Rantai Gajah dan Konsistensi – Hari ke 70

rantai gajahSampai jugaaaa di hari ke 70 dari usahaku memutus rantai gajahku. Rantai gajah adalah kebiasaan buruk yang menghalangi diri untk maju.

Sejujurnya ini bukan benar-benar hari ke 70, tapi lebih tepatnya hari ke 70 yang kuhitung konsisten.. hehehe. Maksudnya, kalau dihitung sebenarnya awal aku berniat memutus rantai gajah adalah tanggal 7 April (entah berapa hari yang lalu yah…), tapi dalam perjalanan kan adaaa aja kendala melepas rantai gajah ini.

Kendala terbesar melepas rantai gajahku adalah ketika Duta sakit sehingga aku harus begadang, atau menjelang pagi Duta rewel minta dikeloni. Ada juga hari-hari dimana aku tiba-tiba blasss aja, kesiangan. Naah, hari-hari itu yang berlalu tanpa aku hitung dari kebiasaan baru melepas rantai gajah ini.

[quote align=”center” color=”#48900e”]Jadi prinsipku, gagal tak apa, yang penting jalan terus. Jangan sampai gara2 kesiangan sehari bukan rantai gajahnya yang putus tapi semangatnya ^_^[/quote]

Hari ini aku ingin membuat refleksi dari perjalananku melepas rantai gajah, menaklukkan diriku. Ternyata, memasuki hari ke 70, jam tubuhku benar-benar sudah bisa diajak bangun pagi tanpa weker. Rasanya, rantai gajah itu sudah mau lepas. Belum lepas benar sih. Tapi setidaknya rantai gajah itu tak lagi membebani diriku.

Buah Lepasnya Rantai Gajah

Setelah aku amati, ternyata ekstra waktuku di pagi hari itu lebih banyak aku pakai untuk mengerjakan aneka website pekerjaanku, bikin posting, buat tugas digiscrap atau belajar.

Menjelang matahari datang aku mulai dengan urusan dapur & sedikit urusan rumah. Masih belum terlalu efisien menurutku, di kedepannya aku ingin menyelipkan olahraga/peregangan rutin sebelum anak-anak bangun. Aku juga ingin lebih banyak lagi kerjaanku di depan komputer yang bisa aku kerjakan di pagi hari, sehingga waktuku untuk cluttering di siang hari semakin banyak.

Satu prestasiku yang menurutku luar biasa adalah sudah lebih dari 2 bulan ini aku tidak minum kopi & minuman bersoda. Itu bagian dari rantai gajah milikku yang lain lagi yang sedang berusaha aku putuskan. Kebiasaan itu kini sudah aku gantikan dengan banyak minum air putih, dan ternyata aku survive!! hehehe…

Mungkin buat orang lain nggak ngopi atau minum minuman bersoda itu biasa, tapi tidak buat aku. 70 hari yang lalu aku selalu merasa bahwa aku ini pekerja seni, pekerja kreatif. Kalau belum sampai ke cangkir kopi ke 2 rasanya belum bisa mikir. Ketika hari panas dan otak susah diajak kerja sama, maka minuman bersoda yang dingin segar biasanya menjadi jalan untuk melonggarkan kebuntuan otakku.

Naaah, kebiasaan yang menjadi rantai gajah ini ternyata sebagian besar melekat erat pada “persepsi” pikiranku. Persepsi kalau tidak minum kopi maka nggak bisa “ON” itu ternyata tertanam kuat sejak ritme kuliahku di Arsitektur yg sering bikin begadang sampai pagi. Kebiasaanku ini terbawa karena sejalan dengan pekerjaanku yang sering dikejar deadline pembuatan aransemen lagu atau website.

Ketika aku menguatkan pikiran & kemauanku untuk melepas rantai gajah yang aku miliki, maka memperbaiki pola makan & pola hidup menjadi salah satu fokus utama kedua setelah usaha bangun pagi rutin. Perbaikan pola makan yang disertai banyak minum air putih & olah raga ini ternyata sangat bisa memangkas kebiasaanku minum kopi & minuman bersoda.

Godaan Saat Melepas Rantai Gajah

Pada suatu hari di entah hari ke 30 sekian, aku tiba-tiba kangen kopi. Mas Aar pun bilang kalau sedang ingin ya seduh saja, yang penting tidak balik ke kebiasaan semula. Tp jangan sampai jadi seperti “kepengen”, karena itu lebih bahaya. Maka aku menyeduh segelas kopi kesukaanku. Baunya sih hmmmm luar biasa ngangenin. Tapi ternyata begitu menyeruput seteguk.. kok rasanya jadi aneh di lidah. Dan akhirnya aku simpan sisa kopi yg masih 3/4 cangkir di kulkas… dan itu terakhir kali aku menyeduh kopi.

Aku bukan jadi anti kopi, mungkin suatu saat kalau pas lagi pengen aku akan ngopi atau minum soda. Tapi yang paling penting, aku tidak lagi membutuhkan mereka untuk membuatku “ON” atau menyegarkan pikiran.

***

Perjalananku melepas rantai gajah dan memperbaiki diri masih jauh, tapi aku ingin menikmati dan mensyukuri keberhasilan-keberhasilan kecil yang aku capai sepanjang jalan. Semoga tetap konsisten…

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Trackbacks

  1. […] aku berusaha “menambah” jatah waktu harian & meningkatkan produktivitas dengan melepas Rantai Gajah yang kumiliki. Perjuanganku saat itu untuk bisa bangun pagi teratur aku coba catat dan tekuni sampai […]

Tinggalkan komentar Anda

*