Pertemuan HS Tangerang

Kemarin (Sabtu, 06/11/2010) aku, Yudhis, Tata dan Duta dijemput mbak Mella sekeluarga + mbak Wiwiet sekeluarga untuk pergi ke rumah mbak Gita Avianty menghadiri Kopdar teman-teman HS Tangerang.

Walau jauh-jauh hari mbak Mella sudah bilang kalau mobilnya besar, tapi tetap saja agak nggak yakin 3 keluarga bisa muat. Ternyata bener lho, muat bangeeet.

Awal ketemu anak-anak masih cuek-cuekan. Sepanjang jalan Yudhis, Tata & Duta tidur. Atala sakit perut, Husayn & Ali minta pangku mbak Mella di kursi depan. Masih belum akrab..

Setelah cukup lama di perjalanan, akhirnya sampailah kita ke rumah mbak Gita. Ternyata sudah banyak yang datang. Ada mbak Irma, mbak Tika, mbak Risna dan teman2nya, mbak Vera, mbak Dinar, duo mbak Gita, dan masih banyak yang lain yang sudah ngobrol-ngobrol duluan.

**

Acara sharing HS berlangsung asik. Senang melihat semangat teman-teman dalam menjalankan HS-nya. Materi sharing cukup sebagian besar seputar manajemen waktu, teknik mendidik anak , tips & berbagi pengalaman seputar HS. Mbak Wiet juga memberikan banyak masukan tentang John Holt dan metode Unschooling.

Homeschooling itu memang menarik dan prosesnya pasang-surut, tidak mudah tapi juga bukan berarti tidak mungkin. Bertemu dengan praktisi HS adalah sarana yang bagus untuk saling memberikan peneguhan. Cerita unik setiap keluarga dalam menjalankan HS-nya memberikan gambaran betapa cara mendidik anak itu unik dan beragam, serta sangat personal. Bila dalam satu keluarga yang terdiri dari beberapa anak saja memiliki sekian metode pendidikan, bayangkan dalam satu komunitas, berapa banyak metode dan pendekatan yang dipakai dalam mendidik anak.

Bayangkan pula kalau ada 30 anak yang diberi metode sama dalam pengajaran. Bagaimana kalau model yang seragam itu dipaksakan dan diterapkan kepada seluruh anak?

Potret tentang keragaman cara mendidikan anak itu membawa kita pada penguatan bahwa sejelek-jeleknya pengasuhan seorang ibu kepada anaknya, tetap minimal setara dengan sekolah. Karena sang ibulah paling mengetahui metode pendidikan paling tepat buat anaknya. Tentu saja hal ini diperuntukkan bagi orangtua yang perhatian dan membuka diri untuk mendidik anak-anaknya.

Buatku tak ada metode terbaik dan tunggal dalam mendidik anak karena setiap anak itu unik dan membutuhkan metode yang unik pula. Yang terpenting adalah bagaimana mengambil hati anak, mengenali dirinya sehingga mampu membantunya tumbuh sesuai dengan jalan terbaik yang telah digariskan Tuhan untuknya.

Sementara orangtua ngobrol-ngobrol, anak-anak main di kamar yang penuh mainan & buku. Ada juga yang main sepeda dan lari-larian di luar. Semakin sore anak-anak semakin akrab, obrolan para ibu-ibu juga makin seru. Sayangnya Tangerang itu jauh sekali dan kita tidak bisa terlalu malam.

**

Perjalanan pulang sangat berbeda dengan perjalanan berangkat. Yudhis, Tata, Atala & Husayn sudah akrab dan mereka bermain, melonjak, jejeritan sepanjang jalan. Seruuu…

Terima kasih mbak Mella tumpangannya. Semoga kapan-kapan kita bisa jalan-jalan bareng lagi ya.. hehehe..

Terima kasih mbak Gita Lovusa dan mbak Gita Avianty yang telah memprakarsai pertemuan ini. Senang bertemu dan berbagi bersama teman-teman HS yang lain.

Pertemuan HS Tangerang

Foto lengkap bisa dilihat di sini: http://on.fb.me/dooUUE

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Komentar

  1. Selamat pagi, kunjungan perdana saya. Salam kenal bro. Blog nya bagus 😀

Tinggalkan komentar Anda

*

Close