Tata belajar uang

Awalnya sederhana. Tata baru saja membantu Ibu Lala membelikan roti tawar di penjual roti keliling. Kemudian ada perbincangan kecil denganku.

seribu“Harga rotinya berapa, Ta?” tanyaku.
“Tujuh ribu,” kata Tata sambil membawa rotinya.

“Uang yang dikasih Ibu berapa?”
”Nggak tahu,” kata Tata polos.

“Kembaliannya berapa?”
“Nggak tahu,” kata Tata lagi.

Tiba-tiba aku menangkap momen itu untuk proses pembelajaran Tata. Kebetulan, dompetku kelihatan dan mudah dijangkau. Aku ambil dompet yang di dalamnya –kebetulan lagi- sedang cukup banyak uang pecahan seribu dan ada beberapa pecahan lima ribu dan sepuluh ribu.

Jadilah Tata kemudian belajar mengenai uang dan matematika uang. Seribu identik dengan satu, lima ribu identik dengan lima, dan sepuluh ribu identik dengan sepuluh. Selain mengenalkan mengenai uang dan angka, kami juga bermain jual-beli dan berbagai transaksi uang sederhana.

Wah… Tata ternyata sangat suka. Dia terus mengejarku dan mengajakku untuk main uang lagi.

Ternyata, bermain matematika uang sangat menyenangkan buatnya. Belajar matematika pun tak lagi sulit dan menakutkan.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*