Wake-Up Lala!

Aku percaya tidak ada yang kebetulan dalam semesta ini. Entah bagaimana caranya, Tuhan seakan senantiasa mengatur semua kejadian sesuai dalam timeline kehendakNya.

Beberapa hari terakhir tiba-tiba aku merasa hari berjalan tambah cepat, jauh lebih cepat dari biasanya. Sebagaimana status d bb-ku yang stabil “rasanya 24 jam nggak cukup”, kini rasanya makin kurang saja. Secara sadar aku tahu bahwa kondisi ini akibat dari pilihan-pilihan hidup yang aku pilih. Kondisi rumah tanpa asisten, anak-anak yang kami didik sendiri, aneka project yang aku ambil plus tugas khusus yang datang menyerap hampir separuh energiku seakan membuat rollercoaster hidupku bergerak sangat cepat, terlalu cepat.

waktu

Dan tiba-tiba aku tersadar kalau aku sudah tak lagi memiliki diriku sendiri. I’m not the master of myself anymore. Hidupku seakan bergerak otomatis dari waktu ke waktu, detik demi detik berlalu bergelayutan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Stresskah aku? So far aku tidak (belum) merasa stress karena aku menyukai semua kesibukan yang ada. Rasanya seperti mengendarai mobil yang enak dengan kecepatan penuh, seru, tapi akhirnya banyak pemandangan yang berlalu begitu saja. Padahal yang menarik dalam sebuah perjalanan itu ya pemandangannya, bukan sekedar sampai ke tujuannya.

***

Tahun lalu, aku berusaha “menambah” jatah waktu harian & meningkatkan produktivitas dengan melepas Rantai Gajah yang kumiliki. Perjuanganku saat itu untuk bisa bangun pagi teratur aku coba catat dan tekuni sampai 90 hari dan hasilnya luar biasa. Tak hanya aku merasa lebih produktif tapi juga merasa lebih sehat.

Kebiasaan baik itu pun lumayan bertahan cukup lama, sampai awal tahun ini aku merasa load pekerjaanku meningkat. Mungkin efek “menjadi produktif” itu menarik magnet pekerjaan lain lebih banyak lagi, hehehe.. sampai akhirnya kebiasaan baik itu pun surut perlahan dan sulit sekali dibangkitkan lagi.

Mengubah kebiasaan buruk itu sulit, tapi mempertahankannya ternyata jauh lebih sulit! Teorinya sangat mudah, tapi menjalankannya itu yang ampun ampun deeeh susahnya.

Tugas khusus yang datang beberapa waktu terakhir ini membuatku sering tidak tidur bablas sampai pagi. Awalnya itu kulakukan karena tuntutan pekerjaan, tapi lama-lama aku jadi seperti ketagihan. Mungkin di malam-malam itu aku merasa suasana yang sepi, tenang & nyaman banget buat kerja, sehingga suasana itu bagaikan candu buatku. Bahkan untuk hal yang sesungguhnya nggak perlu begadang jadi terasa lebih enak kalau dikerjaan pada saat begadang, ide-ide terasa lebih deras mengalir, lebih cerdas rasanya.

OMG… rasanya beneran seperti pecandu. Ternyata aku ini pecandu begadang, pecandu kerja malam. Dan begadang itu membuat hari-hari siangku semakin berantakan, dan ini perlu dihentikan!!

***

Setelah pembicaraan panjang dengan mas Aar, kutemukan bahwa yang kubutuhkan adalah membentuk waktu tenang di siang hari, bukan di malam hari. Bagaimana caranya. Ini yang sedang aku cari dan jalani. Tahap awal tentu saja dengan menguatkan hati untuk tidur jauh lebih cepat dan bangun lebih pagi lagi. Aku pun mulai mengunduh beberapa program meditasi ringan & memutuskan untuk mencatat perjalanan harianku lagi, untuk menguatkan diriku sendiri. Sebagaimana aku mendapat kekuatan dari membaca perjalananku dulu, dulu aja bisa masa sekarang nggak bisa? Semangaaat!!

Keberhasilanku hari ini tentu saja adalah kemampuan untuk memulai semuanya dari pagi dengan benar. Mampu menyelesaikan sarapan & makan siang serta merapikan rumah jauh sebelum anak-anak bangun ternyata rasanya bahagiaaaa banget. Jadi, walau hari ini pulang dari pasar cukup siang karena hampir semua angkot ke arah rumah disewa masyarakat untuk jalan-jalan entah ke Ragunan, Ancol atau tempat-tempat wisata lainnya, tetap saja aku merasa tidak terlindas oleh waktu.

Keberhasilan kecil lain yang cukup membahagiakan adalah akhirnya aku mengganti tempat bumbu yang sudah butut dengan tempat bumbu baru yang sudah kubeli lebih dari 3 bulan yang lalu. Alasan nggak ganti? Nggak sempet laaah. Tapi ternyata, begitu diniatkan hari ini prosesnya cepat sekali tidak sampai setengah jam. Dan hal kecil itu menjadi penambah energi ekstra untukku hari ini.

Sore ini aku merasa masih segar karena tadi bisa tidur theta sejenak ditemani musik meditasi yang kuunduh di hpku. Target jangka pendekku tidak terlalu muluk, I just wanna be master of myself (again) yang tidak terseret oleh cepatnya jalannya waktu. Aku harus bangun & mampu memproyeksikan hidupku dengan benar, berjuang menguatkan pondasi hati agar mampu lebih lentur meliuk bersama rencana Tuhan yang akan datang menghampiri…

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Komentar

  1. Ikut lega bacanya la, selamat ya … 🙂

Trackbacks

  1. […] Aug 2013 by Lala 2 minggu yang lalu, aku memutuskan untuk membangunkan diriku sendiri dari rutinitas menjalani hari secara otomatis. Bagaimana tidak otomatis, sebagai seorang ibu […]

Tinggalkan komentar Anda

*

Close