Perempuan Inspiratif Nova 2015

Perempuan, menurut ungkapan Mohammad Yamin berasal dari kata dasar “empu” yang mendapat imbuhan per-an. Empu adalah seorang yang sangat ahli dan dihormati, sedangkan imbuhan per-an berarti “segala hal yang berkaitan dengan…”. Maka perempuan bisa diartikan sebagai “segala sesuatu yang berkaitan dengan keahlian dan kehormatan”

Tabloid NOVA, sebagai media wanita terbesar dan terpercaya di Indonesia kembali memberikan apresiasi kepada para perempuan yang telah menebarkan manfaat dan menginspirasi lingkungannya melalui Perempuan Inspiratif Nova (PIN) 2015. Acara yang diadakan sejak tahun 2008 ini memilih perempuan dari pelosok Indonesia dengan dua mekanisme: pilihan redaksi NOVA yang mengambil sosok perempuan yang pernah dimuat di Tabloid NOVA dan pilihan juri yang mengambil dari 2000-an surat yang diterima redaksi NOVA dari seluruh pelosok Indonesia.

Setelah melalui proses penjurian yang ketat, dipilihlah 6 perempuan inspiratif pilihan para juri dan 6 perempuan inspiratif pilihan redaksi NOVA. Masing-masing pemenang mewakil 6 kategori, yaitu: Perempuan & Wirausaha, Perempuan & Pendidikan Ilmu Pengetahuan, Perempuan & Teknologi, Perempuan & Kesehatan, Perempuan & Seni Sosial Budaya, serta Perempuan & Lingkungan.

PIN_2015

***

Penjurian Perempuan Inspiratif Nova 2015

Tahun ini aku bersyukur diberikan kehormatan menjadi bagian dari tim juri Perempuan Inspiratif Nova 2015. Bersama tim redaksi & bisnis dari tabloid NOVA, mbak Wulan Tillar dari Martha Tilaar Group & mbak Tenny Hasyanti alumni PIN 2014, kami memilih 6 pemenang dari 30 perempuan yang sudah diseleksi dari sekitar 2000 perempuan yang masuk tahap penyeleksian awal.

Menjadi juri dari acara seperti ini bukanlah sebuah hal yang mudah. Semua kisah yang tersaji di meja juri menghangatkan hati. Perasaan terharu, bahagia, bangga, sedih (karena banyak kisah keberhasilan para perempuan ini yang berawal dari hal-hal yang sangat menyedihkan) dan kagum campur baur mengaduk-aduk hati.

penjurian-PIN-NOVA2015-1

Tidak terasa sudah 2 tahun yang lalu sejak aku mendapatkan kehormatan untuk menjadi bagian dari Perempuan Inspiratif Nova. Selama ini aku melihat betapa NOVA berusaha memotret perjuangan banyak perempuan yang secara konsisten berkarya dan memberi manfaat bagi sesama dan lingkungannya. Semoga dengan semakin banyak orang yang mengetahui perjuangan para perempuan ini & semakin meluas jaringan mereka, banyak kemudahan yang bisa mereka dapatkan untuk memperbesar dampak kebaikan & manfaat bagi masyarakat. 

***

Malam Penganugerahan Perempuan Inspiratif Nova 2015

Bertempat di Restoran OASIS, Cikini, Jakarta 5 Desember 2015 lalu, akhirnya diumumkanlah 12 pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2015. Datang ke acara ini merupakan kebahagiaan tersendiri buatku karena berjumpa lagi dengan teman-teman alumni PIN sebelumnya.

Bersama Nina Nuraniyah & Abyz Wigati, alumni PIN 2013

Bersama Nina Nuraniyah & Abyz Wigati, alumni PIN 2013

Bersama Tenny Haryati PIN 2014 yang menjadi juri untuk PIN 2015

Bersama Tenny Haryati PIN 2014 yang menjadi juri untuk PIN 2015

Setelah makan malam yang nikmat, satu persatu pemenang PIN 2015 maju untuk berbagi kisah mereka. Walau sebagian dari mereka kisahnya sudah terasa akrab karena tulisan tentang mereka sudah aku baca ketika masa penjurian, tetap saja ketika mendengar langsung dari orangnya membuatku terharu.

Pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2105 kategori Perempuan & Wirausaha

Seperti kisah Ratna Prawira pemenang kategori Perempuan & Wirausaha yang mampu memanfaatkan seluruh bagian dari pohon pisang. Mulai dari daun, buah, bonggol, bahkan batanya bisa diolah menjadi makanan & minuman lezat seperti sirup daun pisang, nugget jantung pisang, sambal goreng pisang, kerupuk kulit pisang, abon batang pisang, semprong bonggol pisang dan masih banyak lagi.

Perempuan asal Ambon yang pindah ke Yogya karena kerusuhan ini mengaku tergerak masuk ke dapur dari membaca resep yang ada di Nova. Bermodal Rp 25 ribu dan 1 pohon pisang, Ratna mulai berkarya dan meraih impiannya. “Jika ada perempuan yang merasa jatuh, itu karena dia tak mau bangkit. Kalau jatuh ya harus berdiri dan berlari mengejar impian,” ujar Ratna sambil menahan tangis haru disela-sela ceritanya.

Irma Suryati

Irma Suryati

Perempuan pemenang kategori Perempuan & Wirausaha pilihan redaksi adalah Irma Suryati yang membuktikan bahwa seorang disabilitas mampu berdikari dan bisa menciptakan hal bernilai tinggi. Perempuan yang mengalami kelumpuhan sejak berusia 4 tahun akibat polio ini merintis usaha kerajinan keset dengan modal kain-kain sisa.

”Seburam-buram harapan selalu ada celah yang bisa membawa berkah dan peluang di masa depan” menjadi prinsip Irma dalam menjalani hari-harinya yang sulit. Irma juga berbagi kisah bagaimana 15 tahun yang lalu ketika pertama datang merantau ke Jakarta untuk menjual kesetnya dari pasar ke pasar menjadi sebuah masa-masa tersulit dalam proses bisnisnya. Ketekunan, kerja keras & kegigihan Irma kini membawanya mampu memberdayakan 3000 penyandang disabilitas & ibu-ibu rumah tangga di hampir 17 kabupaten untuk berkarya dan mengekspor karya-karyanya itu ke beberapa negara seperti Australia, Jerman, Jepang & Turki.

***

Pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2015 kategori Perempuan & Lingkungan

Selanjutnya dipanggil pemenang dari kategori Perempuan & Lingkungan pilihan redaksi, Nissa Wargadipura. Berawal dari kesedihannya melihat anak-anak zaman sekarang yang sudah tidak dekat dengan alam, bersama suaminya, perempuan hebat asal Garut ini mendirikan pesantren Ath Thariq dengan konsep Ekologi yang berbeda dengan pesantren pada umumnya. Selain belajar mengaji, para santri di sini juga belajar cara bertani organik & menjaga sebuah ekosistem. Diharapkan melalui pesantren ini kegiatan ekologi dan ekonomi bisa seiring.

sri-mulyani

Sri Mulyani

Pilihan juri di kategori ini jatuh pada Sri Mulyani, seorang staf pengajar Matematika di SMAN 1 Jawa Tengah ini membentuk kelompok wanita tani “Mulya Sejahtera” yang mengusung slogan Kampung SMS (Sayur Mayur Sehat). Setiap anggota kelompok ini diminta menanam sayur dengan memanfaatkan lahan pekarangannya sehingga uang untuk beli sayur dapat ditabung untuk biaya sekolah anak yang dibagikan setiap tanggal 5 Juli di tahun berikutnya. Produksi sayur yang melimpah juga bisa dijual di Bank Sayur Mayur Sehat dan uangnya bisa menjadi dana simpan pinjam untuk kesejahteraan warga.

Menurutku apa yang dilakukan mbak Sri Mulyani ini sangat menarik dan harapanku semakin banyak perempuan-perempuan lain yang mau bergerak mengedukasi masyarakat di sekitar tempat tinggalnya untuk memanfaatkan pekarangan mereka. Bayangkan jika setiap rumah di Indonesia mampu menyediakan sayurnya sendiri dan bertukar sayur dengan tetangganya yang mungkin punya jenis sayur yang berbeda.

Waaa… asik & sehat banget…

***

Pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2015 kategori Perempuan & Pendidikan Ilmu Pengetahuan

Kategori berikutnya adalah Perempuan & Pendidikan Ilmu Pengetahuan. Heni Sri Sundani, pemenang pilihan juri menceritakan tentang masa lalunya sebagai anak yang sangat miskin, rumah tak ada listrik, pergi ke sekolah harus 2-4 jam pulang pergi dan sempat menjadi TKI Indonesia di Hongkong untuk mengubah nasibnya. Yang menarik dari sosok Heni ini adalah walau hidupnya sendiri sulit, tapi Heni peduli dengan masyarakat sekitarnya.

Melalui gerakan #anakpetanicerdas Heni memberikan pendidikan gratis untuk anak-anak di masyarakat sekitarnya. Berawal dari 2 kampung dengan anak didik kurang lebih 70 orang, kini ada 800 anak dari 7 kampung yang bisa menikmati pendidikan gratis mulai dari mata pelajaran sekolah, juga aneka lifeskill, literasi, memasak dan masih banyak lagi. Murid Heni kini tak hanya anak petani saja, tapi juga anak ART, tukang ojek, pemuleng dan masyarakat rural lainnya.

Pemenang Perempuan & Pendidikan Ilmu Pengetahuan pilihan redaksi jatuh pada Eko Setiyoasih yang sangat peduli dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Harapannya adalah setiap orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk dapat menerima keadaan putra-putri mereka dan mampu menjadi terapis yang handal bagi anak-anaknya.

Dalam kesempatan ini pula Eko meminta kepada Dewi Yuni Muliati selaku Asisten Deputi Gender Dalam Kesehatan bidang Pengarusutamaan Gender bidang Politik Sosial dan Hukum yang hadir mewakili ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, agar segera menetapkan undang-undang bagi anak berkebutuhan khusus yang terkena pelecehan seksual.

Sedih rasanya mendengar kisah mbak Eko tentang anak didiknya yang terkena pelecehan seksual tapi tak mampu menuntut pelakunya. Setelah acara seremoni aku sempat melihat mbak Eko bercakap-cakap dengan ibu Dewi, semoga ada jalan terang yang terbuka dari percakapan itu. Aamiin.

pemenang-NOVA-2015

Yunita Riris – Heni Sri Sundani – Yuli Sugihartati – Eko Setiyoasih

Pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2015 kategori Perempuan & Teknologi

Kategori berikutnya adalah kategoriku, yaitu Perempuan & Teknologi. Jadi terus terang memang agak “baper” ketika milihnya, soalnya berasa “gue banget” hehe..

Setelah sebuah diskusi panjang, pemenang pilihan juri jatuh pada Yunita Riris Widawaty, seorang pustakawan yang juga founder dari Gambreng Games & Gundu Production. Menariknya, permainan yang dikembangkan oleh Gabreng Games memasukkan unsur budaya Indonesia, seperti La.. La.. La.. (tebak lagu anak Indonesia), Jampi-jampi, Pencet-pencet, Blok-blok, Laron dan masih banyak lagi. Sebagai sesama penyuka games, aku berharap semoga mimpi Riris untuk mengembangkan game Indonesia menjadi top sales internasional & memiliki fan-base gamer terbesar di dunia bisa tercapai. Hidup games Indonesia 😀 😀

Perempuan & Teknologi pilihan redaksi Nova adalah Yuli Sugihartati seorang sarjana peternakan asal Malang yang merasa tergerak melihat kumuhnya dusun Brau akibat tidak ada penerapan tepat untuk limbah kotoran ternak. Secara perlahan, Yuli mendidik warga Brau mengolah kotoran sapi menjadi Biogas dan bio slurry. Walau awalnya dipandang apatis karena sudah banyak orang sebelumnya yang gagal tapi setelah 2 tahun akhirnya dusun Brau kini memiliki 9 reaktor penghasil biogas. Masyarakat kini tidak perlu mencari kayu ke hutan dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli gas epliji. Sementara bio slurry, ampas kotoran yang keluar dari reaktor bisa dijadikan pupuk kompos.

***

Pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2015 kategori Perempuan & Kesehatan

Kategori yang tak kalah menarik adalah kategori Perempuan & Kesehatan. Di tengah mahalnya biaya kesehatan kini hadir BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Sayangnya dalam penyelenggaraannya banyak masyarakat yang belum bisa memanfaatkan secara maksimal.

Di sinilah kehadiran Yuli Suprianti walau tanpa sponsor maupun penyokong dana dari manapun secara sukarela melakukan advokasi terhadap masyarakat yang tidak mampu dan bermasalah ketika menggunakan BPJS menjadi sangat inspiratif bagi kami para juri. Perlu semakin banyak masyarakat yang peduli dengan sesama, yang tergerak untuk melakukan kebaikan walau terlihat sederhana tapi sangat besar artinya bagi orang yang membutuhkan.

Perempuan hebat berikutnya memiliki semangat & keceriaan yang mengingatkanku pada almarhumah tanteku tersayang yang juga mengidap kanker payudara. Shanti Rosa Persada, didiagnosa mengidap kanker payudara stadium 3B tahun 2010 silam alih-alih tenggelam dalam perasaan tak berdaya, bersama sahabatnya sesama penderita kanker mendirikan komunitas Lovepink. Komunitas yang lahir di tahun 2011 ini adalah gerakan sosial untuk merangkul penderita kanker payudara lainnya dan memberi penguatan di awal masa pengobatan, selama perawatan hingga masa penyembuhan. Lovepink juga mengajak perempuan lain untuk berani memeriksakan kesehatan payudara sejak dini (SADARI) bahkan kini sudah mengeluarkan”LovePink Breasties“, sebuah aplikasi yang membantu setiap perempuan agar dapat melakukan SADARI dengan cara yang menyenangkan.

pemenang-NOVA-2015-2

Shanti Rosa Persada – Sonta Leonarda – Yuli Suprianti

Pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2015 kategori Perempuan & Seni Sosial Budaya

Di kategori Perempuan & Seni Sosial Budaya terpilih Sonta Leonarda Boru Situmorang atau yang biasa disebut Nai Marudut yang menghabiskan hari-harinya menenun ulos. Bagi Nai Marudut, “Mangulosi” atau memberi ulos kepada pengantin mempunyai arti mempersatukan keluarga menjadi keluarga besar. Baginya menenun ulos bukan untuk mencari keuntungan tetapi lebih untuk mempertahankan nilai luhur dari budaya Batak.

Aku masih ingat ketika penjurian, suara kami hampir bulat memilih Nai Marudut. Selain karena usia & keunikannya, kami merasa bahwa penghargaan kepada Nai Marudut sesungguhnya adalah bentuk penghargaan & penghormatan kami kepada seluruh perempuan di Indonesia yang juga mendedikasikan hidupnya untuk mempertahankan karya seni budaya bangsa yang mungkin jauh dari hingar bingar penghargaan apapun.

Kisah mengharukan kembali hadir dari sosok Maizidah Salas yang diperkosa seniornya ketika SMA, dipaksa menikah dengan pria tersebut dan menderita KDRT selama pernikahan sebelum akhirnya ditinggal pergi menikah lagi oleh suaminya. Maizidah kemudian mengadu nasib di Taiwan, tapi karena masalah administrasi akhirnya menjadi TKI Ilegal. Bersama teman sedesa yang menjadi korban, ia menyewa apartemen yang kemudian digunakannya untuk menampung teman-teman yang terkena masalah.

Ketika akhirnya dipenjara sebagai TKI ilegal, Maizidah kemudian dideportasi kembali ke Indonesia. Di kampungnya, Wonosobo, Maizidah membentuk Kampung Buruh Migran (KBM) yang memberikan advokasi & pembimbingan usaha kepada para korban trafficking yang 90% perempuan. KBM saat ini dijadikan proyek percontohan komunitas buruh migran di berbagai daerah. Maizidah sendiri tahun lalu sudah wisuda S1 dan tahun depan mendapat beasiswa S2 di Jerman.

***

Fiuh…. kebayang kan bagaimana perasaanku mendengar beragam kisah para perempuan inpiratif Nova tahun ini? Aku yakin ada banyak sekali perempuan Indonesia yang berkarya dengan cinta seperti mereka. Mungkin termasuk teman-teman yang saat ini datang berkunjung dan membaca posting ini. Aku berdoa semoga teman-teman semua diberikan kekuatan, kemudahan & keberkahan dalam menjalani setiap pengabdian yang teman-teman lakukan untuk masyarakat.

Ayo berkarya dengan cinta…

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Komentar

  1. terimakasih ulasannya

Tinggalkan komentar Anda

*

Close