fbpx

Tahapan pendidikan tentang uang (literasi keuangan) sesuai usia anak

Financial literacy (literasi keuangan) adalah sebuah hal yang dirasakan semakin penting untuk setiap anak. Alasannya bukan karena uang adalah segalanya. Tetapi uang adalah sebuah alat & gagasan yang sangat lekat dengan kehidupan kita pada saat ini.

financial-literacy

Banyak orang dewasa memiliki masalah dengan keuangan karena mereka tidak mendapatkan pendidikan yang baik tentang uang. Contohnya, cukup banyak orang dewasa yang terlilit hutang kartu kredit, tidak mengetahui bagaimana melakukan investasi, dan sering bingung tatkala harus mengambil keputusan yang berkaitan dengan uang.

Berikut ini salah satu panduan tentang Financial Literacy yang cukup sederhana dan bisa digunakan oleh keluarga di rumah. Silakan diklik dan diunduh gambarnya agar bisa dibaca dengan lebih jelas.

Menurut panduan ini, ada beberapa tahapan pendidikan keuangan (financial literacy) untuk anak-anak:

a. Usia 5-6 tahun

Anak-anak diharapkan mulai mengenal konsep uang. Uang adalah alat untuk jual beli. Uang berfungsi untuk membeli barang atau membayar jasa.

Tugas orangtua:

  • Kenalkan aneka jenis uang (koin, kertas), bermain menghitung uang, mengurutkan uang, dan terlibat permainan di gadget yang ada uangnya.
  • Libatkan anak dalam kegiatan belanja dan melakukan transaksi yang terkait dengan dirinya (membeli roti, es krim, dan lain-lain).

b. Usia 7-9 tahun

Anak-anak diharapkan mulai mengenal budaya menabung. Anak mulai memahami cara menggunakan uang yang bijaksana, walaupun uangnya sendiri. Tentukan target jangka pendek.

Tugas orangtua:

  • Belikan/buat celengan untuk menyimpan uang anak. Ajari anak untuk mengumpulkan uang yang diperolehnya dari hadiah, angpau, dan lain-lain.
  • Mulai berikan uang saku mingguan. Berikan panduan & koridor cara penggunaan uangnya. Berikan kebebasan anak untuk memutuskan apa yang ingin dibelinya.
  • Ajarkan anak untuk menunda jajan dan menabung agar dia bisa membeli sebuah hal berharga yang diinginkan anak.
  • Ajarkan anak untuk disiplin dan menerima konsekuensi. Jika uang sakunya habis, jangan tambahkan uang agar anak belajar tentang konsekuensi tindakannya.

c. Usia 10-12 tahun

Anak diharapkan mulai bisa melakukan transaksi keuangan, misalnya berbelanja di toko. Anak diharapkan memahami makna uang (bahwa uang tidak datang begitu saja, berharga sehingga perlu digunakan dengan bijaksana, orang bekerja/investasi untuk mendapatkan uang). Anak mulai belajar membuat rencana jangka menengah, misalnya: anak belajar menabung untuk membeli sepatu.

Tugas orangtua:

  • Buatkan akun rekening tabungan di bank atas nama anak sehingga anak bisa menabung.
  • Berikan uang untuk pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan anak menurut Anda layak dibayar, misalnya: mencuci mobil, membersihkan taman, dll.
  • Minta anak untuk membeli barang-barangnya dengan uang tabungannya sendiri.

d. Usia 13-15 tahun

Anak diharapkan mulai belajar perencanaan uang sederhana (budgeting). Anak mulai mengetahui tentang kartu debit dan kartu kredit, apa fungsinya dan perbedaannya.

Tugas orangtua:

  • Ajari anak untuk memperhitungkan tabungan & pendapatannya serta membuat rencana pengeluarannya.
  • Ajari anak tentang kartu kredit dan debit.
  • Ajari anak untuk menggunakan kartu debit dalam bimbingan Anda (dan e-money – BCA Flazz, e-money Mandiri, dll).
  • Ajari anak untuk tidak membagikan informasi keuangan (pin ATM, dll) kepada orang lain atau ke Internet.

e. Usia 16-18 tahun

Anak diharapkan mulai belajar tentang investasi, memahami tentang pinjaman, pajak, dan asuransi. Anak mulai belajar melakukan pekerjaan paruh-waktu (part-time jobs), serta memahami pengelolaan keuangan rumah tangga.

Tugas orangtua:

  • Ajari anak mengenai pilihan-pilihan investasi. Jika Anda tidak memahami, carikan jalan melalui buku atau pelatihan untuk anak mengenai investasi, pajak, dan asuransi.
  • Dorong anak melakukan pekerjaan paruh waktu agar mereka bisa menghargai uang dan bekerja.
  • Libatkan anak dalam diskusi mengenai keuangan keluarga dan pertimbangkan masukan-masukan yang diberikannya.

2 thoughts on “Tahapan pendidikan tentang uang (literasi keuangan) sesuai usia anak”

  1. bismillah, terimakasih ilmunya Pak Aar. salam kenal sebelumnya. Usia disini apakah disesuaikan dengan tahapan perkembangan psikologis anak ? mungkin bisa maju atau mundur dari rentang usia tsb. bagaiaman dengan pandangan Bapak atau bahkan pengalaman Pak Aar ?

    1. Betul mas Marwan, usia di sini hanya indikasi saja. Semuanya tentu disesuaikan dengan perkembangan anak dan kesiapan mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.