Nonton Bareng Film “The Beginning of Life” di Klub Oase

Bertempat di Rumah Inspirasi, pada Rabu, 27 Juli 2016, para orangtua homeschooling yang berkegiatan bersama di Klub Oase mengadakan kegiatan nobar alias nonton bareng film “The Beginning of Life”.

“The Beginning of Life” adalah film dokumenter dari UNICEF sebagai alat edukasi publik tentang perkembangan anak usia dini atau Early Childhood Developement (ECD). Film diambil di 9 negara dengan berbagai sudut pandang orangtua dan para ahli, denga konteks sosial yang berbeda-beda. Isinya sangat menarik.

Film ini ada subtitle bahasa Indonesia dan diharapkan ditonton secara bersama-sama alias nobar (nonton bareng), yang kemudian dilanjutkan dengan sharing dan diskusi.

TheBeginningofLife-01

***

Aneka Tema & Pengetahuan dalam Film

Banyak tema yang bisa diangkat dari nonton bareng film “The Beginning of Life” ini, antara lain:
a. Perkembangan anak usia dini sebagai pengetahuan multi disiplin
b. Perkembangan otak anak pada masa bayi & usia dini
c. Anak & lingkungan sekitarnya
d. Pentingnya ikatan (bonding) antara orangtua dan anak
e. Apa yang perlu diperhatikan saat menjadi orangtua
f. Pengaruh pengabaian, kekerasan dan stress pada anak usia dini
g. Peran kegiatan bermain dalam perkembangan anak
h. Apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendampingan anak usia dini?

Di Indonesia, pelaksanaan kampanye nobar film “The Beginning of Life” ini dilakukan oleh Ashoka Indonesia dan Teman Takita.

Jika Anda ingin mengadakan kegiatan nobar film “The Beginning of Life” bersama teman, tetangga atau komunitas Anda, Anda bisa membaca panduan dan mendaftar di sini:

***

Diskusi Nobar “The Beginning of Life”

Di Klub Oase, kegiatan nobar ini diikuti oleh 20 orang. Setting nontonnya santai, duduk di kursi dan lantai.

Ada 2 hal yang menjadi perbincangan dan sharing pasca menonton film “The Beginning of Life”:

a. Anak adalah bukan kertas kosong dan itu menjadi tantangan orangtua untuk memberikan lingkungan yang kondusif. Walaupun sebagian orangtua yang menonton sudah memahami gagasan ini, proses menonton film menambahkan keteguhan dan menjadi refleksi bersama.

b. It takes a village to raise a child. Kesadaran tentang perlunya mendidikan anak-anak sendiri sudah cukup kuat di kalangan orangtua yang hadir. Tetapi saat dihadapkan pada harapan untuk berkontribusi pada anak orang lain, terjadi kegamangan tentang proses yang dilakukan dan sejauh mana batas intervensi yang diperbolehkan.

***

Sudahkah Anda menonton film ini? Silakan simak trailer film “The Beginning of Life”

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. Film yang sangat berkesan. Makasih Mas Aar kesempatannya.

  2. bunda Athiya says:

    Mas Aar,aq ud daftar kok blm dapat respon y?klo misal aq minta file filmnya dr rumah inspirasi blh ga?Makasih y mas.

    • Mungkin mas Bukik sedang sibuk mbak. Prosesnya tidak bisa melalui kami, tapi harus langsung ke panitia penyelenggara..

  3. setelah melihat dari awal hingga akhir film ini memang keren

  4. Anak adalah kertas kosong? Atau anak bukanlah kertas kosong?

  5. maaf mau nanya, dapat subtitle indonesia atau bahasa inggris dari film ini dimana ya? terima kasih jawabannya 🙂

Tinggalkan komentar Anda

*