Pengalaman Menghadiri IESE (Indonesia E-Commerce Summit & Expo)

IESE-01Akhir April yang lalu, kami (aku & Lala) menghadiri IESE (Indonesia E-Commerce Summit & Expo). Kesan utama kami selama mengikuti IESE yang berlangsung selama 3 hari adalah  puas dan ingin hadir lagi tahun depan.

Syukur-syukur jika mendapat undangan sebagai blogger.

***

Ikut IESE: Keputusan Spontan

Semua berawal dari pengumuman di media sosial yang dilihat Lala mengenai acara IESE. Pagi-pagi Lala bangun dan mengusulkan untuk ikut. Dalam keadaan masih belum sadar sepenuhnya, aku mengiyakan.

Lala merasa butuh hadir untuk meng-upgrade dirinya karena sedang mendapat tanggung jawab mengelola Asri Online. Sementara aku butuh untuk pengembangan Rumah Inspirasi dan ide-ide bisnis yang akan kami kembangkan bersama. Jadi, walaupun harus membayar dari kantong sendiri, kami menganggapnya sebagai investasi.

Setelah sudah mulai sadar, aku baru merasa bahwa biaya acara itu lumayan mahal, hehehe. Apalagi paket yang diambil Lala adalah Summit, paket paling lengkap. Untunglah ada paket Buy 1 Get 1 dari Mandiri. Tapi setelah selesai mengikuti rangkaian acara IESE, aku merasa bahwa biaya yang kami keluarkan sepadan dengan yang kami dapatkan.

Acara Summit E-Commerce Indonesia yang pertama

IESE-02

IESE adalah kegiatan summit e-commerce yang pertama kali diadakan di Indonesia. IESE diselenggarakan oleh idEA (Indonesian E-Commerce Association) pada 27-29 April 2016 di ICE BSD City.

Ada 3 jenis kegiatan yang diselenggarakan dalam IESE 2016, yaitu: summit, workshop, dan expo. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini melibatkan 72 pembicara dan 150 peserta pameran (expo).

Pembicaranya sendiri terbagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu summit dalam ruang besar (hall) dalam format talkshow/seminar dan workshop yang terdiri 3 kelas parallel dengan format presentasi dan tanya-jawab.

Aneka materi mulai yang bersifat strategis hingga yang teknis & praktis. Materi yang bersifat strategis biasanya ada di summit. Yang lebih teknis dan praktis biasanya ada di workshop.

Acara yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo ini melibatkan hampir seluruh selebriti teknologi Indonesia, seperti Nadiem Makarim (Gojek), William Tanuwijaya (Tokopedia), Andi S. Boediman (Bhinneka), Willson Cuaca (East Ventures), Alexander Rusli (Indosat Ooredoo), Kusumo Martanto (Blibli), dan lain-lain.

Di luar para pelaku bisnis, ada para pengambil kebijakan seperti Menteri Kominfo, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Dirjen Pajak, dan lain-lain.

Pengalaman Pertama ke ICE di Serpong

IESE-04

Buatku, menghadiri acara IESE di ICE (Indonesia Convention Exhibition) di BSD Tangerang ini adalah pengalaman pertama. Lokasinya lumayan jauh dari tempat tinggalku di daerah Jakarta Timur.

Hari pertama kami berangkat menggunakan Grab Car, perjalanan memakan waktu lebih dari 2 jam. Di hari pertama itu ada sedikit kekacauan dalam proses registrasi karena data pendaftaran dari pihak ketiga tidak terhubung dengan basis data panitia. Akibatnya, ada proses manual yang cukup menyita waktu.

Di luar masalah administrasi di awal, kegiatan IESE berlangsung relatif lancar hingga hari ketiga.

Mengenai acara, hampir semua tema menarik buat kami. Di hari pertama, kami memilih lebih banyak mengambil kelas Workshop bersama-sama. Menjelang sore, kami mulai berpisah. Di hari kedua dan ketiga, kami lebih sering berpisah dan mengambil tema sesuai minat kami. Lala lebih sering mengambil kelas Workshop, aku lebih sering masuk di ruang Summit.

Kesan dan Masukan untuk IESE

IESE-03

Overall, kesan kami terhadap IESE pertama ini adalah puas. Acaranya padat, tema dan pembicaranya menarik dan memberikan banyak insight. Satu kutipan yang terus terngiang-ngiang adalah “e-Commerce di Indonesia ini baru 1% dari total transaksi ritel”. Jadi, ruang untuk bertumbuhnya masih sangat besar.

Dari pengamatanku sekilas, banyak peserta yang hadir dari kalangan umum yang sedang mencari ide bisnis e-commerce atau berada di stage awal startup. Mungkin tema-tema untuk business cycle di awal ini perlu lebih diperbanyak, misalnya berkaitan dengan memulai startup, menguji gagasan, lean startup, funding, analytics, marketing, dan sejenisnya. Itu untuk workshop.

Di summit, perlu dimasukkan juga peta industri dan analisis makro untuk melihat potensi-potensi bisnis teknologi di Indonesia.

Dari sisi penyelenggaraan, menurutku perlu ditambah shuttle bus dari dan ke berbagai tujuan di Jakarta untuk mempermudah peserta. Panitia mungkin perlu belajar dari penyelenggaraan event lain yang mulai banyak menyediakan free shuttle bus Jakarta-ICE.

Dari sisi publikasi, menurutku akan makin ramai kalau panitia melibatkan blogger dan influencer di media sosial. Dengan makin banyaknya publikasi dan liputan tentang IESE, awareness terhadap kegiatan ini dan dunia e-Commerce diharapkan makin meningkat.

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*