Pulang Kampung

Setelah sekian lama tertunda akhirnya pulang kampung juga. Sebagai orang yang lahir dan besar di Jakarta, “kampung”ku ini ya Jakarta. Lebih tepatnya di Pasar Minggu, dimana aku tinggal sejak kecil hingga menikah. Tujuan utama dari pulang kampung kali ini adalah mengurus surat pindah resmi ke tempat tinggalku yang sekarang. Suatu hal yang cukup lama tertunda karena beragam alasan kesibukan.

Seperti biasa, rasa mellow melanda setiap menghirup udara kompleks Palapa (#lebay), komplek tercinta yang sebenarnya berat untuk ditinggalkan. Gimana tidak berat, ada cerita indah di hampir tiap sudut komplek ini. Eratnya kekerabatan di sini yang paling sulit tergantikan. Bu Sekretaris RT yang sudah aku kenal sejak kecil menyambutku dengan ramah. Sambil bercerita tentang bagaimana guyubnya tetangga dan kerabat membantu meringankan proses ketika suami tercinta meninggal dunia, bu sekretaris menyiapkan surat kepindahan keluargaku.

Entah sudah berapa tahun aku tidak pulang kampung, karena rumah-rumah yang kukenal kini sudah berganti rupa. Lebih segar & cantik desainnya. Ingin rasanya menengok rumah lamaku yang juga sudah berubah wujud, tapi karena kami mengejar waktu untuk mendapatkan tanda tangan pak RW jadi keinginan itu terpaksa kutunda.

bhakti-netSalah satu tempat yang berkesan adalah warnet tempat aku dan mas Aar mengunggah website pertama buatan kami mungkin sekitar 12 atau 13 tahun yang lalu. Waktu itu internet di rumah masih pakai telkomnet instan 0809-89999 yang super lambat, dan website dibuat memakai software FrontPage.

Momen paling berkesan di tempat ini adalah ketika sudah mengunggah semua materi web ke hosting dan web akhirnya bisa kami akses secara online untuk pertama kalinya, kami bahagiaaaaa sekali ketika foto akhirnya bisa muncul … setelah 15 menit loading. Dikemudiannya kami baru sadar ternyata hal itu disebabkan foto yang kami unggah ukurannya terlalu besar, makanya waktu loading menjadi sangat lama. Walaupun siiih, waktu itu rasanya sudah amat sangat buahagia sekali. Akhirnya bisa bikin web!! Norak sekali yah? Hehehe…

Perasaan, zaman itu tempat ini lumayan keren & nyaman. Jadi melihat kondisinya saat ini benar-benar membuatku terharu. Terbayang, tidak sampai 15 tahun kemudian teknologi internet sudah luar biasa berkembang. Sekarang bukan lagi tidak perlu ke warnet karena internet di rumah sudah lebih baik, bahkan saat ini website sudah bisa dibuat dengan mudah melalui telpon genggam. Tak terbayang apa yang akan dialami anak-anakku 15 tahun ke depan. Mungkin membuat web lewat telpon genggam juga merupakan hal yang super jadul dan aneh untuk mereka.

***

bakso-pakminDari rumah ibu sekretaris RT, perjalanan kami lanjutkan ke rumah pak RW. Sebelumnya ibu sekretaris sudah mengingatkan kalau pak RW punya kebiasaan olahraga pagi setiap minggu. Maka ketika kami ketuk rumahnya dan tidak mendapatkan jawaban, kami memutuskan untuk mencari sarapan sekitar komplek sambil menunggu beliau yang mungkin sedang olahraga pagi.

Sampailah kami di warung bakso yang sudah menjadi langgananku sejak SMP. Sayangnya waktu kami sampai, sekitar jam 9 pagi warung bakso itu masih tutup. Mas Aar sudah mengajak untuk mencari makanan di tempat lain, tapi buatku tidak afdol kalau pulang kampung dan tidak mampir ke warung bakso itu. Aku kemudian melihat sebuah celah di pintu dan mencoba masuk lewat sana. Tentu saja kehadiranku mengagetkan pak penjual bakso. Dia langsung menyatakan “belum buka neeeng”. Tapi setelah memperkenalkan diri dan ngobrol sana-sini, akhirnya terhidang juga 2 porsi bakso, lengkap dengan es teh manis & es kelapa muda. Sampai kami selesai makan dan keluar dari warung bakso pun, tempat itu masih belum buka. Hohoho maksa ya? Habis gimana dong, judulnya kan kangen dan nggak mau rugi. Bayangkan, aku sudah langganan di warung itu sejak harga satu mangkuknya masih 500 rupiah, dan kini menjadi 20.000 rupiah.

***

Hari ini tak hanya secara fisik aku pulang kampung. Tapi secara dunia maya, aku juga pulang kampung. Menengok blogku tercinta ini yang sudah lama bangeeeet nggak ditengok apalagi diisi. Alasannya? Tentu saja kesibukan ini dan itu dan ini dan itu. Materi yang mau ditulis mah sudah berderet-deret di buku catatanku, tapi mau menuliskannya di blog itu lho… ya kok nggak jadi-jadi. Sama seperti pulang kampung tadi, suatu hal yang harusnya sudah dilakukan sejak lama tapi karena ditunda akhirnya tak kunjung kesampaian. Padahal aku sadar, waktu tidak pernah berhenti, waktu terus bergulir, hari terus berganti, kisah terus datang dan pergi. Meruginya aku kalau tak mendokumentasikannya walau punya segudang alasan.

Semoga momen pulang kampung ke Palapa hari ini, juga menjadi momen pulang kampungnya aku ke RumahInspirasi, alias mulai rajin menulis blog lagi. Terus terang hal ini juga terpacu oleh status Anne  di Facebook yang mengikuti #NulisRandom2015. Walau telat tapi daripada tidak mulai sama sekali, nggak papa kan? Diawali dari menulis yang ringan seperti malam ini. Baru nanti kalau sudah panas lagi “mesin”nya kita mulai cerita yang agak banyak yah… Semoga.

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Tinggalkan komentar Anda

*

Close