The One World Schoolhouse, mimpi pendidikan Salman Khan

Jangan remehkan hal kecil. Banyak hal-hal besar berawal dari hal yang kecil dan kelihatannya sepele. Seperti awal mula berdirinya Khan Academy oleh Salman Khan, situs belajar gratis yang menjadi favorit Bill Gates untuk menjadi rujukan saat menemani anaknya belajar.

Pemicu awalnya sederhana. Salman Khan merasa kasihan dengan salah seorang sepupunya, Nadia, yang bersedih karena nilai matematikanya buruk. Padahal biasanya nilai-nilainya bagus. Pada waktu itu (2004), Nadia berusia 12 tahun.

Nilai buruk yang menciderai kepercayaan diri Nadia itulah yang menggerakkan Salman Khan untuk membantunya. Berada di dua kota yang berbeda, mereka berkomunikasi dengan menggunakan pen tablet yang murah dan program Yahoo Doodle melalui Internet. Proses ini berlanjut dengan membuat video sederhana yang diunggah ke Youtube untuk memberikan kesempatan agar materi yang diajarkan Salman bisa diulang-ulang.

Dan semuanya kemudian bergerak setahap demi setahap menjadi Khan Academy, situs belajar berbasis video di Internet yang telah digunakan oleh jutaan anak sekolah untuk membantu proses belajar.

one-world-schoolhouse

***

Jangan bayangkan proses berkembangnya Khan Academy itu berlangsung mulus. Sal, demikian nama panggilan akrab Salman Khan, bahkan nyaris menghentikan proyek ini. Hal itu terjadi ketika dia memutuskan untuk bekerja purna-waktu mengurusi Khan Academy dan keluar dari pekerjaannya di perusahaan jasa keuangan, hedge fund. Padahal, pada waktu itu isterinya baru melahirkan dan mereka hanya memiliki uang yang pas-pasan untuk hidup.

Ketika Khan Academy digunakan oleh ratusan ribu siswa setiap hari, kesibukan Sal untuk menyiapkan materi betul-betul menyita waktunya. Beberapa pengusaha mendekatinya dan menawarkan kerjasama untuk mendapatkan keuntungan bisnis dari video-video tersebut. Tetapi Sal ternyata lebih tertarik dengan dorongan dari Jerry, seorang pengusaha restoran yang menggunakan materi Khan Academy untuk membantu anaknya belajar kimia, yang meyakii bahwa Khan Academy bisa membantu mengubah dunia dengan menjadi usaha nonprofit.

Tapi dukungan saja tak cukup. Bahkan memenangkan berbagai penghargaan seperti penghargaan besar dari Museum Teknologi San Jose tak membuat adanya orang atau lembaga yang mendukung operasional Khan Academy. Sal mulai mengalami stres ketika hingga bulan keempat, dia terus menghabiskan $5000 setiap bulan untuk hidup dan seorang bayi dengan hanya mengandalkan penghasilan dari isterinya yang terbatas.

Ada tanda-tanda yang menggembirakan ketika dia diminta melakukan presentasi di Google untuk memaparkan rencananya jika ada dana $2 juta untuknya. Tapi Sal tak mendapatkan kabar kelanjutan proyek itu selama berbulan-bulan.

Setahun setelah berhenti bekerja dan tak memperoleh penghasilan apapun dari kegiatannya mengembangkan Khan Academy membuat Sal nyaris putus asa. Dia sudah memperbarui resumenya dan bersiap mencari pekerjaan lagi, sampai tiba-tiba di bulan April 2010 tiba-tiba dia mendapat email keberuntungan yang tak terduga yang meminta alamat untuk mengirim donasi.

Email yang berjudul “Saya Seorang Penggemar Berat” itu berlanjut dengan pengiriman cek senilai $10.000 via pos. Nama pengirimnya adalah Ann Doerr, isteri seorang venture capitalist, John Doerr. Ann Doerr mengajaknya bertemu untuk makan siang dan kemudian mendukung Sal dengan mengirimkan SMS yang nyaris membuat Sal menabrak pintu garasi. “Anda perlu menopang kehidupan Anda sendiri. Saya akan mengirimkan sebuah cek $100.000 sekarang.”

Dana dari Ann Doer itu melapangkan keseharian Sal dan membuatnya bisa lebih berkonsentrasi mengembangkan Salman Academy. Apalagi ketika beberapa waktu kemudian Salman Academy mendapatkan endorsement dari Bill Gates dalam ceramahnya di Aspen Ideas Festival.

Sejak saat itu, Salman Academy bergulir dengan kencang dengan dukungan dana, tim, dan usaha penuh untuk mewujudkan visi Salman Khan merevolusi pendidikan dengan memanfaatkan teknologi.

***

Kisah tentang Salman Khan dan Khan Academy di atas adalah narasi ulang hasil pencerapanku terhadap buku “The One World Schoolhouse”, karangan Salman Khan. Dalam edisi Indonesia, buku ini diterbitkan oleh Noura Books, September 2013.

Buku ini sangat bagus, menceritakan proses Salman Khan membangun Khan Academy beserta visi-visinya mengenai pendidikan. Terjemahannya mengalir dan mudah dimengerti. Formatnya bukunya juga enak untuk dinikmati.

Menurutku, Salman Khan adalah seorang visioner yang bisa mengimplementasikan visinya menjadi nyata, dengan memanfaatkan struktur pendidikan berbasis sekolah yang saat ini ada. Alih-alih menggagas model pendidikan secara fundamental seperti yang dilakukan oleh Sugata Mitra dengan SOLE (Self-Organized Learning Environment), Sal menggunakan pendekatan yang lebih pragmatis untuk masa kini.

Kedua gagasan dan inisiatif ini penting. Keduanya menurutku sama-sama kita perlukan untuk menjembatani pendidikan, dari model sekolah konvensional menuju model-model yang lebih sesuai dengan kekinian dan kebutuhan anak-anak.

***

Terima kasih mbak Retnadi Utami yang telah mentraktir saya buku ini 🙂

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Edi Santoso says:

    2buku bpk bs dibeli dmn? dan klo sy terlambat mengetahui dan mengikuti seminarnya.ada kapan lg dan dmn lokasinya.terimakasih

    • Buku saya sudah tidak diterbitkan lagi mbak. Mudah2an Januari tahun depan akan terbit buku baru. Utk webinar yg ada adalah online, kami belum ada seminar offline. Silakan daftar di Newsletter Rumah Inspirasi utk mendapat kabar ttg kegiatan Rumah Inspirasi.

  2. Nadiah Abidin says:

    Selamat sore Mas Aar,

    salam hangat dari saya, Nadiah Abidin, penerjemah buku “The One World Schoolhouse”. Terima kasih banyak sudah mengulas buku karya Salman Khan ini, termasuk hasil terjemahan saya. Rasanya sangat senang mengetahui bahwa Mas Aar menganggap terjemahan saya mengalir dan mudah dimengerti. Alhamdulillah. Saya ijin share link website Mas di FB pribadi saya dan Halaman FB lembaga sosial saya, Cahaya Anak Negeri biar lebih banyak teman yang bisa membacanya.

    Terima kasih. Maju terus Rumah Inspirasi! 🙂

    Nadiah

Tinggalkan komentar Anda

*

Close