Survey Tempat Berkemah

Duta & belanjaannya

Senangnya karena hari ini jadi juga pergi Srvey untuk acara kemah bersama antara Klub Oase dan Komunitas Berkemas.

Sejak pagi aku sudah siap-siap, masak untuk makan siang mas Aar, Yudhis & Tata yang tinggal di rumah. Ini akan jadi pertama kali buatku & Duta untuk jalan-jalan ke luar kota hanya berdua.

Bersama Duta, kami naik ojek dari depan rumah langsung ke depan Balai Sudirman. Sementara menanti mobil mbak Mella, Duta menghabiskan 4 potong roti pisang buatanku tadi pagi. Wajahnya senyum terus karena senang bisa jalan-jalan dari pagi.

Tak lama kemudian mbak Mella datang bersama mbak Wiet, Husayn & Atala. Dari situ kami pergi menjemput mbak Iiek di Tebet. Wah asik sekali, rasanya seperti naik mobil jemputan sekolah. Hehe..

Titik pertemuan selanjutnya adalah di depan SuperIndo Pancoran, di sini kita akan bertemu bu Yayah. Sayangnya bu Yayah terjebak macet dan baru datang 1 jam kemudian. Untungnya kami menanti di depan SuperIndo, jadinya bisa sekalian beli bekal. Aku baru tahu kalau di SuperIndo kereta belanjanya ada yang mini seukuran Duta. Jadilah Duta bahagia sekali menarik-narik kereta belanja dan mengisinya dengan makanan & minuman kesukaannya.

Setelah lumayan lama mengunggu, akhirnya bu Yayah datang bersama mbak Ike. Perjalananpun langsung dimulai. Sepanjang jalan kami ngobrol tiada henti, maklum ibu-ibu semua.. hehe.

Acara kemah bersama antara Klub Oase dan Berkemas ini sesungguhnya sudah direncanakan cukup lama, tapi karena bu Yayah sibuk mengurus ujian akhir anak-anak Berkemas, kami baru bisa pergi hari ini.

Di perjalanan kami baru sadar bahwa kami memilih hari yang kurang tepat untuk survey karena banyaknya bis anak-anak Jakarta yang berwisata ke Puncak. Perjalanan menuju Puncak yang merayap, lengkap dengan bis yang terkadang mundur karena tidak kuat menanjak mewarnai perjalanan kami.

Memperburuk keadaan, Duta kemudian muntah buanyaaak sekali. Haduh. Untungnya dia muntah di badanku, bukan di mobil atau di orang lain (karena sebelumnya dia sedang main bersama Husayn & Atala). Untungnya juga muntahnya bukan roti ataupun sarapannya yang lain. Isi muntahnya lebih pada slem/lendir yang banyak. Sepertinya itu sisa pileknya beberapa waktu yang lalu.

Tapi seuntung-untungnya muntah tetap saja bikin heboh. Untungnya (lagi) semua siap dengan tisu & plastik. Jadi proses bersih-bersihnya juga tidak sulit. Dan Duta pun terlihat jauh lebih tenang setelahnya.

Kami sempat beristirahat sejenak untuk makan siang di sebuah saung rumah makan Sunda. Aku bersyukur karena Duta makan siang dengan lahap (sayangnya sambil main di HP sehingga aku tidak bisa memotret momen ini). Sepanjang makan siang kami terus berbagi cerita. Lebih tepatnya seperti mendapat seminar homeschooling secara privat dari bu Yayah. Karena pengalaman beliau yang sangat banyak di dunia homeschooling.

Asiknya naik perahu

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju bumi perkemahan Cibodas. Rasanya sejuk sekali begitu turun mobil. Langsung betah dan ingin berlama-lama di sana. Husayn & Atala sempat memaksa ibu mereka untuk mengizinkan mereka naik perahu. Akhirnya mbak Wiet & mbak Mella pun naik perahu menemani keduanya berkeliling danau.

Walau bumi perkemahan Cibodas sangat asik untuk kemah, kami sepakat bahwa tempat ini masih kurang aman untuk anak-anak Klub Oase yang sebagian besar berusia di bawah 12 tahun. Tempatnya terlalu berbukit, terjal, tak ada pembatas dengan danau. Tempat yang sangat bagus untuk anak usia SMP-SMA tapi bukan untuk anak kecil.

Kami pun beranjak ke tempat berikutnya yaitu bumi perkemahan PasirMukti. Di sini kami langsung suka dengan tempatnya yang “aman” lengkap dengan anek fasilitas kegiatan seperti bertanam padi, kebun buah, peternakan dan lain-lain. Tidak sealami Cibodas, tapi ini sempurna buat kemah pertama anak-anak kami. Bu Yayah pun akhirnya lebih memilih tempat ini dibanding dengan Cibodas, “Kaki bu Yayah sakit naik-naik tadi”.. hehehe.

Jadi, sepertinya akan kejadian nih Klub Oase pergi berkemah dengan Komunitas Berkemas. Detil lengkap masih terus dalam penggodokan, semoga semuanya lancar dan dimudahkan. Rasanya sudah tidak sabar mengajak anak-anak menikmati tidur di tenda. Siapa yang mau ikut? 😀

Ayoo.. siapa mau ikut berkemah bersama kami?

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Tinggalkan komentar Anda

*