Rumah Inspirasi

Keluarga – Homeschooling – Pendidikan – Parenting

26th

Transisi Awal Proses Homeschooling

26/03/2011

Skating Bear - Abby

Salah satu hal krusial ketika memulai mengawali proses homeschooling adalah membangun kenyamanan, baik pada anak maupun kita. Itulah salah satu yang menjadi sasaran kami ketika memulai proses homeschooling untuk Abby (9), yang sekarang bersama kami.

Ada beberapa tantangan yang harus kami hadapi. Pertama, menyiapkan diri kami sendiri untuk menjalani homeschooling dengan 4 orang anak. Kedua, menyiapkan Abby untuk transisi menuju homeschooling “ala keluarga kami”. Selama ini, Abby terbiasa ada guru yang mengajar, sementara kami tak menggunakan pendekatan mengajar. Tak sanggup kami kalau harus mengajar untuk 4 anak.

Tantangan ketiga adalah mengelola ekspektasi keluarga Abby. Ekspektasi keluarga masih belum beranjak dari model seperti sekolah. Sementara, model homeschooling kami lebih dekat dengan unschooling daripada schooling.

***

 

Langkah pertama yang kami lakukan adalah membuat kesepakatan dengan kakak tertua Abby mengenai peran apa yang menjadi bagian kami dan apa yang menjadi bagian keluarga Abby.

Hal pertama yang kami sepakati dengan Abby adalah dia berada di lantai 1 bersama kami sejak pagi hingga makan siang. Walaupun tidak ada kegiatan khusus, dia harus berada di bawah untuk bermain apapun. Tujuan kesepakatan ini adalah membuatnya beraktivitas bersama Yudhis dan Tata, sehingga tak hanya ada di depan komputer dan bermain game di kamarnya.

Kota - Abby

Secara teknis, kami kemudian mencoba memulai kegiatan Abby dengan membuatkan transisi kepadanya. Di hari-hari awal, kami minta Abby memulai harinya dengan kegiatan yang paling disukainya, yaitu menggambar. Kami membuatkan blog Dunia Abby dan mengajarinya untuk mengupload hasil gambarnya. Kami menggunakan blog ini sebagai sarana untuk komunikasi dengan keluarga Abby dan untuk membangun kepercayaan dirinya. Kami minta kakaknya untuk memberikan komentar dan feedback atas karya-karya Abby.

Langkah kedua adalah belajar secara santai. Kami menggunakan keseharian melalui obrolan dan materi-materi yang ada di rumah. Ada bola dunia (globe), kami gunakan untuk tebak-tebakan tentang negara. Di dapur, kami melibatkannya untuk memotong sayuran bersama anak-anak, juga belajar memasak. Di meja makan, kami mengobrol tentang apa saja. Kami melibatkan Abby pada kegiatan sehari-hari kami.

Langkah ketiga, kami mulai materi akademis dengan santai. Kami berusaha untuk mencairkan “ketakutan”-nya terhadap matematika dengan menggunakan metode tebak-tebakan penjumlahan dan perkalian. Aku juga menggunakan tips matematika Gasing yang baru saja aku ikuti untuk memberikan sensasi mudah pada matematika yang dipelajarinya.

Langkah keempat, kami menggunakan materi belajar online. Setelah mulai siap belajar, kami menggunakan materi yang biasa kami gunakan untuk Yudhis dan Tata, yaitu IXL Math dan Raz Kids sebagai salah alat belajarnya. Untuk IXL Math, Abby memilih kelas 4, sementara Raz Kids dia memilih level J. Yang kami sukai dari dua tools itu adalah membuatnya bisa belajar mandiri (tanpa harus kami ajari) dan ada feedback langsung atas proses belajar yang dijalaninya.

***

Proses homeschooling Abby sudah berjalan sekitar 1 minggu. Kelihatannya dia sudah mulai menikmati hari-harinya. Feedback dari keluarga terhadap gambar Abby yang diupload ke blog memberikan dampak sangat positif secara psikologis. Beberapa kali mengerjakan soal IXL Math dengan nilai 100 juga membuat dia lebih percaya diri dan bisa bercerita kepada Ayahnya dengan bangga. Proses belajar bahasa Inggrisnya pun dengan cepat.

Tentu saja 2 minggu tak dapat digunakan untuk menilai keberhasilan. At least, sampai saat ini kami merasa nyaman dengan proses yang kami jalani. Keseharian kami tak terlalu berubah saat menjalani homeschooling untuk 4 anak. Proses belajar Abby mulai bisa terintegtrasi dalam keseharian kami.

Yang terasa kurang saat ini adalah komputer. Dengan dua komputer yang dipakai 5 orang, rasanya sudah semakin kurang memadai karena intensitas penggunaan komputer/internet kami relatif tinggi.

Kami masih berproses. Semoga proses ini dilapangkan dan diberkahi-Nya. Amin.

Isi form di bawah. Periksa email Anda setelah mendaftar dan klik link konfirmasi yang kami kirimkan.
* = required field
:)

About the author :

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Share the article...

Jangan lupa berlangganan RSS kami untuk mendapatkan informasi terbaru dari RumahInspirasi

2 Responses to “Transisi Awal Proses Homeschooling”

  1. Wah kegiatan sederhana namun berdampak besar buat kemajuan anak Pak…
    Rumah Belajar Bumi Cendekia recently posted..Usia Efektif Homeschooling

  2. Aku juga buat blog sendiri …. Bangga rasanya bisa berkarya.. Secara gak langsung aku homeschooling nih.. hehehe, belajar mandiri
    Rumah Belajar Bumi Cendekia recently posted..Usia Efektif Homeschooling

Leave a Reply

icon_wink.gif icon_neutral.gif icon_mad.gif icon_twisted.gif icon_smile.gif icon_eek.gif icon_sad.gif icon_rolleyes.gif icon_razz.gif icon_redface.gif icon_surprised.gif icon_mrgreen.gif icon_lol.gif icon_idea.gif icon_biggrin.gif icon_evil.gif icon_cry.gif icon_cool.gif icon_arrow.gif icon_confused.gif icon_question.gif icon_exclaim.gif 

CommentLuv badge
  • About
  • Arsip
  • Kumpulan Artikel Parenting
  • Lagu
  • Lala Digi Scrap
  • Link