Rumah Inspirasi Aktif Lagi

Setelah sempat down dan tidak bisa diakses selama 15 jam, pagi ini Rumah Inspirasi akhirnya bisa aktif lagi.

Ceritanya, sore kemarin sekitar jam 17.00 tiba-tiba ada pesan di wall Facebook milik Lala. Pesan dari mbak Maria. “Situs Rumah Inspirasi tak bisa diakses.”

What?! Padahal baru sekitar satu jam sebelumnya aku update materi di Rumah Inspirasi.

Judulnya langsung panik. What happen kunaon? Padahal kemarin pagi baru saja iseng-iseng daftarin Rumah Inspirasi ke Blog Award 2010 yang diadakan Internet Sehat. Baru daftar, situs langsung down. Betul-betul tidak kredibel. Padahal selama ini tak pernah menghadapi masalah ini. Nasib…nasib..,he..he..

Dari server lama, ternyata ada pesan bahwa Rumah Inspirasi dibuat disable karena over quota pemakaian. Ada plugin di WordPress bernama TTF Titles yang memakan banyak resource CPU. Plugin ini gunanya untuk mempercantik judul posting. Tapi karena bekerja dengan cara mengkonversi judul menjadi image, banyak resource CPU yang terpakai dalam proses caching. Begitu penjelasan yang aku dapat setelah browsing mengenai problem dari plugin TTF Titles ini. Padahal Lala suka banget dengan plugin ini yang membuat tipografi judul menjadi cantik.

**

So, jadilah kami langsung ambil keputusan cepat. Karena situs lama berada sebagai addon, akhirnya kami memutuskan untuk memindahkan Rumah Inspirasi ke server sendiri. Pilihan jatuh ke Masterwebnet alias MWN yang sudah jadi langganan kami. Aku langsung pesan paket hosting, bayar via HP, lalu konfirmasi. Syukur karyawannya belum pulang sehingga proses aktivasi server bisa berjalan sekitar 1 jam.

Sementara menunggu proses aktivasi server baru, aku download file Rumah Inspirasi di server lama dan juga download database-nya. Selesai, langsung upload lagi ke server baru di Masterwebnet. Domain server juga langsung diubah ke Masterweb begitu akun server baru diaktifkan.

Begitulah. Tadi malam aku jumpalitan ditambah panik karena laptop overheat, alias mulai ngadat. Syukurlah jam 23.30, upload file WordPress ke server baru selesai, termasuk database-nya. Lega sementara…

Selesai?

Ternyata belum. Begitu situs Rumah Inspirasi diakses, ternyata ada pesan kesalahan: “Error: 500 Internal Server Error”. Wah.. apalagi ini. Aku langsung kirim tiket ke Masterwebnet. Aku tunggu, sampai jam 24 belum ada jawaban. Aku akhirnya memilih tidur.

Pagi-pagi, sudah ada jawaban tertanda waktu pukul 00.30. Problemnya ternyata pada file .htaccess. Ada line di file .htaccess: Options +FollowSymLinks yang harus didisable (ditambahi # didepannya).

Problem error 500 selesai. Tapi situs tetap masih belum bisa berjalan dengan pesan: “404 Error. Page not found”. Dan aku bikin tiket baru lagi. Anehnya, kata teknisi Masterweb sudah bisa diakses. Tapi ada pesan error tentang alamat TTF Titles cache. Oke, soal alamat cache itu aku perbaiki dengan mengubahnya di database. Tapi soal 404 error itu belum terpecahkan. Aku sudah browsing around mencari solusi, tetap saja tidak ketemu. Sekitar pukul 09.00, rasanya sudah nyaris menyerah.

Sambil menunggu jawaban dari Masterweb, aku lepas dari komputer. Ganti Lala yang pakai. “Bisa tuh mas…” tiba-tiba Lala berteriak. Lho? Mungkin ada yang sudah dilakukan oleh teknisi Masterweb.

Pfuih… lega rasanya melihat situs Rumah Inspirasi bisa hidup lagi walaupun masih belum sempurna. Langsung sujud syukur deh, he..he.. Thanks God..

Pekerjaan selanjutnya adalah memperbaiki tampilan situs karena plugin TTF Titles-nya tidak berjalan sempurna. Gantian Lala dengan sedih mencabut TTF Titles Plugin dan mengembalikan lagi hack yang sudah dilakukannya sehingga judulnya menjadi teks biasa.

Sampai saat ini Lala masih sedih dan “tidak rela” mencabut TTF Titles plugin yang membuat tipografi situs tambah keren itu. Sekarang dia sedang mencari cara lain membuat tipografi judul posting menjadi bagus. Dia sedang mencoba Font Burner plugin. Berbeda dari TTF Titles yang mengubah judul menjadi image, Font Burner berbasis flash. Judulnya terlihat seperti apa kalau di komputer teman-teman?

Kalau Lala concern dengan sisi visual, aku concern dengan sisi teknisnya.Bagaimana beban Font Burner plugin ini di server? Sama nggak dengan TTF Titles yang berat? Apa yang terjadi dengan judul kalau di browser yang tak ada flash playernya? Seberapa nyaman bagi user (karena model flash ini membuat kita tak bisa menggunakan klik tengah, kebiasaan yang selama ini kugunakan untuk membuka halaman di tab baru)?

**

Me-recover situs WordPress yang down dengan cara berpindah ke server baru adalah pengalaman baru bagi kami. Total, 15 jam Rumah Inspirasi down. Yang lucu, begitu situs Rumah Inspirasi bisa jalan lagi; akun Twitternya tak berjalan karena situs Twitter down akibat overload. Weee… sama donk… Kalau situs sebesar Twitter saja bisa down, Rumah Inspirasi down berarti biasa-biasa saja, he..he..

Terima kasih kepada Masterwebnet yang teknisinya cepat memberikan jawaban dan solusi. Dari pengalaman sekian tahun membuat situs dan sempat berganti-ganti hosting server, menurutku pelayanan teknisi dari Masterweb masih yang terbaik. Tak seperti teknisi lain yang seringkali hanya memberikan komentar terhadap problem yang dialami pelanggan, teknisi Masterweb memberikan panduan dan tak jarang “turun tangan” dengan solusinya.

Mudah-mudahan rumah (server) baru menjadi awal baru bagi Rumah Inspirasi untuk lebih banyak memberikan manfaat dan inspirasi bagi keluarga Indonesia. Amin.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close