Rumah Inspirasi

Keluarga – Homeschooling – Pendidikan – Parenting

29th

Merayakan keragaman anak

29/01/2011

Pada dasarnya anak itu memiliki beragam. Menyamakan anak dengan membuat sebuah standar pendidikan yang sama dan seragam adalah sebuah pengabaian terhadap keragaman anak. Bahkan bukan hanya pengabaian, penyeragaman standard itu bukan hanya membuat anak tak berkembang, tetapi dapat membuat potensi mereka mati.

Ada anak yang cerdas fisik, tetapi dijuluki anak nakal di kelas karena tidak bisa duduk tenang. Ada anak yang cerdas interpersonal yang senang ngobrol/bergaul, tetapi dinilai berisik dan mengganggu. Ada anak yang senang belajar dengan praktek dan dinilai bodoh karena tidak bisa belajar dengan cara membaca teori. Itu hanya sebagian contoh dari keragaman anak yang sering diabaikan dan “dilabeli bermasalah” di dalam model pendidikan yang mengagungkan standar dan keseragaman.

Animasi flash tentang “Sekolah Hutan” di bawah ini adalah ilustrasi yang bagus untuk menjadi refleksi kita dalam memandang keragaman anak-anak dalam konteks keragaman mereka.

Terima kasih kepada mbak Miranti Mayangsari yang telah berbagi video ini.

Isi form di bawah. Periksa email Anda setelah mendaftar dan klik link konfirmasi yang kami kirimkan.
* = required field
:)

About the author :

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Share the article...

Jangan lupa berlangganan RSS kami untuk mendapatkan informasi terbaru dari RumahInspirasi

11 Responses to “Merayakan keragaman anak”

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by Pojok Pendidikan and rumah inspirasi, Mira Julia. Mira Julia said: Merayakan keragaman anak http://goo.gl/fb/5vsaS [...]

  2. Ulfa says:

    Gmana ya skrg praktisi hser sdg diincar pemerintah nih. Rumour mau ada UU yg apabilah tdk menyekolahkan anak, ortunya akan dihukum.? Bisa kasi solusi ga?

    • Aar says:

      Dari mana rumornya mbak? Kok sy tidak pernah mendengar ya.. Wong mau repot-repot membantu pemerintah dengan ngurusin anak (pakai uang dan tenaga sendiri), masak malah mau dihukum? (*sy tidak mengerti cara berfikirnya*)

  3. rika says:

    bagus sekali videonya Pak Aar. Saya share di fb saya ya.. :razz:

  4. saya share ya mas Aar, bagus sekali

  5. Ulfa says:

    Ini kbetulan kami dan beberapa ribu org lainya serentak mencabut anak2 kami dr sekolahanya pd saat yg brsamaan krn perintah dr pimpinan kami untuk di hskan, dan dr situlah para pihak yg brkuasa mengunakn kekuasaany utk merancang it(pokokny dr sumber yg trpercaya). Mgkn takut kehilangan lahan penghasilan /kredibilitas dr masyrkt kali. Tp gpp, di UU kan perintah wajib belajar bkn wajib sekolah. Ya kan pak!

  6. Nirata says:

    astaga, mas aar toh! bagus banget nih artikelnya! semoga selalu sukses dan terus menggiatkan kegiatan belajar mengajar demi kemajuan anak bangsa. F*&:%$ with the govt who don’t support you. Salam damai _/\_

  7. [...] beberapa tulisan sebelumnya, aku menulis tentang “merayakan keragaman anak“, “apa itu kecerdasan majemuk (multiple intelligences)“, dan “cara [...]

  8. [...] Aku suka gagasan ini, yang selaras dengan prinsip-prinsip menghargai potensi anak dan merayakan keragaman anak. [...]

Leave a Reply

icon_wink.gif icon_neutral.gif icon_mad.gif icon_twisted.gif icon_smile.gif icon_eek.gif icon_sad.gif icon_rolleyes.gif icon_razz.gif icon_redface.gif icon_surprised.gif icon_mrgreen.gif icon_lol.gif icon_idea.gif icon_biggrin.gif icon_evil.gif icon_cry.gif icon_cool.gif icon_arrow.gif icon_confused.gif icon_question.gif icon_exclaim.gif 

CommentLuv badge
  • About
  • Arsip
  • Kumpulan Artikel Parenting
  • Lagu
  • Lala Digi Scrap
  • Link