Menonton Film: Magic Beyond Words

Meminjam gagasan Charlotte Mason (CM), seorang pemikir pendidikan Inggris, salah satu hal penting yang perlu ditabur oleh orangtua/guru kepada anak-anak adalah gagasan-gagasan menggairahkan, bukan fakta-fakta kering, yang dapat menginspirasi mereka. Charlotte Mason biasanya menggunakan buku (living book) untuk menghadirkan pendidikan semacam ini.

Berbeda dari CM yang sangat mendorong penggunaan buku untuk membangkitkan gairah dan imajinasi, kami menggunakan materi visual seperti film & komik sebagai sarana pendidikan di keluarga kami.

Ya, keluarga kami memang lebih terekspos dengan multimedia daripada buku “serius”: mulai komik, TV kabel, Youtube, games, dan sebagainya.

Materi visual seperti komik dan film sering dianggap kurang berkelas dibandingkan buku. Hehehe… tidak apa-apa. Beginilah apa-adanya keluarga kami. So far, kami merasa nyaman dan tetap berusaha memelihara keingintahuan anak-anak sambil mengenalkan berbagai “ide besar” tentang kehidupan yang bermakna.

***

magicbeyondwords

Sumber inspirasi yang kami tumbuhkan kepada anak-anak berasal dari mana-mana. Salah satunya adalah film. Seperti yang kami lakukan tadi malam saat bersama-sama menonton film “Magic Beyond Words, The JK Rowling Story” di TV.

Berawal dari Lala yang secara tak sengaja melihat film itu usai makan malam, kami kemudian berkumpul dan menonton film itu bersama.

Mengharukan melihat satu fragmen kehidupan JK Rowling sebelum menjadi penulis best-seller book serial Harry Potter yang mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), bercerai dari suaminya, kematian ibunya, dan perjuangannya menjadi single mother yang membesarkan bayi dengan uang tunjangan pemerintah.

Menarik melihat bagaimana proses kreatif yang dialami JK Rowling yang menggunakan pengalaman kesehariannya sebagai sumber untuk nama dan penokohan di dalam Harry Potter. Juga perjuangannya sebagai penulis yang ditolak oleh agen maupun penerbit.

Hanya dalam waktu 5 tahun, dia berubah dari seorang wanita “miskin” menjadi salah satu orang terkaya di Inggris.

***

Kami tak tahu apa yang dicerap Yudhis & Tata dari kegiatan ini. Obrolan-obrolan kecil tentang passion, ketekunan, daya juang, dan keajaiban kehidupan mewarnai kegiatan menonton sambil bersantai bersama di kamar itu.

Kita memang tak pernah tahu apa yang tertinggal pada diri anak-anak dan terbawa hingga mereka dewasa. Yang bisa kita pastikan adalah kita selalu menabur inspirasi dan nilai-nilai kebajikan ke dalam hati mereka.

There’s always magic beyond words.. and in life.

Itu yang kami percayai dan hidupi.

 

 

 

Tulisan menarik lainnya

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Tinggalkan komentar Anda

*