Percobaan Lampu Darurat

lampuHari ini, Tata melakukan percobaan untuk membuat “Lampu Darurat”. Percobaan ini dilakukan dari bukunya pak Muzi Marpaung, “50 Hari Menjadi Ilmuwan”.

Yang diperlukan adalah minyak goreng, tisu, mangkuk, dan korek api.

Tata mempersiapkan semua materi percobaannya dengan mencari minyak goreng, tisu, dan mangkuk. Aku membantunya menuangkan minyak goreng itu ke mangkuk kecil.

Prosesnya, minyak goreng dituang ke mangkuk kecil. Kemudian tisu dipilin untuk menjadi sumbu, bagian besarnya diletakkan di mangkuk. Setelah itu dinyalakan.

Karena di rumah tak ada korek api, percobaannya tadi menggunakan api dari kompor gas. Yudhis melipat kertas dan mengambil api dari kompor. Dia sempat melakukan kesalahan cara memegang kertas yang menyala (tangannya di atas api) sehingga apinya agak menjilat tangannya. Tidak ada luka, hanya kepanasan sedikit. Tapi dari sana, Yudhis belajar bahwa posisi memegang api yang aman adalah tangan harus berada lebih rendah dari api karena api selalu menjulur ke atas.

Dari proses percobaan ini, Tata belajar bahwa minyak goreng bisa menjadi bahan bakar dan menjadi lampu. Menurut rencana, lampu darurat itu akan dimanfaatkan sebagai lampu untuk gerakan mematikan listrik satu jam yang akan berlangsung hari Sabtu yang akan datang.

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close