Rumah Inspirasi

Keluarga – Homeschooling – Pendidikan – Parenting

15th

School, Homeschool, Flexi-School

15/08/2011

Menarik sekali membaca cerita tentang HESFES, kegiatan kemah bersama keluarga home educator di Inggris yang dihadiri oleh 1000-an keluarga. Senang membaca liputan HESFES yang dibuat oleh mas Yanuar & mbak Ira yang berkesempatan mengikuti kegiatan HESFES 2011.

Banyak hal menarik ada dalam posting mbak Ira dan mas Yanuar itu. Salah satunya memberikan inspirasi buatku untuk menulis tentang penggunaan istilah homeschooling di Indonesia.

***

Berbeda dengan kebiasaan di Amerika Serikat yang lebih populer dengan sebutan homeschooling, para praktisi pendidikan rumah di Inggris lebih menyukai sebutan “home education” atau kalau diterjemahkan adalah pendidikanrumah. Sebab, education maknanya lebih luas dan daripada schooling yang merupakan satu bentuk pendidikan yang tersruktur.

Di luar sekolah (schooling) dan pendidikanrumah (home-ed), di Inggris mengenal model lain yaitu flexi-schooling. Ada lembaga-lembaga yang menyelenggarakan pendidikan beberapa hari dalam seminggu (2-3 hari) atau term, ke sekolah. Sisanya, siswa belajar sendiri di luar lembaga tersebut.

Nah, lembaga yang menyediakan layanan pendidikan 3 hari dalam seminggu itu tidak disebut home education atau homeschooling. Tetapi lembaga itu masuk kategori flexi schooling, alias sekolah fleksibel. Posisi flexi schooling berada di antara homeschooling/home education dan schooling.

***

Aku ingin menjadikan tulisan mengenai praktek pendidikan di Inggris itu sebagai refleksi tentang penggunaan istilah homeschooling di Indonesia.

Di belahan dunia manapun, baik di Amerika, Inggris, Australia, Philipina, dll; yang disebut homeschooling atau home education adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh keluarga. Kalau pendidikan diselenggarakan oleh sebuah lembaga tertentu, maka sebutannya PASTI bukan disebut homeschooling atau home education. Sebutan untuk lembaga pendidikan itu bisa bermacam-macam: school, academy, dsb.

Nah, di Indonesia ini banyak sekali lembaga-lembaga yang menyebutkan diri sebagai homeschooling. “Homeschooling ABC” atau “XYZ Homeschooling”. Penyebutan lembaga-lembaga dengan sebutan homeschooling itu menimbulkan kerancuan dan tidak sehat dalam proses edukasi masyarakat. Masyarakat mendapatkan informasi yang salah tentang homeschooling. Akibatnya, pertanyaan-pertanyaan tentang homeschooling pun menjadi aneh: berapa biaya masuk homeschooling, adakah lokasi homeschooling di dekat rumah saya, bagaimana mendapatkan franchise homeschooling, bagaimana cara mendirikan homeschooling, dsb?

Beberapa praktisi dan pemerhati homeschooling sudah berulang kali mengingatkan bahwa sebutan homeschooling itu untuk keluarga, bukan lembaga. Tetapi, suara itu kalah gempita dibandingkan promosi “homeschooling ABC” yang dilakukan oleh lembaga-lembaga bisnis yang menggelontorkan banyak dana untuk mendapatkan siswa.

***

Melalui posting ini, aku ingin menuliskan sekali lagi tentang penggunaan istilah homeschooling ini, sebelum kondisinya semakin parah dan Indonesia menjadi bahan cemoohan di dunia internasional akibat nafsu bisnis yang disalurkan dengan cara yang tidak sehat ini.

Mengulang prolog posting ini, diantara sekolah (schooling) dan sekolahrumah (homeschooling) itu sebenarnya ada satu kategori yang disebut flexi-schooling. Nah, lembaga-lembaga di Indonesia yang menyebutkan diri sebagai “homeschooling ABC” atau “XYZ Homeschooling” itu sebenarnya masuk dalam kategori “flexi-school”. Dia disebut school (sekolah) karena dia adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan serupa dengan sekolah formal. Dia dibedakan dengan sekolah yang biasa karena pendekatannya berbeda: masuk 2-3 hari/minggu, menggunakan pendekatan yg berbeda, dsb. Tetapi dia bukan homeschooling.

Apa yang salah dengan sebutan flexi-school? Mengapa tetap ingin menggunakan sebutan homeschooling untuk nama lemabaga? Bukankah flexi-school adalah sebuah inovasi pendidikan yang keren juga? Bukankah ada banyak kelompok masyarakat yang membutuhkan pendidikan dengan model flexi-school? Mereka tak cocok dengan sekolah, tetapi mereka juga tak sanggup menyelenggarakan sendiri pendidikan di rumah (homeschooling/home ed).

Bukankah keren juga kalau sebutannya adalah “PKBM ABC”, “Lembaga Pendidikan CDE”, “Sekolah Fleksi XYZ” atau sebutan-sebutan lain yang intinya adalah menyelenggarakan pendidikan yang fleksibel?

Mengenai sebutan itu, ada sebagian lembaga yang berdalih bahwa mereka adalah Komunitas Homeschooling. Sebutan komunitas ini juga perlu dilihat dengan cemat. Praktek yang umum di dunia internasional, yang disebut komunitas itu adalah kumpulan dari para anggota yang melakukan kegiatan bersama; model pengelolaan dan pembiayaannya bersifat kolektif. Komunitas bukanlah lembaga yang dimiliki satu orang, apalagi lembaga yang tujuannya untuk mencari keuntungan bisnis.

***

Sekali lagi, mari kita tempatkan istilah-istilah itu pada tempatnya yang tepat. Sekolah adalah sekolah, dia masuk dalam jalur pendidikan formal. Sekolah fleksi adalah lembaga pendidikan non-formal. Sekolahrumah atau pendidikanrumah adalah pendidikan keluarga yang berada dalam pendidikan informal.

Dengan mulai menempatkan hal-hal pada tempatnya yang tepat, semoga kita menjadi bagian dari solusi untuk mengedukasi masyarakat, bukan bagian dari pembuat masalah.

Isi form di bawah. Periksa email Anda setelah mendaftar dan klik link konfirmasi yang kami kirimkan.
* = required field
:)

About the author :

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Share the article...

Jangan lupa berlangganan RSS kami untuk mendapatkan informasi terbaru dari RumahInspirasi

10 Responses to “School, Homeschool, Flexi-School”

  1. terimakasih u informasinya.tapi kalau kami memilih istilah fleksi school tampaknya juga kurang tepat karena siswa kami juga ada yang belajar setiap hari???dan pihak orangtua&keluarga tetap memiliki tanggung jawab dalam proses pendidikan anak-anaknya.bahkan kegiatan disekolahpun orang tua sering diminta bantuannya untuk berbagi pengalaman ;-)

    • Aar says:

      Terima kasih atas komentarnya. :)

      Mengapa tak dinamakan “sekolah alam anak spesial”? Menurut saya itu nama yg tepat dan bagus. Adapun ttg keterlibatan orgtua, itu adalah nilai tambah yg bagus, tp tidak mengubah substansinya sbg lembaga/sekolah.

      Di sekolah, orgtua jg bertanggung jawab terhadap anak. Ada sekolah2 yg melibatkan orgtua dlm kegiatan persekolahan. Tetapi, lembaga tersebut tetap disebut sekolah, tak berganti sebutan menjadi homeschooling. . :)

  2. fatchur rozi says:

    Menarik sekali
    Mohon ijin untuk sharing diblog saya

    Terimakasih
    fatchur rozi recently posted..Cangkir Rejeki

  3. marthavina says:

    terima kasih buat informasinya , saya sudah membaca buku warna warni HS, saya memang niat buat HS anak saya, cuma masih cari cari informasi byk byk, makasih buat infonya soal fleksi sc. tadi dan yg bener bener HS ya…salam kenal
    marthavina recently posted..Mengatur Keuangan Keluarga ala Mama Keiko

  4. Aar says:

    Sama-sama mbak Marthavia,
    Penggunaan istilah yg tepat akan membantu kita memahami gagasan sekaligus cara menjalaninya.. :)

  5. [...] Padahal, sejatinya istilah homeschooling adalah diperuntukkan keluarga yang menyelenggarakan pendidikan untuk anak-anaknya. Homeschooling bukanlah lembaga seperti sekolah. (Lebih lengkap, silakan baca “School, Homeschool, Flexi-School.” [...]

  6. handa says:

    nice…banyak memberi inspirasi

  7. [...] * Perbandingan school, homeschool, dan flexi-school [...]

  8. [...] Homeschooling itu Bukan Lembaga Hal pertama yang harus difahami, homeschooling itu bukan lembaga seperti sekolah. Homeschooling adalah pendidikan berbasis keluarga. Jadi, homeschooling tak mendaftar ke mana-mana. Untuk lebih jelasnya, silakan membaca tentang School, Homeschooling, dan Flexi School. [...]

Leave a Reply

icon_wink.gif icon_neutral.gif icon_mad.gif icon_twisted.gif icon_smile.gif icon_eek.gif icon_sad.gif icon_rolleyes.gif icon_razz.gif icon_redface.gif icon_surprised.gif icon_mrgreen.gif icon_lol.gif icon_idea.gif icon_biggrin.gif icon_evil.gif icon_cry.gif icon_cool.gif icon_arrow.gif icon_confused.gif icon_question.gif icon_exclaim.gif 

CommentLuv badge
  • About
  • Arsip
  • Kumpulan Artikel Parenting
  • Lagu
  • Lala Digi Scrap
  • Link