Ujian Gitar Pertama Yudhis

Minggu (11/3), aku mengantarkan Yudhis untuk ujian gitar di kantor pusat Yamaha School of Music di Jl. Gatot Subroto 4, Jakarta. Inilah pertama kalinya Yudhis mengikuti ujian kenaikan kelas untuk kursus gitarnya.

Beberapa hari menjelang ujian gitar berlangsung, aku menemani Yudhis saat dia berlatih gitar. Ada 6 lagu yang harus dipelajarinya, yaitu: For He’s a Jolly Good Fellow, Red River Valley, Etude, From Magic Flute, From Overture, Massa’s in de Cold Cold Ground.

Aku sendiri tidak bisa main gitar. Jadi, yang aku lakukan sepanjang menemani proses Yudhis berlatih gitar adalah memberikan motivasi dan feedback yang bersifat umum, misalnya: kejelasan nada, menjaga tempo permainan, dinamika, serta ekspresi musik. Inti sebenarnya adalah menemani proses yang dilakukannya dan memberikan feedback yang bermakna, bukan sekedar komentar basa-basi saja. Yudhis sendiri sudah punya sosok yang menjadi inspirator dia dalam permainan gitar, yaitu Sung Ha Jung dan Jubing Kristianto.

***

Kami tiba di Yamaha tepat waktu, pukul 10.00. Menurut jadwal, ujian gitar Yudhis dilaksanakan pukul 10.30.

Di lantai 4 gedung tempat diselenggarakan ujian, banyak anak-anak yang hadir. Hampir semua anak ditemani orangtua yang mengantarnya.

Saat mengisi formulir ujian, ternyata Yudhis hanya diminta mengisi satu lagu pilihannya yang akan dites oleh guru penguji. Dia memilih “For He’s a Jolly Good Fellow”.

Proses ujian gitar itu sendiri sebenarnya tidak berlangsung lama, sekitar 10 menit tiap anak. Yang lama adalah waktu menunggu giliran untuk ujian.

Setelah menunggu sekitar 1/2 jam, akhirnya Yudhis masuk ke ruang ujian. Aku menunggu di luar, di ruang tunggu bersama peserta lain dan para pengantar.

***

“Bagaimana ujiannya, Dhis?” aku bertanya kepadanya usai ujian.
“Aku ada yang salah di lagu pertama,” kata Yudhis. “Agak tegang. Ternyata aku disuruh milih lagu kedua. Aku milih ‘Overture’ dan bisa main lancar.”

“Apa lagi yang diuji?”
“Aku disuruh mendengarkan note gitar dimainkan, terus mengikuti permainannya.”

“Kamu bisa?”
“Bisa,” jawab Yudhis dengan santai.

“Eh, pak. Yang menguji aku tadi kayaknya Om Jubing, lho..” lanjut Yudhis.
“Wah, asyik donk…”

Ternyata ini adalah kejutan untuk Yudhis hari ini. Dia bertemu dengan Jubing Kristianto, gitaris idolanya dan yang selama ini hanya bisa ditemuinya melalui video Youtube.

Hasil ujian gitar Yudhis tidak langsung diumumkan. Hasilnya baru bisa diketahui nanti saat masuk ke kelas gitar selanjutnya.

***

Selamat ya, Nak. Kami hanya bisa memfasilitasi minatmu untuk belajar gitar. Semoga kamu menikmatinya dan mendapatkan sesuatu untuk memperkaya pengalaman hidupmu.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Semangat ya kak Yudhis!

Trackbacks

  1. […] sendiri sebenarnya hari Minggu itu agak repot. Aku harus mengantarkan Yudhis untuk ujian gitar. Ibu ada acara arisan keluarga besar. Jadi praktis tinggal Lala sendiri di rumah yang harus menjadi […]

Tinggalkan komentar Anda

*

Close