Perpindahan dari Homeschooling ke Sekolah Umum

Bagaimana jika anak homeschooling mau pindah ke sekolah umum karena berbagai kondisi, misalnya: orangtua meninggal, bercerai, anak ingin sekolah atau di tengah jalan orangtua memutuskan tidak cocok dengan homeschooling?

sekolah5

Kerangka Hukum
Yang pertama perlu diketahui, ada 3 jalur pendidikan di Indonesia sebagaimana yang diatur dalam UU no 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu: pendidikan formal (sekolah), non formal (PKBM, kursus, dll), dan informal (homeschooling).

Jadi, pertanyaan ini menyangkut tentang perpindahan dari satu jalur ke jalur lain; perpindahan dari jalur pendidikan informal (homeschooling) ke jalur pendidikan formal (sekolah).

Perpindahan jalur ini secara umum diatur oleh spirit yang digunakan oleh sistem pendidikan di Indonesia, yang menyatakan bahwa pendidikan Indonesia menganut prinsip “multi-entry multi-exit” (Penjelasan Pasal 4 ayat 2).

“Pendidikan dengan sistem terbuka adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan (multi entry-multi exit system).”

Artinya, siswa dapat berpindah dari satu jalur ke jalur lain: dari formal (sekolah) ke homeschooling (informal) dan sebaliknya dari homeschooling (informal) ke sekolah (formal).

Aturan di dalam UU Sisdiknas itu dijelaskan rinciannya di dalam Peraturan Pemerintah (PP) no 17 Tahun 2010 tentang “Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan”, pasal 71, 73, dan 81.

Untuk perpindahan dari informal (homeschooling) ke formal (sekolah)yang tidak berada di awal jenjang, pasal 73 menyatakan bahwa:
(1) Peserta didik jalur nonformal dan informal dapat diterima di SD, MI, atau bentuk lain yang sederajat tidak pada awal kelas 1 (satu) setelah lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan formal yang bersangkutan.

(2) Peserta didik jalur nonformal dan informal dapat diterima di SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat sejak awal kelas 7 (tujuh) setelah lulus ujian kesetaraan Paket A.
(3) Peserta didik jalur nonformal dan informal dapat diterima di SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat tidak pada awal kelas 7 (tujuh) setelah memenuhi persyaratan:
a) lulus ujian kesetaraan Paket A; dan
b) lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan formal yang bersangkutan.

Untuk perpindahan di awal jenjang SMP, pasal 71 menyatakan bahwa:
(1) Peserta didik pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat sudah menyelesaikan pendidikannya pada SD, MI, Paket A, atau bentuk lain yang sederajat.
(2) SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat wajib menerima warga negara berusia 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun sebagai peserta didik sampai dengan batas daya tampungnya.

 

Praktek di Lapangan

Ketentuan itu sebenarnya sudah cukup jelas mengatur, hanya saja praktiknya di lapangan beragam, ada yang mulus dan ada yang tidak mulus.

Saya mengenal 2 anak homeschooling yang pindah ke sekolah pada tingkat SD  di Bekasi dan Tangerang Selatan. Sekolahnya SD negeri dan bukan termasuk SD favorit. Penempatan di sekolahnya dilakukan berdasarkan tes penempatan di sekolah.

Penolakan oleh sekolah biasanya terjadi karena sekolah tidak memahami aturan PP 17/2010 tersebut. Atau, orangtua maunya pindah ke sekolah favorit yang tempatnya penuh dan menjadi rebutan para siswa sekolah.

Untuk membantu pemulusan proses perpindahan, yang bisa dilakukan orangtua adalah mengedukasi sekolah dengan PP 17/2010. Lebih baik lagi kalau orangtua terbiasa membuat catatan perkembangan anak (rapor/portofolio) yang dapat membantu sekolah untuk menempatkan anak pada jenjang yang paling tepat untuk dirinya.

 

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. karina pranala says:

    Pak ,saya mw nanya ,bagaimana jk homeschooling itu di rumah dan sekolah nasional ingin melihat rapot dan tanda tangan pengawa ,saya hanya bs membuatnya dan tanda tangan 1 guru tersebut ,mohon secepat ya ya pak ,trims

  2. karina pranala says:

    Jd ingin pindah ke pertengahan sma 2 bulan ini,apa yang harus dilalkukan supaya diterima

  3. Saya malah sebaliknya ingin memindahkan dr sekolah formal ke homescholing apa aja nh yang sy harus siapkan ya,

    • Persiapan HS itu banyak membaca dan berdiskusi dengan anggota keluarga, menyiapkan visi pendidikan keluarga dan juga bertemu praktisi homeschooling.

  4. Bagaimana membuat surat keterangan diterima homeschoolin jk diminta sekolah Formal asal?

    • Homeschooling bukan lembaga seperti sekolah. Jika sekolah meminta, orangtua bisa membuat surat pernyataan bahwa anaknya menjalani sekolahrumah dengan orangtua menjadi penanggungjawabnya. Sekolahrumah dijamin oleh UU Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Mendikbud 129/2014 tentang SekolahRumah.

Tinggalkan komentar Anda

*

Close