Perbandingan Google+ dan Facebook

Apa yang membedakan Google+ dengan Facebook? Kalau Anda adalah pengguna Facebook, mengapa perlu mempertimbangkan Google+?

Salah satu perbedaan utama antara Google+ dan Facebook adalah mengenai cara menangani privacy dan cara berkomunikasi.

Berikut ini perbedaan antara Google dan Facebook, terutama dalam cara kita berkomunikasi dengan teman-teman kontak kita.

  • Penyebaran informasi selektif. Secara natural, Google+ meminta Anda memasukkan kontak Anda ke dalam Circle tertentu. Ini membuat Anda lebih bisa mengontrol informasi yang ingin Anda bagi, sebab tidak semua informasi bersifat publik. Anda bisa memilih informasi yang ingin Anda bagi dengan teman kantor, teman main, keluarga, atau publik. Pilihan itu bersifat natural dan menjadi bagian melekat dari Google+.
  • Pertemanan asimetris. Pertemanan dalam Facebook terjadi 2 arah (simetris), Anda berteman dengan X atau tidak sama sekali. Kalau Anda ingin berteman, maka Anda harus Add Friend dan mendapatkan persetujuan darinya. Sekali Anda berteman, maka Anda dan dia terhubung. Anda dapat membaca semua statusnya dan demikian pun dia dapat membaca status Anda. Memang ada fasilitas untuk mengontrol privacy di Facebook, tetapi itu tidak gampang ditemukan oleh pengguna awam. Dalam Google+, pertemanan bisa berlangsung satu arah (asimetris) ataupun dua arah (simetris).
  • Bebas Follow siapapun. Di Google+, tak perlu ada Friend Request. Anda bebas memasukkan siapa saja ke dalam Circle Anda. Kalau Anda ingin mengikuti seseorang, Anda tinggal masukkan dia ke Circle. Tetapi, orang lain tidak harus memasukkan Anda ke dalam Circle-nya. Nah, status orang yang masukkan ke dalam Circle itu yang bersifat publik akan masuk ke stream Anda. Hal ini berguna jika Anda ingin mengikuti status/opini yang disampaikan seorang tokoh atau influencer dalam tema tertentu. Proses ini serupa dengan istilah Follow di Twitter.
  • Kebebasan memilih teman. Sebaliknya, jika Anda adalah seorang tokoh publik atau ingin menjaga privacy, Anda tak harus merasa sungkan menolak friend request sebagaimana yang terjadi di Facebook. Tak ada Friend Request kepada Anda. Jika ada orang yang memasukkan Anda ke dalam Circle, Anda tak memiliki kewajiban untuk memasukkan orang tersebut ke dalam Circle Anda. Anda dapat mengabaikan Circle atau memasukkan seseorang pada sebuah Circle tertentu (mis: Umum). Orang yang Anda masukkan ke dalam Circle dapat mengetahui bahwa mereka Anda masukkan ke dalam Circle, tetapi yang bersangkutan tidak mengetahui dia berada di dalam Circle Anda yang mana.

 

Privacy dan aliran informasi yang terkontrol ini memberikan banyak keuntungan dan ide penggunaan, misalnya:

  • Privacy terjaga. Orang hanya bisa membaca informasi status/stream dari Anda yang relevan sesuai Circle yang Anda tentukan.
  • Bebas Iklan. Iklan yang memenuhi wall (yg menjadi problem besar di Facebook) bisa diminimalisir.
  • Komunikasi tertutup. Anda bisa menggunakan Circle untuk komunikasi tertutup, misalnya: konsultasi, pelatihan, panitia kegiatan, dan sebagainya.
  • Kontrol terpusat. Dengan satu akun, Anda bisa berkomunikasi secara terfokus ke dalam berbagai kelompok/kegiatan yang Anda ikuti. Tak ada orang luar yang bisa mengintip kegiatan dan percakapan yang tak relevan dengannya. Anda juga bisa menggunakan berbagai fasilitas yang terintegrasi dengan Google tanpa harus berganti akun.

 ***

Facebook

Google+

Wall Stream
Friend List Circle
Likes +1
Share: Status, Photo, Video, Question, Link Share: Photo, Video, Location, Link
Info Dashboard
Activities & Interests, Arts & Entertainment, Sports Spark
No Service Integration with all Google Products such as : Gmail, Google Chat, Google Profile, Picasa, etc
Unique Features: Messages, Poke, Notes, Questions, Pages Unique Features: Huddle, Instant Upload, Hangout, Data Liberation

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. makasih Mas Aar

  2. Thanks for sharing Mas Aar! Sekarang emang saya lagi demen sama Google+. Sebenernya agak bingung pas mau add teman, tapi kok ngga ada option friend request-nya. Ternyata add circle aja udah cukup yah.
    Kayaknya Google+ bakal ngalahin popularitas Facebook nih.

  3. Hilda Purnamasari says:

    makasih Pak Aar, boleh saya share ?? masalahnya, ada bbrp orang yg pakai smarphone kurang suka G+, krn fiturnya gak mejeng di smartphone dia. hahahhaha

  4. sebetulnya sama aja

Tinggalkan komentar Anda

*

Close