Tata kuliah pemrograman Android di University of Reading

Tanpa terasa, saat ini Tata sudah memasuki minggu ke-5 program kuliah online di Future Learn. Tata mengambil materi belajar tentang pemrograman Java dengan proyek membuat game di smartphone/tablet Android.

Judul kuliah online-nya: “Begin Programming: Build Your First Mobile Game”. Proses belajar ini dipimpin oleh Profesor Karsten Øster Lundqvist (Lead Educator) dari University of Reading, UK.

Univ-Reading

***

Waktu pertama kali Tata memutuskan untuk mengikuti perkuliahan ini, aku agak terkejut. Aku agak ragu apakah dia bisa mengikuti belajar online dengan model seperti perkuliahan. Sebab, beberapa waktu sebelumnya Tata sempat mengalami kesulitan saat mengikuti pelajaran “Introduction to Computer Science: Algorithms” di Khan Academy.

Tapi aku mengizinkan Tata menggunakan komputerku untuk mengikuti perkuliahan itu. Dia harus mengunduh dan menginstal Android Studio di komputerku sebagai alat yang digunakan untuk praktik selama perkuliahan.

Seiring berjalannya waktu, ternyata Tata cukup konsisten melakukan proses belajarnya. Dia melakukan kegiatan belajar sendiri, tanpa keterlibatan aku sama sekali. Sesekali aku bertanya mengenai perkembangan proses belajarnya.

“Bagaimana proses belajarnya, Ta. Susah nggak?”
“Biasa-biasa aja,” kata Tata.

***

Proses belajar Tata saat ini masih berlangsung.

Yang menarik dari proses ini, aku melihat evolusi/revolusi dalam proses belajar yang sedang terjadi. Semakin lama semakin mengkristal dan semakin menemukan bentuk yang nyata.

Salah satu evolusi/revolusi itu terjadi dalam konteks proses belajar. Dalam model belajar tradisional, proses belajar itu sangat linear. Ada urutan proses yang harus dijalani dengan ketat. Sebuah mata pelajaran baru boleh dipelajari pada jenjang tertentu dan membutuhkan prasyarat (pre-requisite) yang banyak.

Proses belajar programming -sebagaimana yang dilakukan Tata- ini berbeda. Prosesnya tak linier. Mata kuliah pemrograman yang biasanya hanya boleh diikuti oleh mahasiswa (yang sudah lulus SMA), sekarang bisa diikuti oleh siapa saja.

Mata kuliah ini tak tak memiliki prasyarat/pre-requisite apapun. Semua orang boleh mencoba belajar tanpa batas usia. Tak ada saringan siapa yang boleh belajar. Saringan terjadi dalam proses belajar: siapa yang tak konsisten belajar dan tak mampu, maka secara alamiah dia akan gugur. Sebaliknya, siapapun yang bisa memahami dan mengikuti, dia bisa berhasil tak peduli umurnya berapa.

***

Dari sisi pembelajar, aku melihat bahwa kita memang tak boleh meremehkan anak-anak. Jika diberi kepercayaan dan ruang untuk mengeksplorasi hal-hal yang menarik baginya, kita tak pernah tahu hasilnya.

Saat ini usia Tata masih 10, tapi dia sudah mencoba untuk kuliah online. Pada titik ini, fungsiku sebagai orangtua betul-betul hanya menemani Tata. Aku bertanya, menemani, memotivasi, dan memfasilitasi prosesnya. Tapi aku tak terlibat sama sekali dalam kegiatan belajar yang dilakukannya.

Apa dampaknya pada Tata, aku sendiri sedang belajar dan sekaligus mengamati.

***

Buatku, ini sangat menarik!

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Tata ini minatnya sama seperti Naufal, di dunia programming. Dia masih belajar di Khan Academy. Apa perlu selesai di khan sebelum belajar di Univ or Reading ini, Mas Aar? Trims jawabannya.

    • Kalau saya lihat, anak2 terbiasa parallel, bukan sequential ya? Satu kegiatan menguatkan dan meneguhkan kegiatan lain. Kalau masih bisa, jalan terus. Kalau stuck, berarti mereka harus balik lagi. 🙂

  2. Mas Aar, kita sedang mengerjakan Programming for kids. Senang bisa ktm artikel ini. di Inggris suda

Tinggalkan komentar Anda

*