Program Kegiatan Pagi

matahari“Pak, sudah setengah enam,” tiba-tiba suara Tata membangunkan aku sambil mendatangi tempat tidurku. “Belnya sudah bunyi.”

Begitulah awal hari biasanya terjadi di rumah. Anak-anak bangun pagi dan mengawali kegiatan pagi dengan olah raga. Untuk urusan jadwal seperti ini, biasanya Tata yang paling disiplin.

Suara Tata itu membangunkan kami semua. Yudhis terbangun, demikian juga Duta.

“Selamat pagi Tata! Selamat pagi Yudhis! Selamat pagi Duta!” aku menyapa mereka dengan senyum. Lala pun menyampaikan salam pagi yang dijawab anak-anak. Terkadang, mereka datang kepada kami sambil memberikan ciumannya.

“Ayo kita sujud.” Dan kami pun bersujud dan berdoa di tempat masing-masing.
Yudhis, Tata, dan Duta kemudian berlari keluar kamar.

“Buka-buka jendela dulu ya…,” aku berteriak dari dalam kamar. “Jangan lupa minum air putih dulu!”

“Oke pak,” jawab Yudhis sambil berlari. “Beres…!” sahut Tata menimpali. Mereka pun menyingkapkan gorden jendela, membuka jendela dan pintu, serta mematikan lampu yang dapat mereka jangkau, untuk selanjutnya menuju ke halaman depan setelah minum air putih yang kami biasakan kepada mereka.

Aku pun segera menyusul setelah mencium Lala dan mengucapkan selamat pagi kepadanya. Dan, mulailah aku dan anak-anak olahraga dan stretching, sementara Lala mulai sibuk di dapur. Anak-anak tertawa-tawa dan berlari-lari kecil di halaman yang tak terlalu luas itu. Acara olahraga itu biasanya diakhiri dengan main mobil-mobilan diantara mereka.

“Siapa yang mau minum susu?” sekitar pukul 06.30 Lala berteriak memanggil mereka.

“Akuuu…..!” anak-anak pun berlarian menuju meja makan. Yudhis dan Tata dengan cepat mengambil posisinya di meja, sementara Duta berlari tergopoh-gopoh menyusul kakaknya. Segelas susu hangat penuh cinta ibu Lala sudah menanti, yang langsung dihabiskan dengan cepat oleh Yudhis dan Tata. Sementara Duta hanya minum sedikit, untuk kemudian kembali main dengan mobil-mobilannya.

Permainan pagi masih terus berlanjut. Kali ini mereka main sendiri. Aku minum teh pagi sambil ngobrol dengan Lala. Terkadang sambil membantu di dapur atau menyiapkan cucian. Atau, aku mulai menghidupkan komputer dan mulai pemanasan kerja.

Setelah puas main dan “ciat-ciat” bersama Yudhis, Tata biasanya langsung menuju kamar mandi. Dia siapkan bajunya sendiri dan terus ke kamar mandi. Yudhis pun menyusul setelah Tata, sementara Duta terus main ditemani kakaknya.

Setelah Yudhis dan Tata mandi, biasanya sarapan sudah siap. Yudhis dan Tata menyiapkan piring dan sendok di meja makan. Semua duduk bersama di depan piringnya masing-masing, termasuk Duta. Diawali dengan doa pagi memanjatkan syukur dan memohon karunia untuk hari ini, kami sarapan sambil mengobrol dan bercerita-cerita.

“Pagi ini aku sudah dapat dua poin,” kata Tata merujuk pada kesepakatan kami untuk melakukan 7 (tujuh) kegiatan setiap hari yang harus dipilih dan dilakukan anak-anak.

Pukul 07.30, kegiatan pagi selesai. Anak-anak sudah siap beraktivitas selanjutnya. Mereka memilih sendiri akan memulai kegiatan apa hari ini. Menu-menu kegiatan sudah kami siapkan. Yudhis dan Tata bisa memilih membaca Reading A to Z, mind map, belajar matematika, My Pal, membaca buku, menggambar, bercerita, mengerjakan buku soal, ketrampilan, komputer, belajar gitar, piano, atau hal lain yang tiba-tiba mereka ingin lakukan.
Sementara itu, aku dan Lala juga mulai sibuk dengan kegiatan kami masing-masing.

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Trackbacks

  1. [...] Ada program pagi yang sempurna dan kami sukai. Tapi, terkadang pagi berjalan tak sempurna seperti yang kami harapkan. Seperti pagi ini. [...]

Tinggalkan komentar Anda

*