TM #01 – Rencana Minggu 1

Aku tidak mau membuat rencana yang terlalu muluk. Pengen coba yang sederhana tapi bisa rutin. Goal pertama adalah merutinkan 15 minutes clutter. Penyakit rumah yang berantakan adalah.. tidak tahu mulai dari mana. Untuk itu aku juga berusaha menyempitkan fokus. Supaya lebih mudah.

Jadi, rencanaku minggu ini adalah: 

  • Merapikan kain ibu done
  • Clutter 1 kotak dr kamar Tata done
  • Clutter 1 kotak dr kamar kerja done
  • Clutter 1 kotak dr gudang done
  • Clutter 1 kotak dr kamar done
  • Clutter 1 kotak dr taman samping done
  • Clutter 1 kotak dr taman samping done

Can I make it? We’ll see… Aku coba laporkan perkembangannya tiap hari. ^_^

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Trackbacks

  1. […] Lumayan 1 kardus besar siap keluar dari rumah. Senang karena 2 dari 7 rencana awal minggu sudah bisa dikerjakan. 15 menit buang2 + 15 menit beres2 ini ternyata benar-benar luar biasa. Barang […]

  2. […] (Oh no, sungguh memalukan). Tapi sekarang, aku rasa aku lebih kuat iman, paling tidak sebagian dari rencana minggu #1 sudah berhasil. Tak sabar untuk menghabisinya dan membuat rencana minggu […]

  3. […] ternyata mengerjakan kain ibu menjadi pilihanku yang terakhir dari Rencana Minggu #1. Kain-kain ini adalah pilihan ibu dari selendang tanti, yangti & ibu yang masih ingin disimpan […]

  4. […] Rencana minggu pertama berjalan sangat mulus. Bahkan aku merasa mendapat bonus karena anak-anak (& bapaknya) juga turut serta dalam program 15 menit nan sakti walau tidak setiap hari. […]

  5. […] Bisa dibilang minggu lalu adalah minggu gagal dari project Tidy Momku. Jika minggu sebelumnya aku berhasil mengerjakan semua tugas, maka tidak dengan minggu lalu. Ada beberapa alasan, salah […]

Tinggalkan komentar Anda

*

Close