Review Film 3 Idiots

Tanpa sengaja, sewaktu pulang kampung kemarin aku nonton film “3 Idiots” yang diputar di SCTV. Tumben-tumben nonton TV (biasanya terus di depan komputer dan Internet), tumben-tumben nonton film; film India lagi!

Aku tidak nonton film ini dari awal. Pas sedang menyalakan komputer dan melihat sebentar film yang diputar, aku curiga film ini adalah “3 Idiots” yang pernah dibahas dan dipuji teman-teman di milis SekolahRumah. Dan ternyata benar. Film yang diputar adalah “3 Idiots” dan filmnya… KEREN! BAGUS SEKALI!

Nontonnya sambil terharu dan keluar air mata. Untung nonton sendirian dan tak ada orang lain (kalau ada orang lain juga nggak apa-apa sih…).

**

Film ini bercerita tentang kisah persahabatan tiga orang mahasiswa, yaitu Farhan, Raju, dan Rancho (tokoh utama) yang kuliah engineering di Imperial College of Engineering, ceritanya adalah universitas terbaik di India yang menghasilkan para insinyur hebat yang akan direkrut perusahaan-perusahaan.

Universitas ini dijalankan dengan sangat orthodox oleh Profesor ViruS yang menjadi kepalanya. Sebagai contoh, setiap tahun ada pemotretan seluruh mahasiswa dan tempat duduknya diatur berdasarkan ranking; yang terbaik ada di depan dan terburuk ada di barisan paling belakang. Demikian pula, sang profesor tak segan mempermalukan siswa yang bodoh dengan memintanya maju ke depan dan mengolok-oloknya di depan kelas.

Nah, 3 sekawan itu adalah para siswa yang sangat kontras; ada Rancho yang menjadi juara pertama sementara Farhan dan Raju adalah siswa-siswa yang paling bodoh. Sebenarnya dua orang itu tidak bodoh. Farhan sebenarnya passion-nya adalah fotografi alam, tetapi dia berani menekuni minatnya itu karena bapaknya sangat mengharapkan dia menjadi seorang insinyur. Sementara itu, Raju berasal dari keluarga miskin dan realitas itu membuatnya terbelenggu oleh ketakutan akan kegagalan, yang mengakibatkan dia bersikap irasional dengan kebergantungan hanya pada jimat dan sejenisnya tanpa fokus pada kerja keras yang menjadi syarat keberhasilan studinya.

“Ikuti dan tekuni passion untuk kehidupan yang berbahagia”, itulah pesan inti film ini yang disosokkan melalui Farhan. Juga, “lampaui belenggu ketakutan akan kegagalan” sebagaimana yang dialami oleh Raju. Disampaikan dengan tempo yang cepat dan gaya komedi yang padat, film ini sangat enak dinikmati dan sekaligus mencerahkan. Pantas kalau film ini ditonton dan disukai banyak orang sehingga menjadi film Bollywood dengan penghasilan terbesar sepanjang masa di India.

**

Banyak adegan yang menarik, mengesankan, lucu dan mengharukan dalam film ini. Juga, percakapan-percakapan yang cerdas dan bernas.

Salah satu yang aku suka adalah pada saat Farhan memutuskan tidak datang pada jadwal wawancara pekerjaan, sementara di rumah Ayahnya sedang mengelus-elus laptop yang akan menjadi hadiah kelulusan seorang insinyur yang telah digadang-gadangnya. Ketika Farhan pulang dan menghadap Ayahnya menceritakan semuanya, marah besarlah sang Ayah oleh keputusan anaknya. Dan terjadilah dialog bernas antara Raju dan Ayahnya, yang potongannya kurang lebih adalah seperti ini:

“Kamu mau jadi apa nanti kalau berprofesi sebagai fotografer dan tak menjadi insinyur?! Kamu seumur-umur akan mengutuki hidupmu yang miskin dan kesusahan!” kata Ayah Farhan.

“Masih lebih baik aku mengutuki hidupku yang miskin tapi kujalani dengan bahagia. Daripada aku kaya tetapi mengutuki Ayah setiap hari karena aku hidup dengan tersiksa.” Itulah jawaban Farhan dengan air mata bercucuran kepada Ayahnya.

Adegan antara Farhan dan Ayahnya ini ditutup dengan sangat mengharukan. Tanpa menyatakan secara verbal persetujuannya atas pilihan anaknya, dengan mata berkaca-kaca dan sambil mengelus laptop baru yang menjadi hadiah anaknya, Ayahnya berkata,”Apakah laptop ini kalau dijual cukup untuk membeli kamera profesional yang kamu butuhkan?”

**

Film bagus. Highly recommended for parents and teachers. .. 🙂

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. memang film yang bagus..
    pas nonton yang kedua kalinya kemaren, saya terharu sendiri pas rancho nolongin ayah temennya, padahal besok dia ujian. rancho bilang, “masih akan ada banyak ujian, tapi cuman ada satu ayah.”

  2. Wah sama dong kita mas, nontonnya pas pulang kampung….

    Salam buat mbak Lala, yudhis, princess tata, duta ya…

  3. kesan yg sama mas aar!
    sy dan suami sudah beli dvd “3 idiots” lumayan lama, tp belum sempat menontonnya, kami akhirnya malah nonton di SCTV itu :)!
    filmnya mmg keren, cuma ko iklannya banyak bgt tuh, suami saya sampai kesel dibuatnya. akhirnya di malam kedua, sy dan suami menonton ulang di dvd nya!
    3 idiots memang berhasil membuat kami tertawa dan menangis n pastinya konsep pendidikan yg ditawarkan disana sangat bagus. coba kalau ada sekolah di sini spt itu!
    pastinya tdk akan sulit bagi mas aar yg menyelenggarakan HS ya 🙂

  4. Mbak Gita,
    Adegan itu memang sangat mengharukan dan ungkapan Rancho itu sangat pas.. 🙂

    Mbak Devi,
    Salam untuk Rahma, Rafif, dan Syafa. Juga buat masnya.. 🙂

    Mbak Ani,
    Katanya, Kita adalah co-creator kehidupan kita. Mari kita ciptakan dunia yang lebih baik dengan kekuatan dari-Nya. Amin.. 🙂

  5. Hehehe … saya baru lihat filmnya di hari yang sama Pak Aar posting tulisan ini.
    Papanya Adnan juga suka film ini. Terutama adegan Farhan sama Ayahnya persis yang diceritakan Pak Aar.
    Kalau saya senengnya pas yang lucu-lucu, seperti adegan Rancho yang menjelaskan definisi mesin lalu akhirnya malah membuat dia dikeluarkan dari kelas karena definisi mesin ala Rancho dinilai dosennya terlalu sederhana dan tidak sesuai textbook. Kemudian dia pun “membalas” dosennya dengan definisi njlimet dari buku. Konyol sekaligus smart. Love it, suka banget film ini. 🙂

  6. Kalimat Apa yang harus saya gambarkan untuk Film ini??? RRRRRUUAARRRR BIASAAA… Aku sampai menyimpannya di laptop dan kuputar beberapa kali hingga nyaris hafal. Aku gak suka film india (cengeng), tapi beda dengan yang satu ini. Ada lagi yang lain? Ayo, seluruh pemerhati pendidikan, adakan bedah film dan mulai belajar. Hidup Phungsuk Wangdu..

  7. Saya juga lihat film itu. Sayang yang bagian pertamanya terlalu banyak iklan, mungkin karena malam pertama iedul fitri jadi slot iklannya mahal. Sayang juga karena dibagi dua jadi sensasinya bersambung.

    • Halo mas Jeprie,
      Salam kenal. Walaupun bukan orang desain, saya suka mampir lihat-lihat blog desain Anda yang bagus sekali. Really like it.. 🙂

  8. Sepakat, filmnya bagus… sangat menginspirasi… 🙂

    Oh ya kemaren saya nonton di metro tv dokumenter tentang orang indonesia yang ceritanya mirip ama 3 idiot. Seorang bapak dengan hidup sederhana ngajarin guru dan anak2 sekolahan teknologi dengan pake roket dari air dan peswat dari gabus .. trus juga bikin pesawat “aneh” dengan 3 baling2… persis kayak yang di terbangin si Ranchodas 🙂

    ini trailer nya :

    http://www.youtube.com/watch?v=-doa3sc1IzE

    Group Fb
    http://www.facebook.com/group.php?gid=148041015224394

    Blog
    http://www.habibieselokanmataram.blogspot.com

  9. keren…nih film,,,salut gue..dr awal sampai akhir gue engga beranjak duduk dr kursi sampai mau ke toliet jg gue tahan..bravo pokoknya angkat 10 jr gue buat nih film,,coba ada 3 idiot keduanya ky gimana lg ceritanya bikin penasaran,,,hidup boolywood,,,,,,,

  10. Saya terharu banget saat mereka kerja, mantabs,

Leave a Reply to ameilia Cancel reply

*

Close