
Rumah Inspirasi di SecondLife
Setelah beberapa waktu menimbang, kami memutuskan untuk hadir “lebih serius” di Second Life. Minggu lalu kami memutuskanuntuk membuat landmark untuk membantu keluarga Indonesia yang ingin memanfaatkan platform 3D Second Life untuk pendidikan.
Proses ini merupakan evolusi dari pengalaman kami menggunakan Second Life. Kami mulai mengenal Second Life sekitar 5 tahun yang lalu, tapi baru memutuskan untuk masuk lagi tahun 2010, setelah infrastruktur komputer dan Internet lebih memadai.
Dalam proses pasang-surut berkenalan dengan Second Life, kami mendapatkan banyak pengalaman positif. Yudhis meningkat dengan cepat kemampuan pengolahan grafisnya. Lala juga mendapatkan banyak ilmu saat mengekplorasi building (membuat baju & galeri), performing (menyanyi), dan marketing di Second Life.
Satu-satunya kendala yang membuat kami sempat agak mundur dari Second Life adalah alokasi kebutuhan waktunya yang cukup besar. Di tengah homeschooling untuk 4 orang anak, kegiatan mencari nafkah, dan menjalani keseharian tanpa asisten, pengaturan waktu memang menjadi salah satu tantangan kami.
***
Kini kami memutuskan untuk lebih serius di Second Life. Ketika memutuskan ini, kami menimbang bahwa banyak hal strategis yang bisa dikontribusikan untuk masyarakat, terutama dalam membangun model-model alternatif untuk pendidikan/pembelajaran.
Pengaruh yang tak bisa dinafikan dari keputusan ini adalah upaya membangun sinergi dengan mbak Ines Setiawan yang sedang mempromosikan platform 3D kepada para guru untuk digunakan sebagai sarana pengajaran yang sangat efektif untuk anak-anak. Ini adalah bagian dari gerakan Second Life for Education Indonesia (SLED Id) yang kegiatannya dimulai sejak tahun lalu.
Menurut rencana, landmark baru yang sedang kami buat ini akan berisi orientasi awal bagi para penghuni baru Internet dari Indonesia. Di dalamnya, kami membuat tutorial-tutorial memulai Second Life dalam bahasa Indonesia untuk menghindarkan kendala bahasa yang sering menjadi penghalang untuk memanfaatkan Second Life ini.
Untuk memberikan manfaat bagi orangtua/edukator, di landmark ini akan disediakan tutorial-tutorial belajar mengenai membangun (building) obyek 3 dimensi di Second Life. Selain itu, akan disediakan Lesson Plan, ide kegiatan cara menggunakan Second Life untuk pendidikan anak-anak.
Untuk itu, kami mengundang dan terbuka kepada siapapun diantara teman-teman yang ingin berkontribusi membuat tutorial dan lesson plan di Second Life. Rumah Inspirasi akan memberikan panduan standar minimal untuk tutorial dan lesson plan. Atribusi dan kredit akan diberikan kepada kontributor/pembuat tutorial dan lesson plan untuk setiap karyanya.
***
Ini adalah proyek rintisan yang dikembangkan secara mandiri dan saat ini sedang tahap pengembangan. Sebagaimana proyek rintisan yang manapun, dibutuhkan curahan waktu dan sumberdaya untuk mendorong rintisan ini agar tetap bergulir, memberikan manfaat bagi orang banyak, hingga mencapai momentumnya untuk bergerak sendiri.
Semoga, dengan bantuan dan doa Anda semua, kehadiran Rumah Inspirasi di Second Life ini bisa memberikan kontribusi positif untuk dunia pendidikan di Indonesia. Amin.
Tags: belajar, pendidikan, rumah inspirasi, secondlife, SLED
program komp. blm memadai..nanti kl dah cukup lengkap kita ikutan deh
ayoo.. brangkats.. persiapanya udah tingal action
sukses ya.. mudah2an saya bisa bantu-bantu walau sekedar ngepel ama nyapu di situ, hihihihihi
go go go …. semangat….
God bless you ….
[...] hari Jumat. SLED Indonesia juga sepertinya belum lama lagi akan mendapat sumbangan istimewa dari rumah inspirasi. Menurut kreatornya, rumah inspirasi di Second life ini akan didedikasikan bagi pemanfaatan Second [...]