendapat inspirasi dan berbagi inspirasi 🙂

  4. Gi mana cara bergabung komunitas ini ya.
    Terimakasih

Trackbacks

  1. […] ke: Wisata belajar (3): Perjuangan Membangun Mimpi […]

Tinggalkan komentar Anda

*

Close