Pendidikan untuk Kemanusiaan

Pendidikan bukan sekedar memberi makan otak. Pendidikan bukan sekedar membuat anak menjadi pintar. Tetapi, pendidikan adalah juga memberi makan untuk nurani, memberi pondasi moral dan membangun kesadaran sebagai seorang manusia. Pendidikan adalah komitmen menabur benih untuk menciptakan dunia dan lingkungan kehidupan yang lebih baik. Seperti mentari yang memberi terang kepada alam semesta tanpa memandang suku, agama, ras atau golongan manusia yang menerima cahayanya.

Di dunia ini, 30 tahun yang lalu lahir seorang anak manusia, seorang gadis kecil yang diberi nama Rachel Corrie. Gadis kecil itu kini memang telah tiada. Dia meninggal dalam usianya yang sangat muda, 23 tahun, tepatnya pada 16 Maret 2003. Dia tewas dibunuh dengan buldozer Israel saat menjadi pejuang perdamaian, mencegah penghancuran rumah-rumah di Jalur Gaza oleh tentara Israel.

Tapi kematiannya tak membuat namanya lenyap. Kematiannya justru membuatnya kekal. Kecintaannya pada kemanusiaan dan perdamaian menjadi inspirasi perdamaian yang melampaui sekat negara, suku, dan agama.

Saat hati kita pilu oleh tragedi penyerbuan kapal MV Mavi Marmara oleh tentara Israel yang menewaskan para aktivis perdamaian dari berbagai negara, nama Rachel Corrie yang kini telah diabadikan sebagai nama salah satu kapal perdamaian kembali muncul dalam ingatan kita.

Di dunia yang dipenuhi amuk, konflik, kemarahan, dan aneka pertentangan ini, kita membutuhkan banyak Corrie-Corrie lain. Kita butuh lebih banyak lagi orang yang mau dan mampu menempatkan perdamaian dan kemanusiaan di atas kepentingan diri dan golongan kita.

***

Mengenang Corrie adalah mengenang perdamaian, mengenang kemanusiaan kita. Juga, mengenang pidatonya yang sangat inspiratif berjudul “I’m here because…” di Conference on World Hunger (1990). Pada saat itu, Corrie adalah  siswi kelas 5 Sekolah Dasar.

Movie

Transkrip:
“I’m here for other children.
I’m here because I care.
I’m here because children everywhere are suffering and because forty thousand people die each day from hunger.
I’m here because those people are mostly children.
We have got to understand that the poor are all around us and we are ignoring them.
We have got to understand that these deaths are preventable.
We have got to understand that people in third world countries think and care and smile and cry just like us.
We have got to understand that they dream our dreams and we dream theirs.
We have got to understand that they are us. We are them.
My dream is to stop hunger by the year 2000.
My dream is to give the poor a chance.
My dream is to save the 40,000 people who die each day.
My dream can and will come true if we all look into the future and see the light that shines there.
If we ignore hunger, that light will go out.
If we all help and work together, it will grow and burn free with the potential of tomorrow.”

(Credit for transcript: EarthHeal)

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*

Close