Rantai Gajah – Old and New

aku dan rantai gajahRantai Gajah, lagi-lagi cerita tentang rantai gajah, hehe.. Sebenarnya rantai gajah itu apa sih? Ternyata walau proses pemutusan rantai gajah ini sudah aku lakukan lebih dari 90 hari, bahkan aku memakai wall FBku untuk menghitungnya setiap hari, tetap saja ada teman-teman yang masih bertanya apa itu Rantai Gajah, kenapa harus diputus, bagaimana caranya.

Nah, buat teman-teman yang baru saja membaca tentang kisah rantai gajahku bisa mundur sejenak tentang mengapa aku memulai rantai gajah atau kisah jatuh bangunnya aku menjaga konsistensi karena hari ini aku hanya ingin curhat.. hehe.

Fase pertama Rantai Gajah selesai

Posting ini adalah penutup dari fase pertama usahaku memutus rantai gajah. Rantai Gajah pertama yang ingin aku putus adalah masalah waktu. Rantai gajahku sangat sederhana, aku ingin bangun lebih pagi dan tidur lebih awal. Terus terang, karena mas Aar kerja di rumah dan anak2 sekolah di rumah jadi tidak ada tuh rutinitas pagi nyiapin aneka keperluan sekolah & kerja suami.

Kami terbiasa duduk sarapan bersama sekitar jam 8-9 pagi. Sarapan itu juga sekalian menjadi “bel sekolah” anak-anak. Santai sekali bukan?

Harus diakui kebiasaan memulai aktivitas lebih siang ini juga dipicu oleh kebiasaanku tidur larut malam (ngalong) untuk menyelesaikan banyak pekerjaanku yang rasanya baru bisa tenang aku kerjakan ketika anak-anak sudah tidur.

Sekian tahun termanjakan oleh pola hidup seperti itu ternyata membuatku merasa selalu kekurangan waktu. Dan setelah proses penggalian Rantai Gajah utama beberapa waktu lalu, rasanya “kekurangan waktu” adalah menjadi masalah mendasar (rantai gajah)-ku. Jadi, ini sepertinya bisa diperbaiki. Caranya adalah dengan mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru yang lebih positif, bangun pagi dan tidur lebih cepat.

Jadi sebenarnya kebiasaan baruku itu SANGAT sederhana, yaitu bangun sekitar jam 4 pagi dan berusaha tidur sebelum jam 12 malam. Untuk sebagian besar orang mungkin hal tersebut betul-betul BIASA banget dan merupakan kebiasaan harian. Tapi buatku.. oh oh oooh susahnya…. hehehehe… berasa banget ternyata aku itu termasuk orang pemalas, xixixi…

Untungnya ada jejaring sosial yang bisa jadi penyemangat. Jadi setiap bangun pagi dan nyetatus selalu adaaaa aja yang nyaut dan menjadi pancingan untuk konsisten bangun pagi di hari berikutnya. Sehari, dua hari, sepuluh, dua puluh, tiga puluh hingga akhirnya selesai juga hari ke 90. Wow, ini untuk pertama kalinya dalam hidupku aku bisa konsisten melakukan sesuatu yang dihitung selama 90 hari. Biasanya mah sudah drop entah di minggu ke sekian.

Berkah putusnya Rantai Gajah pertama

Seperti yang pernah aku tulis sebelumnya, buah terbesar dari fase pertama ini tentu saja adalah berhasilnya aku “membeli tambahan waktu”. Ternyata, perubahan pola tidur itu juga membawa semangat untuk memperbaiki pola makanku. Buah-buah manis berikutnya adalah hilangnya ketergantunganku terhadap kopi & soda, serta susutnya sekitar 7 kg berat badanku. Lumayaaaan… ^_^

Buah manis yang lain adalah ternyata urusan rantai gajah ini menular. Banyak teman-teman yang menyatakan juga akan mulai menggali apa rantai gajah mereka dan mulai berusaha memutuskannya. Waah senangnya, semakin banyak teman semakin semangat. Tambah semangat karena memasuki fase kedua ini mas Aar juga mau ikutan memutus rantai gajahnya. Buah-buah seperti ini sama sekali tak terbayangkan di awal aku memutuskan untuk memutus rantai gajahku.

Rantai Gajah berikutnya

Hari ini aku memasuki hari kedua dari fase kedua pemutusan Rantai Gajahku yang berikutnya. Sebenarnya sih kurang tepat kalau dibilang yang berikutnya, karena rantai gajahnya masih sama yaitu “waktu”. Kalau di fase pertama aku berhasil “membeli”nya (karena sekarang aku bener-bener sudah otomatis triiing bangun jam 4 pagi tanpa weker), maka kini adalah efisiensi penggunaannya.

Harus diakui, di fase awal, walau bangun jam 4 pagi tapi masih agak lama bengongnya.. hehehe. Alias tetep aja lama “ON” Lebih parah, kadang setengah jam pertama tak terasa habis di depan laptop/hp entah baca email, cek kerjaan yang masuk, atau sekedar checking jejaring sosial..

Naah, maka di fase kedua ini tambahannya adalah, bangun pagi langsung berkegiatan. Seminggu sebelum fase pertama berakhir aku sudah mencobanya, bangun tidur olah raga sebentar, kemudian mulai 15 menit bebenah ruang kerja + 15 menit cluttering + bebenah rumah + mandi pagi baru berkegiatan depan komputer. Intinya jam 6 pagi sudah siap lah untuk berkarya.

Baru dua hari (+ seminggu sebelumnya sih .. hehe) sudah mulai terasa “beda”nya. Tidak hanya membeli waktu, tapi hari terasa efisien, semakin banyak hal yang bisa aku lakukan. Feels like ready to a new leap of my life. Masih hari kedua sih, tapi yaah namanya juga kan orang usaha.. Semangaaaat!!

yang terberat dari sebuah fase adalah memulai… so, let’s just do it! Ayo putuskan Rantai Gajah kita ^_^

 

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Tinggalkan komentar Anda

*